Siapkan Hadiah Rp21 Miliar, Apple Tantang Pakar Keamanan TI Temukan Bug

Minggu, 22 Desember 2019 - 14:00 WIB
Siapkan Hadiah Rp21...
Siapkan Hadiah Rp21 Miliar, Apple Tantang Pakar Keamanan TI Temukan Bug
A A A
CUPERTINO - Apple secara resmi telah mengaktifkan program yang diumumkan pada musim panas untuk setiap peneliti yang bekerja di bidang keamanan teknologi informasi (TI). Tugas mereka adalah menemukan bug di semua platform perangkat lunak perusahaan Cupertino itu. Nilai uang imbalan bervariasi, tergantung tingkat keparahan bug yang ditemukan.

Perbedaan dari program "karunia bug" yang telah dilakukan Apple sejauh ini terletak pada kata-kata "setiap peneliti" dan "semua platform". Sebelumnya, akses itu hanya untuk sejumlah pengguna yang menerima undangan eksplisit dan bug yang terkait hanya dengan iOS. Sekarang semua orang dapat berpartisipasi dan bug yang diperiksa juga menyangkut iPadOS, macOS, tvOS, watchOS. dan iCloud.

Jumlah hadiah maksimum juga diperpanjang dari Rp2,8 miliar-21 miliar. Untuk mencoba mendapatkannya, pihak yang berkepentingan harus menghormati beberapa aturan.

Pertama, laman Giz China menyebutkan, mereka menyediakan laporan yang berisi deskripsi bug secara rinci kepada Apple. Indikasi adanya prasyarat yang diperlukan untuk munculnya masalah. Suatu eksploitasi yang memungkinkan menunjukkan keberadaan dan semua informasi yang diperlukan bagi Apple untuk menggandakannya.

Kedua, penemuan itu tidak boleh dipublikasikan sebelum intervensi resmi dari manajemen Cupertino. Itu hampir selalu bertepatan dengan rilis patch korektif.

Di antara bug yang memungkinkan Anda menerima hadiah tertinggi, termasuk yang dapat dianggap tidak dipublikasikan, beroperasi pada beberapa platform, ditemuikan pada komponen perangkat keras dan perangkat lunak terbaru, serta dapat berdampak pada data sensitif (kontak, email, pesan, catatan , foto, dan lainnya).

Hadiah untuk setiap bug juga memiliki kenaikan bonus 50% jika bug telah diidentifikasi dalam versi beta. Dengan demikian menghindari penyebaran ke publik yang lebih luas melalui penggunaan versi stabil. Atau jika itu disebut bug regresi, atau bug yang sebelumnya diperbaiki oleh Apple, tapi muncul kembali dalam rilis perangkat lunak berikutnya.
(mim)
Berita Terkait
Ancaman Kejahatan Siber...
Ancaman Kejahatan Siber Dinilai Harus Menjadi Perhatian Bersama
Peneliti Desak Pemilik...
Peneliti Desak Pemilik iPhone Hapus Puluhan Aplikasi iOS Ini
Fitur Verifikasi Wajah,...
Fitur Verifikasi Wajah, Antisipasi Mitra Gojek agar Terhindar Cyber Crime
Kejahatan Dunia Maya...
Kejahatan Dunia Maya Meningkat di India, Modusnya iPhone Murah dan Berhadiah
Selalu Waspada, Ancamanan...
Selalu Waspada, Ancamanan Keamanan Siber Meningkat Selama Pandemi Covid-19
Ketika Anak SMK di Didik...
Ketika Anak SMK di Didik Jadi Ahli Cyber Security
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
23 jam yang lalu
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
1 hari yang lalu
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
1 hari yang lalu
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
1 hari yang lalu
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
1 hari yang lalu
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
1 hari yang lalu
Infografis
KPK Temukan Fraud Layanan...
KPK Temukan Fraud Layanan Kesehatan, Rugikan Negara Rp34 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved