Bisa Hidup di Darat, AS Perintahkan Basmi Ikan Berkepala Ular

Kamis, 17 Oktober 2019 - 14:14 WIB
Bisa Hidup di Darat,...
Bisa Hidup di Darat, AS Perintahkan Basmi Ikan Berkepala Ular
A A A
LAS VEGAS - Pemerintah Amerika Serikat memperintahkan untuk membasmi agar warganya membasmi spesies ikan invasif yang dapat hidup di darat.

Ikan ini untuk pertama kalinya ditemukan di negara bagian Georgia, AS. Ikan ini dinamakan Northern Snakehead (Channa Argus). Pemerintah setempat memerintahkan agar siapapun yang menemukannya untuk langsung membunuh ikan tersebut.

Menurut Divisi Sumber Daya Margasatwa, Departemen Sumber Daya Alam Georgia, ikan ini pertama kali ditemukan oleh seorang pemancing di kawasan Gwinnett. “Berkat laporan cepat seorang pemaincing, staf kami dapat menyelidiki dan mengkonfirmasi keberadaan spesies ini,” kata Matt Thomas, Kepala Perikanan di Divisi Sumber Daya Margasatwa Georgia, mengutip dari CNN.
Bisa Hidup di Darat, AS Perintahkan Basmi Ikan Berkepala Ular

Ikan air tawar tersebut berasal dari kawasan Eurasia. Penampilannya cukup menyeramkan. Warna kulitnya seperti ular, bertotol hitam yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Ikan ini dapat tumbuh hingga sepanjang 91 sentimeter.

Berdasarkan laporan USGS, sebuah badan survei di bidang geologi AS, spesies ini termasuk predator rakus yang memakan ikan-ikan lain, amfibi, krustesea, dan spesias binatang air lokal lainnya. Selain itu, ikan kepala ular utara ini bisa menjadi sangat agresif pada saat melindungi anaknya.

Menurut Departemen Sumber Daya Alam Maryland, ikan ini mulai berkembang pesat dalam setahun terakhir. Para betinanya dapat menelurkan hingga 100 ribu telur setiap tahunnya. Inilah alasan mereka dapat mendominasi dengan cepat dan merusak.

Selain itu, ikan yang mulai menarik perhatian publik AS pada 2002 ini juga mendapat anugerah memiliki organ pernapasan yang memungkinkan mereka hidup di udara bebas selama beberapa hari. Waktu yang cukup untuk mencari air tawar terdekat untuk kembali.

Pemerintah Georgia terus berupaya menghalau peredaran spesies ini ke perairan lain. “Saat ini kami sedang menyelidiki apakah mereka telah menyebar atau belum. Semoga saja kami dapat mencegah penyebarannya yang lebih luas di Georgia,” kata Matt.
(wbs)
Berita Terkait
MIT Ciptakan Laboratorium...
MIT Ciptakan Laboratorium Tentang Sebuah Mimpi
Temuan Sensor Baru yang...
Temuan Sensor Baru yang Mampu Deteksi Kanker Lebih Cepat
Ilmuwan Ciptakan Robot...
Ilmuwan Ciptakan Robot yang Bisa Berlari seperti Cheetah
Peneliti UNAIR Klaim...
Peneliti UNAIR Klaim Temukan Lima Kombinasi Obat Corona
Kronologi Gerombolan...
Kronologi Gerombolan Monyet Begal Sampel Darah Pasien Positif Corona
Ilmuwan Ciptakan Energi...
Ilmuwan Ciptakan Energi Terbarukan Dari Gelombang, Angin dan Matahari
Berita Terkini
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
9 jam yang lalu
Motorola Razr Fold Diluncurkan,...
Motorola Razr Fold Diluncurkan, Lipatan Smartphone Tidak Terlihat
17 jam yang lalu
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
20 jam yang lalu
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
1 hari yang lalu
Perkuat Gerbang Digital...
Perkuat Gerbang Digital Indonesia, TelkomGroup, NDP, dan BW Digital Hadirkan Sistem Kabel Laut NCC
1 hari yang lalu
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
1 hari yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved