Belum Ada Vaksinnya, RI Pasang 135 Thermal Scanner Perangi Virus dari China

Selasa, 21 Januari 2020 - 15:59 WIB
Belum Ada Vaksinnya,...
Belum Ada Vaksinnya, RI Pasang 135 Thermal Scanner Perangi Virus dari China
A A A
JAKARTA - Indonesia memastikan Virus mematikan yang melnada China belum ada Vaksinnya, Virus baru yang mengerikan telah menginfeksi ratusan dapat menyebar di antara manusia di China.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Anung Sugihantoro mengatakan ada tiga vaksin pneumonia yang beredar di Indonesia. Ketiganya adalah Vaksin Pneumokokus (PCV) 10 dengan merek dagang Synflorix, PCV 10 (merek dagang Pneumosil), dan PCV 13 (merek dagang Prevnar). BACA JUGA: China Temukan Virus Mengerikan Menginfeksi Manusia dengan Cepat

Namun hanya ada dua vaksin yang sudah memiliki izin beredar di Indonesia melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yaitu PCV 10 Synflorix dan PCV 13 Prevnar. Sedangkan untuk PCV 10 Pneumosil belum mendapat izin edar dari BPOM.

Dari ketiga vaksin tersebut, kata Anung, belum ada yang dapat mencegah pneumonia misterius yang disebabkan coronavirus jenis baru yang menyebar di China.

"Karena teman-teman sebagian sudah menanyakan ke saya. Pak kan sudah ada vaksin, boleh tidak kita vaksin dulu? Tapi vaksinnya itu tidak cocok, jadi stereotype tidak cocok dengan novel coronavirus (nCoV). Saya menuliskan tidak untuk mencegah novel coronavirus," jelas Anung Sugihantoro di Twitter resmi Kemenkes RI.

Terkait dengan terjadinya Pneumonia Akut di Wuhan, Tiongkok. Pemerintah di Indonesia telah melakukan kewaspadaan dini dengan disediakannya 135 thermal scanner di KKP Indonesia.

Rumor tentang kemungkinan wabah SARS menuai perhatian yang cukup besar di jagat media sosial pada awal bulan ini. Namun, pemerintah Tiongkok menyensor tagar #WuhanSARS dan menyelidiki delapan orang di Wuhan yang diduga menyebarkan informasi menyesatkan tentang wabah tersebut di media sosial. Menurut laporan Central China Television atau CCTV, pihak berwenang mengatakan belum ada bukti nyata penularan penyakit dari manusia ke manusia, dan tidak ada petugas kesehatan yang terinfeksi.

Beberapa pasien yang terinfeksi diketahui bekerja di pasar makanan laut di Wuhan. Media lokal melaporkan pasar tersebut juga menjual hewan hidup lainnya, termasuk burung, kelinci, dan ular, yang memicu kekhawatiran bahwa virus itu mungkin telah ditularkan dari hewan ke manusia.
(wbs)
Berita Terkait
Peneliti UNAIR Klaim...
Peneliti UNAIR Klaim Temukan Lima Kombinasi Obat Corona
Ilmuwan Ciptakan Energi...
Ilmuwan Ciptakan Energi Terbarukan Dari Gelombang, Angin dan Matahari
Ahli Meteorologi Sebut...
Ahli Meteorologi Sebut Peluncuran Roket SpaceX Bakal Kembali Terkendala Cuaca
Kronologi Gerombolan...
Kronologi Gerombolan Monyet Begal Sampel Darah Pasien Positif Corona
Ilmuwan Ciptakan Robot...
Ilmuwan Ciptakan Robot yang Bisa Berlari seperti Cheetah
MIT Ciptakan Laboratorium...
MIT Ciptakan Laboratorium Tentang Sebuah Mimpi
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
21 jam yang lalu
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
23 jam yang lalu
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
23 jam yang lalu
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
23 jam yang lalu
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
23 jam yang lalu
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
1 hari yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved