NASA Lepas 40 Ekor Tikus di Stasiun Luar Angkasa

Senin, 09 Desember 2019 - 17:30 WIB
NASA Lepas 40 Ekor Tikus...
NASA Lepas 40 Ekor Tikus di Stasiun Luar Angkasa
A A A
FLORIDA - Sebuah kapal kargo milik SpaceX tiba di Stasiun Internasional Luar Angkasa (ISS) pada Minggu pagi (8/12/) waktu setempat. Kabar tersebut telah dikonfirmasi oleh Badan Antariksa Amerika (NASA) melalui cuitan di akun resmi @NASA.

"Terkonfirmasi pada pukul 05.00 pagi waktu ET, pesawat ruang angkasa @SpaceX #Dragon berhasil tertangkap lensa robot @Space_Station oleh @Astro_Luca dan @AstroDrewMorgan. Kapsul #Dragon membawa lebih dari 5.700 pon ilmu pengetahuan dan persediaan," demikian cuitan NASA.

Pendaratan itu menjadi perjalanan selama tiga hari yang dimulai sejak Kamis (5/12) saat peluncuran Dragon dari Cape Canaveral Air Force Station Florida, Amerika Serikat.

Dalam kapsul luar angkasa itu turut dibawa 40 tikus yang dikirim ke ISS. Tikus-tikus tersebut akan membantu para ilmuwan memahami bagaimana fungsi otot manusia saat berada di luar angkasa.

Adalah Se-Jin Lee, seorang profesor di Laboratorium Jackson dan Fakultas Kedokteran Universitas Connecticut, dan timnya yang mengirim sekelompok moustronaut atau tikus-tikus astronaut ke stasiun ruang angkasa.

Dikutip dari laman Space, Senin (9/12/2019) tindakan itu diambil untuk melihat apakah jika tidak ada mystotatin di dalam tubuh maka bisa mencegah penyusutan otot saat di luar angkasa. Selain modifikasi otot, tulang-tulang tikus itu juga akan disesuaikan.

Pemblokiran myostatin itu juga memblokir protein actavin yang mengatur massa tulang dan menambah ketebalannya. Hal itu diharapkan juga bisa melawan efek samping dari penerbangan luar angkasa.

Tikus yang mengunjungi stasiun luar angkasa tersebut dibagi menjadi lima kelompok. Setiap grup terdiri dari delapan binatang.

Mereka terbagi dalam kelompok tikus perkasa tanpa myostatin, tikus laboratorium normal, tikus dengan senyawa pemblokir myostatin, dan dua grup yang tidak akan mengalami perawatan apa pun di ruang angkasa.

40 tikus itu diharapkan kembali hidup-hidup. Pada saat itu dua kelompok terakhir akan diberi pemblokir myostatin.

Lee dan rekan-rekannya berharap bahwa format ini akan memungkinkan mereka menentukan apakah tikus dapat memulihkan massa otot yang hilang di ruang angkasa.
(wbs)
Berita Terkait
Ilmuwan NASA Yakin Jupiter...
Ilmuwan NASA Yakin Jupiter Jadi Sarang Alien
NASA Tunda Peluncuran...
NASA Tunda Peluncuran Robot Penjelajah Mars
Siaga 1, NASA Siap Hancurkan...
Siaga 1, NASA Siap Hancurkan Asteroid Apolo di Luar Orbit Bumi
Pada 2022, NASA akan...
Pada 2022, NASA akan Tabrak Asteroid yang akan Menghantam Bumi
NASA Ingatkan Aktivitas...
NASA Ingatkan Aktivitas Anak Krakatau Masih Sangat Berbahaya
NASA Siap Kirim Helikopter...
NASA Siap Kirim Helikopter Pertamanya ke Mars Bulan Depan
Berita Terkini
Spesies Hewan Abadi...
Spesies Hewan Abadi Ditemukan di Dasar Laut
14 menit yang lalu
Teknologi AI Chip 500Hz...
Teknologi AI Chip 500Hz Akan Mengubah Permainan Sepak Bola di Piala Dunia 2026
3 jam yang lalu
KTT AI Bergengsi Silicon...
KTT AI Bergengsi Silicon Valley, Industri Kecerdasan Buatan Memasuki Tahap Baru
4 jam yang lalu
Hacker Gunakan Asisten...
Hacker Gunakan Asisten AI Meta Mengambil Kendali Akun Instagram
4 jam yang lalu
Nvidia Siap Gandeng...
Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
22 jam yang lalu
Hubungkan Inovator Lokal...
Hubungkan Inovator Lokal dengan Jaringan Modal Internasional di The 2026 Asia Grassroots Forum
1 hari yang lalu
Infografis
3 Alasan Rizky Ridho...
3 Alasan Rizky Ridho Layak Merumput di Klub Luar Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved