Pakar Temukan Tiga Kesalahan Serius di WhatsApp, Apa Saja?

Selasa, 13 Agustus 2019 - 20:00 WIB
Pakar Temukan Tiga Kesalahan...
Pakar Temukan Tiga Kesalahan Serius di WhatsApp, Apa Saja?
A A A
LAS VEGAS - Selama konferensi keamanan Black Hat yang diadakan pekan lalu di Las Vegas, AS, peneliti keamanan di Check Point membahas beberapa kelemahan yang mereka temukan di aplikasi pesan populer WhatsApp.

Salah satu fitur yang mengarahkan pengguna mengunduh WhatsApp adalah penggunaan enkripsi end-to-end yang berarti pesan yang di-posting oleh pengguna tidak dapat dibaca oleh siapa pun kecuali penerima. Bahkan Facebook sebagai induk perusahaan tidak dapat melihat pesannya.

Tetapi kekurangan yang ditemukan oleh Check Point memiliki beberapa konsekuensi serius bagi pengguna. Tim keamanan mencatat salah satu kelemahan yang ditemukan di WhatsApp dapat memungkinkan peretas tidak hanya membaca pesan yang dikirim oleh anggota, tapi juga mengubah pesan tersebut.

Laman Phone Arena megutarakan, kelemahan lain dapat memungkinkan peretas untuk menghubungkan pesan ke orang lain dan bukan pengirim yang sebenarnya. Sekali lagi, kita tidak perlu menguraikan kekacauan yang bisa terjadi jika penyerang benar-benar mengeksploitasi celah ini. Lagipula, WhatsApp memiliki lebih dari 1,5 miliar pengguna di lebih dari 180 negara.

Check Point juga menemukan bahwa kesalahan lain di WhatsApp dapat memungkinkan seorang peretas untuk menyamarkan pesan publik sebagai pesan pribadi. Ini bisa "menidurkan" penerima untuk berpikir bahwa tanggapannya akan bersifat pribadi. Padahal sebenarnya, itu akan terlihat oleh orang lain.

Ketika Check Point awalnya menemukan tiga masalah ini tahun lalu dan menunjukkannya ke Facebook, perusahaan mampu memperbaiki masalah khusus ini. Meskipun dua kelemahan pertama tetap tersedia untuk apa yang disebut oleh Check Point sebagai "aktor ancaman".

"Kami meninjau masalah ini dengan hati-hati setahun yang lalu dan itu salah untuk menyarankan ada kerentanan dengan keamanan yang kami berikan di WhatsApp. Skenario yang dijelaskan di sini hanyalah ekuivalen seluler dengan mengubah balasan di utas email agar terlihat seperti sesuatu yang orang tidak menulis. Kita harus sadar bahwa mengatasi kekhawatiran yang diangkat oleh para peneliti ini dapat membuat WhatsApp kurang pribadi -seperti menyimpan informasi tentang asaL-usul pesan," kata Facebook merespons masalah tersebut.

Jadi perlu diingat bahwa jangan hanya karena WhatsApp memiliki enkripsi ujung ke ujung, maka pesan Anda aman dari kejahatan siber. Karena potensi tersebut masih akan ada sehingga memaksa pengguna untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan WhatsApp.
(mim)
Berita Terkait
Ancaman Kejahatan Siber...
Ancaman Kejahatan Siber Dinilai Harus Menjadi Perhatian Bersama
Marak Tuntutan Tebusan,...
Marak Tuntutan Tebusan, Serangan Pelumpuhan Website di Indonesia Melonjak 62%
Fitur Verifikasi Wajah,...
Fitur Verifikasi Wajah, Antisipasi Mitra Gojek agar Terhindar Cyber Crime
Ketika Anak SMK di Didik...
Ketika Anak SMK di Didik Jadi Ahli Cyber Security
Selalu Waspada, Ancamanan...
Selalu Waspada, Ancamanan Keamanan Siber Meningkat Selama Pandemi Covid-19
9 Ancaman Siber yang...
9 Ancaman Siber yang Jadi Favorit Hacker di 2023, Mulai Game, Streaming, hingga Metaverse
Berita Terkini
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
12 jam yang lalu
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
1 hari yang lalu
Samsung dan Google Mulai...
Samsung dan Google Mulai Serang Apple dengan Fitur Ini
1 hari yang lalu
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
1 hari yang lalu
Kamera iPhone 17 Pro...
Kamera iPhone 17 Pro Max vs Samsung Galaxy S26, Pilih Mana?
1 hari yang lalu
Kunci Konvensional Mulai...
Kunci Konvensional Mulai Ditinggalkan, Eazy Lock E1 dan Premium Lock L1 Jadi Standar Baru Keamanan Rumah
2 hari yang lalu
Infografis
Kapal Induk Kedua Tiba...
Kapal Induk Kedua Tiba di Timur Tengah, AS Serius Ancam Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved