Galaksi Andromeda Diperkirakan Akan Caplok Bima Sakti

Senin, 07 Oktober 2019 - 17:01 WIB
Galaksi Andromeda Diperkirakan...
Galaksi Andromeda Diperkirakan Akan Caplok Bima Sakti
A A A
NEW YORK - Seperti yang diketahui, Andromeda adalah galaksi tetangga dari galaksi Bima Sakti yang kita huni saat ini. Namun, tetangga satu ini memiliki perilaku yang sangat buruk. Sejak 10 miliar tahun silam, Andromeda biasa melahap galaksi-galaksi kecil yang ada di semesta.

Dengan perilaku buruknya itu, dikabarkan bahwa Andromeda juga akan memangsa Bima Sakti. Peristiwa ini akan menjadi tabrakan terbesar antara dua galaksi, dan diperkirakan akan terjadi empat miliar tahun lagi.

Demi mengantisipasi dampak dari tabrak tersebut, para ilmuwan sedang mendalami gas halo kompleks di sekitar galaksi untuk memahami kebiasaan Andromeda.

Astronom dan peneliti dari University National Australia Dougal Mackey mengatakan, para peneliti menangkap panorama Andromeda yang mencakup ratusan ribu tahun cahaya. “Ada pandangan lain terhadap galaksi besar itu,” tulis Mackey dalam laporannya, dikutip dari Nature.

Dalam pengamatan para peneliti, diketahui bahwa Andromeda setidaknya telah dua kali melahap galaksi lain. Yang pertama terjadi miliaran tahun lalu. Sementara yang kedua ketika usia Andromeda masih sangat muda, yakni pada masa yang jauh lebih kuno.

Tim peneliti memeriksa sisa-sisa galaksi yang pernah berbenturan dengan Andromeda menggunakan Survei Arkeolog Pan-Andromeda (PAnDAS), yang dijalankan Teleskop Kanada-Prancis-Hawaii di puncak Mauna Kea. Survei khusus bernama “Arkeolog Galaksi” ini diciptakan untuk merekonstruksi asal-usul, evolusi, dan struktur Andromeda saat ini.

Meski galaksi kita, Bima Sakti, juga pernah melahap galaksi lain, tetapi tidak serakus Andromeda di masa lalu. Kebiasaan tetangga ini diabadikan oleh dua kelompok gugus bola, berupa kumpulan bintang padat, yang mengorbit Andromeda dengan sudut tegak lurus satu sama lain.

Menurut peneliti, gugus bola yang diukur saat ini kemungkinan belum terbentuk ketika galaksi kecil dihancurkan Andromeda. “Mungkin gugus bola terbentuk di galaksi yang lebih kecil, kemudian gugusnya dikirim ke halo Andromeda saat galaksi-galaksi kecil tersebut dihancurkan,” kaya Mackey.

Kendati demikian, para ilmuwan memperkirakan bahwa tabrakan antara Bima Sakti dan Andromeda nanti tidak memengaruhi sistem bintang individu seperti milik Bumi. Jika empat miliar tahun ke depan Bumi masih berdiri dengan semestinya, maka manusia dan seisinya bisa menyaksikan langit malam berbintang paling mengagumkan sepanjang sejarah.
(wbs)
Berita Terkait
Peneliti UNAIR Klaim...
Peneliti UNAIR Klaim Temukan Lima Kombinasi Obat Corona
Ilmuwan Ciptakan Energi...
Ilmuwan Ciptakan Energi Terbarukan Dari Gelombang, Angin dan Matahari
Ahli Meteorologi Sebut...
Ahli Meteorologi Sebut Peluncuran Roket SpaceX Bakal Kembali Terkendala Cuaca
Kronologi Gerombolan...
Kronologi Gerombolan Monyet Begal Sampel Darah Pasien Positif Corona
Ilmuwan Ciptakan Robot...
Ilmuwan Ciptakan Robot yang Bisa Berlari seperti Cheetah
MIT Ciptakan Laboratorium...
MIT Ciptakan Laboratorium Tentang Sebuah Mimpi
Berita Terkini
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
7 jam yang lalu
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
8 jam yang lalu
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
12 jam yang lalu
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
12 jam yang lalu
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
13 jam yang lalu
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
14 jam yang lalu
Infografis
Harga Emas Diramal akan...
Harga Emas Diramal akan Tembus Rp2,1 Juta per Gram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved