Ahli Ciptakan Drone Deteksi Korban Selamat di Tengah Bencana

Senin, 28 Oktober 2019 - 13:27 WIB
Ahli Ciptakan Drone...
Ahli Ciptakan Drone Deteksi Korban Selamat di Tengah Bencana
A A A
JAKARTA - Drone merupakan teknologi yang multifungsi. Penggunanya datang dari berbagai kalangan, termasuk lembaga kemanusiaan. Drone biasanya dikerahkan pasca terjadi bencana karena mampu datang ke titik bencana dengan cepat.

Dengan menggunakan drone, pasokan medis dapat disalurkan dengan cepat tanpa terkendala jalan yang rusak atau jembatan yang rubuh. Teknologi ini berperan penting dalam upaya penyelematan.

Tak hanya itu, melansir laman Digital Trends, sebuah penelitian saat ini berhasil mengembangkan drone agar dapat digunakan mencari korban yang selamat ketika terjadi bencana besar.

Berdasarkan penemuan tim peneliti dari University of South Australia dan Middle Technical University Baghdad Irak, drone dapat membedakan korban yang masih hidup di antara korban yang tewas dalam bencana dari jarak lebih dari 25 kaki atau sekitar 7,5 meter.

Caranya dengan mengidentifikasi gerakan-gerakan kecil yang menunjukkan masih adanya detak jantung dan fungsi pernapasan. Kamera tak berawak ini tidak mendeteksi perubahan warna kulit atau suhu tubuh, karena memerlukan pemeriksaan jarak dekat. Suhu tubuh juga tidak dapat menjadi patokan dalam kondisi lingkungan yang hangat.

“Pendeteksian ini berdasarkan pada gerakan kardiopulmoner. Pengujian dilakukan dengan mendeteksi delapan orang dan manekin yang dibaringkan di tanah dalam posisi berbeda,” kata Profesor Javaan Chahl dari UniSa.

Pengujian ini, lanjut dia, dilakukan pada siang hari dari ketinggian delapan meter dengan kondisi angin yang relatif rendah. “Hasilnya drone yang digunakan berhasil membedakan antara manusia hidup dan manekin,” imbuhnya.

Para peneliti yakin bahwa teknologi ini dapat mendeteksi tanda-tanda kehidupan pada seseorang yang masih selamat saat bencana. Misalnya saat gempa bumi, banjir, hingga korban penembakan masal.

Meski tidak menyenangkan, tetapi teknologi seperti ini dapat memandu tim penolong pertama. Para peneliti berharap dapat menguji sistem ini agar dapat bertahan dalam cuaca ekstrem dan kondisi buruk lainnya.
(wbs)
Berita Terkait
Batu Meteor yang Ditemukan...
Batu Meteor yang Ditemukan di Medan Diteliti di AS
Jalan Satu Arah, Elektron...
Jalan Satu Arah, Elektron Percepat Proses Data Nirkabel
NASA Kembangkan Ventilator...
NASA Kembangkan Ventilator untuk Pasien COVID-19
Roket SpaceX Bawa Astronot...
Roket SpaceX Bawa Astronot ke Angkasa saat AS Diguncang Kerusuhan Rasis
Penjelasan BMKG Mengenai...
Penjelasan BMKG Mengenai Hujan Es
Indonesia sedang Membangun...
Indonesia sedang Membangun Observatorium Terbesar di Asia Tenggara
Berita Terkini
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
10 jam yang lalu
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
11 jam yang lalu
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
23 jam yang lalu
Motorola Razr Fold Diluncurkan,...
Motorola Razr Fold Diluncurkan, Lipatan Smartphone Tidak Terlihat
1 hari yang lalu
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
1 hari yang lalu
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
1 hari yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved