Memberontak, Puluhan Perusahaan AS Tolak Tandatangani Sanksi Huawei
Rabu, 18 Desember 2019 - 07:48 WIB
Memberontak, Puluhan Perusahaan AS Tolak Tandatangani Sanksi Huawei
A
A
A
WASHINGTON - Raksasa manufaktur China, Huawei, masih berselisih dengan AS terkait penggunaan produk teknologinya. Menurut Financial Times, Legislatif AS telah memilih untuk mengeluarkan undang-undang yang melarang pemerintah membeli peralatan telekomunikasi dari perusahaan seperti Huawei.
Perusahaan-perusahaan ini dianggap mengancam keamanan nasional AS. Namun belakangan beberapa perusahaan AS memberontak terhadap putusan tersebut, khususnya sanksi terakhir yang diberlakukan Presiden Donald Trump.
Keputusan terakhir administrasi Trump dinilai tidak cocok dengan banyak perusahaan teknologi Amerika. Imbasnya, beberapa perusahaan AS tidak menandatangani perjanjian dengan alasan mereka mungkin melanggar undang-undang persaingan.
Menurut orang dalam, "pedoman keamanan" Pemerintah AS sebenarnya memblokir Huawei dan perusahaan lain. Orang dalam yang mengetahui detailnya menunjukkan pedoman ini termasuk melarang pembelian produk dari perusahaan yang “melanggar” sanksi AS, atau bahwa negara mereka mungkin memiliki akses ke data pribadinya.
"Rencana ini adalah upaya terbaru Trump untuk menjauhkan kita dari Huawei. Jika kita bersatu melawan Huawei, pesaing global kita, tidak ada yang akan terjadi. Jika ragu kita pasti akan menghadapi penuntutan,“ kata seorang eksekutif industri.
Departemen Perdagangan AS juga memungkinkan perusahaan teknologi untuk mengajukan proposal untuk rencana tersebut pada 27 Desember 2019. Namun, ada tanda-tanda bahwa rencana tersebut menyebabkan kegelisahan di antara para pemimpin industri. Kelompok 27 pemimpin industri percaya bahwa rencana itu "terlalu banyak komplikasi".
Perusahaan-perusahaan ini dianggap mengancam keamanan nasional AS. Namun belakangan beberapa perusahaan AS memberontak terhadap putusan tersebut, khususnya sanksi terakhir yang diberlakukan Presiden Donald Trump.
Keputusan terakhir administrasi Trump dinilai tidak cocok dengan banyak perusahaan teknologi Amerika. Imbasnya, beberapa perusahaan AS tidak menandatangani perjanjian dengan alasan mereka mungkin melanggar undang-undang persaingan.
Menurut orang dalam, "pedoman keamanan" Pemerintah AS sebenarnya memblokir Huawei dan perusahaan lain. Orang dalam yang mengetahui detailnya menunjukkan pedoman ini termasuk melarang pembelian produk dari perusahaan yang “melanggar” sanksi AS, atau bahwa negara mereka mungkin memiliki akses ke data pribadinya.
"Rencana ini adalah upaya terbaru Trump untuk menjauhkan kita dari Huawei. Jika kita bersatu melawan Huawei, pesaing global kita, tidak ada yang akan terjadi. Jika ragu kita pasti akan menghadapi penuntutan,“ kata seorang eksekutif industri.
Departemen Perdagangan AS juga memungkinkan perusahaan teknologi untuk mengajukan proposal untuk rencana tersebut pada 27 Desember 2019. Namun, ada tanda-tanda bahwa rencana tersebut menyebabkan kegelisahan di antara para pemimpin industri. Kelompok 27 pemimpin industri percaya bahwa rencana itu "terlalu banyak komplikasi".
(mim)