Waspada, Penjahat Siber Incar Promo Belanja Online 11 November

Senin, 11 November 2019 - 12:11 WIB
Waspada, Penjahat Siber...
Waspada, Penjahat Siber Incar Promo Belanja Online 11 November
A A A
JAKARTA - Terjadi peningkatan tajam dalam aktivitas penipuan di ruang lingkup e-commerce selama periode penjualan tertentu di negara-negara Asia, seperti Single's Day atau yang lebih dikenal sebagai promo 11 November.

Meskipun peringatan hari tersebut berasal dari China, kini menjadi relevan bagi para pengguna pasar elektronik di seluruh dunia. Promo dan penjualan pada musim sebelum liburan di platform global Asia disambut baik secara internasional. Tak hanya konsumen yang antusias, tapi juga para scammers kini menargetkan para pengguna dalam berbagai bahasa.

Menurut seorang peneliti keamanan di Kaspersky, Andrey Kostin, momen 11 November menjadi waktu terbaik untuk berbelanja. Sebab diskon dan promosi diiklankan dengan baik kepada para pengguna, namun juga sekaligus menjadi momentum terbaik bagi para phisher dan spammer.

"Penipu pastinya akan menjadi lebih aktif selama periode ini. Dalam mengejar diskon besar dan penawaran terbatas, orang cenderung kehilangan kewaspadaan mereka dan sulit membedakan antara situs web phishing dengan yang sah," papar Kostin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (11/11/2019).

Peneliti Kaspersky mendeteksi lonjakan pada serangan phishing finansial sebelum penjualan 11 November pada tahun 2018. Jumlah rata-rata serangan phishing finansial mengalami fluktuasi sekitar 350.000 per hari di bulan Oktober. Kemudian, beberapa hari sebelum 11 November 2018, lonjakan serangan mencapai lebih dari 950.000.

Para peneliti juga mendapati serangan spam dan phishing serupa pada saat ini. Karena itu, mereka mendesak semua orang untuk berhati-hati dengan aktivitas pembeliannya.

Terlepas dari itu, para peneliti Kaspersky juga menemukan beberapa ancaman di aplikasi seluler yang disamarkan sebagai platform e-commerce populer. Beberapa toko yang memiliki penawaran khusus untuk tanggal 11 November secara umum memang cukup tinggi.

Sementara pada 2019, sebanyak 83% dari toko online menyamar sebagai marketplace Asia dan pada 2018 jumlahnya mencapai 93%.

"Konsumen tidak perlu khawatir asalkan mereka mengikuti aturan dasar dalam kebersihan keamanan siber dengan tepat. Selamat berbelanja dan menemukan penawaran terbaik tahun ini,” tandasnya.
(mim)
Berita Terkait
Subsidi Ongkos Kirim...
Subsidi Ongkos Kirim E-Commerce dari Pemerintah Batal
Sambut Harbolnas. Akulaku...
Sambut Harbolnas. Akulaku PayLater Gandeng Semua E-commerce
Kebutuhan Belanja Masyarakat...
Kebutuhan Belanja Masyarakat Lewat Online Kian Masif
Harbolnas Ramadan Akan...
Harbolnas Ramadan Akan Mendapatkan Subsidi Ongkos Kirim
Belanja Online Jadi...
Belanja Online Jadi Gaya Hidup, E-Commerce Diyakini AkanTetap Tumbuh
Meriahkan Festival 9.9...
Meriahkan Festival 9.9 Super Sale, Platform Belanja Online Ini Hadirkan Diskon hingga 70 Persen
Berita Terkini
Titik Balik yang Mengubah...
Titik Balik yang Mengubah Ukuran Manusia Purba Ditemukan
10 jam yang lalu
SpaceX Berganti Nama...
SpaceX Berganti Nama Jadi SpaceXAI Bukti Fokus pada AI
13 jam yang lalu
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
19 jam yang lalu
Kontroversi Meletus...
Kontroversi Meletus antara Apple dan OpenAI, Apakah Itu?
23 jam yang lalu
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
2 hari yang lalu
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
2 hari yang lalu
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved