Riset Efek Pemberian Platelet-Rich Plasma dengan Stem Cell Penderita Diabetes

Senin, 02 September 2019 - 16:49 WIB
Riset Efek Pemberian...
Riset Efek Pemberian Platelet-Rich Plasma dengan Stem Cell Penderita Diabetes
A A A
JAKARTA - Sidang promosi dokteral Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengukuhan sebagai Doktor kepada Dr. dr. Karina, SpBP-RE, dengan mempertahankan disertasinya berjudul Efek Pemberian Platelet-Rich Plasma terhadap Angiogenesis Adipose-Derived Mesenchymal Stem Cell Penderita Diabetes Melitus Tipe 2: Tinjauan In Vitro pada VEGF.

Penelitian mengenai efek pemberian Platelet-Rich Plasma terhadap Angiogenesis Adipose-Derived Mesenchymal Stem Cell kepada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 tersebut, memiliki makna yang besar bagi dunia kedokteran di Indonesia mengingat

Data Riset Kesehatan Dasar Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013 menunjukkan terjadinya peningkatan prevalensi diabetes di Indonesia dari 1,1% di tahun 2007 menjadi 2,1% di tahun 2013.

“Diabetes melitus (DM) seperti kita ketahui bersama adalah masalah kesehatan masyarakat yang sangat serius. WHO menempatkan DM sebagai penyakit nomor empat penyebab kematian terbanyak di dunia setelah penyakit kardiovaskular, kanker, dan penyakit pernafasan kronis. Berbagai penelitian epidemiologi memperkirakan jumlah penyandang DM akan terus meningkat di seluruh penjuru dunia,” tutur Dr. dr. Karina, SpBP-RE, di FKUI, Salemba Jakarta.

Sekitar 95% dari total kasus DM global adalah DM tipe 2. Terapi terstandar untuk DM tipe 2, dijelaskan oleh Dr. dr. Karina, SpBP-RE, meliputi perubahan pola hidup penderita yang dapat berlanjut ke terapi medikamentosa (obat). Keseluruhan terapi ini difokuskan untuk mencapai target glikemik, di mana pemeriksaan laboratorium berupa angka HbA1C dipakai sebagai acuan.

Pemanfaatan stem cell (sel punca) pada terapi DM sudah banyak dilakukan di seluruh dunia, dan sudah mulai banyak dilakukan di Indonesia. Meskipun demikian, penggunaan stem cell autologus untuk aplikasi klinis masih dianggap layak karena stem cell dapat diperoleh dalam jumlah banyak dengan mudah dari jaringan lemak tubuh pasien, serta meniadakan reaksi penolakan dari tubuh pasien.

Sebagai seorang klinisi bedah plastik yang bertanggung jawab atas pengambilan lemak dari tubuh pasien sebagai bahan sumber terapi stromal vascular fraction (stem cell tanpa kultur) autologus, Dr. dr. Karina, SpBP-RE mulai mencermati adanya perbedaan dari sel stromal pasien DM dibanding dengan pasien non DM.

Penelitian dimulai dengan membandingkan platelet rich plasma (PRP) dari donor sehat, donor DM, dan darah PMI yang sudah dianggap kadaluarsa, mengingat penelitian ini akan membutuhkan PRP dalam jumlah banyak sehingga lebih memungkinkan bila PRP diproses dari darah PMI.

“Di dunia medis, PRP sudah banyak digunakan untuk terapi kecantikan, anti aging dan penyembuhan luka, namun mengingat bahwa PRP yang diproses dengan baik adalah sumber berbagai faktor pertumbuhan (growth factors), maka dipikirkan untuk mencoba melakukan penambahan PRP dengan berbagai konsentrasi ke dalam medium kultur stem cell. Efek yang diharapkan terjadi adalah peningkatan jumlah dan kualitas stem cell, baik dari daya ketahanan hidup (survival), daya memperbanyak diri (proliferasi), ekspresi penanda stem cell, serta kemampuan stem cell untuk membentuk melakukan angiogenesis yang dilihat di Matrigel.” tegas Karenina.

Pada akhir penelitian ini diketahui bahwa pemberian PRP 15% ke dalam medium kultur stem cell DM, dapat meningkatkan kemampuan angiogenesis stem cell DM yang dilihat secara in vitro (di luar tubuh manusia), sehingga menjadi sebanding dengan stem cell non DM, namun dengan waktu pembentukan pembuluh darah yang lebih panjang.
(wbs)
Berita Terkait
Didukung Dana Rp3 triliun,...
Didukung Dana Rp3 triliun, Program Riset Prioritas 2026 Diluncurkan
KSTI 2025 Resmi Ditutup,...
KSTI 2025 Resmi Ditutup, 48 Peta Jalan Prioritas Riset Nasional Siap Digarap
Ingin Hidup Lebih Lama?...
Ingin Hidup Lebih Lama? Jadilah Orang yang Optimistis
Teh Hijau dan Dua Buah...
Teh Hijau dan Dua Buah Ini Miliki Potensi Lumpuhkan Coronavirus
PwC Resmi Buka Hub di...
PwC Resmi Buka Hub di Yogyakarta, Bidik Talenta AI dan Operasional Jateng
Buktikan Kuliner Makassar...
Buktikan Kuliner Makassar Aman, Mahasiswa STIFA Teliti Pisang Epe
Berita Terkini
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
2 jam yang lalu
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
17 jam yang lalu
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
20 jam yang lalu
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
23 jam yang lalu
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
1 hari yang lalu
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
2 hari yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved