Serangan DDoS Meningkat 18% di Q2 2019

Rabu, 07 Agustus 2019 - 17:56 WIB
Serangan DDoS Meningkat...
Serangan DDoS Meningkat 18% di Q2 2019
A A A
JAKARTA - Pada kuartal kedua (Q2) 2019, jumlah total serangan DDoS meningkat sebesar 18%, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan untuk tipe serangan berupa lapisan aplikasi yang lebih sulit untuk dikelola dan dilindungi menunjukkan pertumbuhan signifikan berupa peningkatan dalam jumlah yaitu 32% lebih banyak dibandingkan dengan Q2 2018.

Menurut Kaspersky dalam sebuah laporan jumlah serangan pada kuartal kedua 2019 44% lebih sedikit dibandingkan kuartal satu di tahun yang sama. Namun, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah serangan DDoS di Q2 meningkat sebesar 18% dan 25% bila dibandingkan dengan Q2 2017.

Namun, penurunan ini tidak memiliki efek signifikan pada jumlah serangan di lapisan aplikasi, pasalnya hanya berkurang sebanyak 4% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Jenis serangan ini menargetkan fungsi atau API aplikasi tertentu, tidak hanya untuk menggunakan jaringan, tetapi juga sumber daya server. Mereka juga lebih sulit untuk dideteksi dan dilindungi, karena memiliki permintaan yang terlegitimasi.

“Secara tradisional, para aktor ancaman yang melakukan serangan DDoS di waktu luang selama musim liburan tidak mengaktifkan serangannya hingga September. Namun, statistik untuk kuartal ini menunjukkan bahwa penyerang profesional, yang melakukan serangan DDoS yang kompleks, bekerja keras bahkan selama musim liburan," kata Alexey Kiselev, Business Development Manager Kaspersky DDoS Protection, Rabu (7/8/2019).

"Tren ini agak mengkhawatirkan untuk bisnis. Banyak yang terlindungi dengan baik dari volume jump traffic yang tinggi, tetapi serangan DDoS pada lapisan aplikasi perlu mengidentifikasi aktivitas ilegal meskipun volumenya rendah," imbuhnya.

Analisis perintah yang diterima oleh bot dari server command and control (C&C) mengungkapkan bahwa serangan DDoS terpanjang pada Q2 2019 berlangsung 509 jam atau setara hampir 21 hari. Kiselev menjelaskan, ini adalah serangan terlama sejak Kaspersky mulai memantau aktivitas botnet pada tahun 2015. Sebelumnya, serangan terlama berlangsung 329 jam dan terdaftar pada kuartal empat 2018.
(wbs)
Berita Terkait
Waspada Malware Berkedok...
Waspada Malware Berkedok Pengiriman Paket Palsu
Cara Menjaga Keamanan...
Cara Menjaga Keamanan Akses Jaringan Perusahaan saat WFH
Mengenal Eucalyptus,...
Mengenal Eucalyptus, Pohon Kayu Putih yang Kaya Manfaat Kesehatan
ESET Indonesia Ajak...
ESET Indonesia Ajak Bedakan Meeting Online dan Webinar
Mengenal Wabah Bubonic...
Mengenal Wabah Bubonic yang Terjadi di Mongolia, China
Pandemi COVID-19 Picu...
Pandemi COVID-19 Picu Serangan DDos Melonjak di Q1 2020
Berita Terkini
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
2 jam yang lalu
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
5 jam yang lalu
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
12 jam yang lalu
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
13 jam yang lalu
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
17 jam yang lalu
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
18 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved