Kesalahan Obrolan Grup Bisa Datangkan Malapetaka di WhatsApp Versi Lama

Kamis, 19 Desember 2019 - 20:26 WIB
Kesalahan Obrolan Grup...
Kesalahan Obrolan Grup Bisa Datangkan Malapetaka di WhatsApp Versi Lama
A A A
MOUNTAIN VIEW - Digunakan oleh lebih dari 1,5 miliar orang di seluruh dunia, WhatsApp tidak selalu dapat diandalkan dan aman seperti yang Anda yakini dari Facebook.

Diakuisisi oleh raksasa media sosial Mark Zuckerberg pada 2014, aplikasi pesan instan lenyap dari Google Play Store pada suatu waktu baru-baru ini. Sementara itu dikabarkan, peneliti keamanan menemukan sejumlah kerentanan menakutkan beberapa bulan sebelum aplikasi menghilang sementara secara misterius.

Namun bug lain diungkapkan kepada WhatsApp pada 28 Agustus oleh kelompok Research Point. Kelompok yang sama secara publik menunjukkan sejumlah kelemahan keamanan sebelumnya, sehingga memberikan WhatsApp kesempatan untuk mengatasi kesalahan sebelum dapat dieksploitasi pihak tak bertanggung jawab.Perbaikan bug tersebut diam-diam diluncurkan kepada pelanggan pada pertengahan September sebagai bagian dari pembaruan ke nomor versi aplikasi 2.19.58. Karena banyak pengguna WhatsApp masih rentan terhadap serangan obrolan grup oleh "aktor jahat" yang berusaha mencegah Anda dari membuka aplikasi pesan instan untuk beberapa alasan.
Untuk menghindarinya, Anda hanya perlu memastikan memiliki WhatsApp versi terbaru yang terpasang di ponsel atau iPhone-nya. Jika tidak, yang harus dilakukan seseorang untuk membuat aplikasi tidak dapat digunakan untuk Anda adalah membuat pesan yang tampak normal dengan parameter khusus tertentu yang diedit dalam alat debugging dan mengirim teks jahat ke grup, termasuk pelaku sebagai anggota untuk memulai.

Bagian terakhir itu mungkin terdengar sedikit rumit, tapi dengan 256 pengguna yang diizinkan untuk bergabung dengan grup WhatsApp tertentu, maka seringkali sulit untuk melacak identitas dan niat setiap anggota dalam setiap obrolan grup tunggal.

Sekali lagi, yang harus Anda lakukan untuk menghindari ancaman menakutkan ini dengan menjaga agar aplikasi tetap mutakhir. Jadi segera perbarui aplikasi WhatsApp Anda sekarang juga.
(mim)
Berita Terkait
Ancaman Kejahatan Siber...
Ancaman Kejahatan Siber Dinilai Harus Menjadi Perhatian Bersama
Marak Tuntutan Tebusan,...
Marak Tuntutan Tebusan, Serangan Pelumpuhan Website di Indonesia Melonjak 62%
Fitur Verifikasi Wajah,...
Fitur Verifikasi Wajah, Antisipasi Mitra Gojek agar Terhindar Cyber Crime
Ketika Anak SMK di Didik...
Ketika Anak SMK di Didik Jadi Ahli Cyber Security
Selalu Waspada, Ancamanan...
Selalu Waspada, Ancamanan Keamanan Siber Meningkat Selama Pandemi Covid-19
Waspada Penipuan Modus...
Waspada Penipuan Modus Menang Undian, Penjahat Digital Mengintai Anda
Berita Terkini
Zuckerberg Mau Saingi...
Zuckerberg Mau Saingi Polymarket: Meta Siapkan Aplikasi Prediksi untuk 100 Juta Pengguna
12 jam yang lalu
TikTok Bukan Lagi Aplikasi...
TikTok Bukan Lagi Aplikasi Video: Evolusi Menjadi Super App yang Mengancam Google, Amazon, hingga Bank
14 jam yang lalu
Geger Robot Humanoid...
Geger Robot Humanoid Siap Gantikan Buruh Pabrik, Biaya Kerjanya Cuma Rp35 Ribu per Jam!
16 jam yang lalu
Modernisasi Infrastruktur...
Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital
1 hari yang lalu
iPhone 18 Pro Max Kapasitas...
iPhone 18 Pro Max Kapasitas Baterai Diklaim Jauh Melampaui Samsung S26 Ultra
1 hari yang lalu
Setelah GTA 6 Dijual...
Setelah GTA 6 Dijual Rp1,4 Juta, Game Lain Ikut-Ikutan Naik!
1 hari yang lalu
Infografis
10 Negara Gugur di Fase...
10 Negara Gugur di Fase Grup Piala Dunia U-17 2025: Ada Timnas Indonesia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved