1,5 Juta Pengguna Tertipu Sistem Pembersih Perangkat Palsu

Rabu, 03 Juli 2019 - 10:01 WIB
1,5 Juta Pengguna Tertipu...
1,5 Juta Pengguna Tertipu Sistem Pembersih Perangkat Palsu
A A A
JAKARTA - Peneliti keamanan siber Kaspersky mendeteksi terjadi peningkatan dua kali lipat dalam jumlah pengguna yang terserang melalui sistem pembersih palsu. Program penipuan dirancang untuk mengelabui pengguna agar membayar sejumlah yang diduga untuk biara perbaikan komputer.

Jumlah pengguna yang terkena serangan mencapai 1.456.219 pada paruh pertama 2019, dibandingkan periode yang sama pada 2018, yaitu hanya sejumlah 747.322. Selama waktu ini, beberapa serangan menjadi lebih canggih dan berbahaya.

Banyak yang pengguna yang merasa perangkat PC-nya berjalan lambat, akhirnya memilih untuk mencari alat atau aplikasi untuk menjadi solusinya. Namun sayangnya banyak solusi palsu yang dikembangkan oleh para pelaku penipuan agar meyakinkan pengguna bahwa komputer mereka dalam bahaya, misalnyakelebihan memori dan harus segera dibersihkan.

Dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Selasa (2/7/2019) pelaku kemudian menawarkan layanan seperti pembersihan sebagai imbalan untuk pembayaran. Kaspersky mendefinisikan dan mendeteksi program tersebut sebagai ‘hoax system cleaners’.

“Kami telah menyaksikan bagaimana fenomena “hoax cleaners” ini telah berkembang selama beberapa tahun terakhir, dan ini merupakan ancaman yang aneh. Di satu sisi, banyak sampel yang kami lihat menyebar lebih luas dan menjadi lebih mengancam, berkembang dari skema 'penipuan' sederhana menjadi malware yang berfungsi sepenuhnya dan berbahaya," kata Artemiy Ovchinnikov Peneliti Keamanan di Kaspersky.

Setelah menerima izin dan pembayaran dari pengguna, pelaku penipuan memasang sebuah program palsu yang mengklaim untuk membersihkan PC, tetapi yang kerap terjadi adalah program justru tidak berbuat apapun hingga menginstal adware.

"Di sisi lain, mereka begitu luas dan tampaknya tidak merugikan, sehingga jauh lebih mudah bagi mereka untuk menipu pengguna agar membayar layanan, daripada menakuti mereka dengan screen blocker ataupun malware yang tidak diinginkan lainnya. Namun, kedua metode ini terbukti menunjukkan hasil yang sama yaitu para pengguna kehilangan uang mereka,” imbuhnya

Mirisnya praktik seperti ini semakin meningkat, para pelaku kejahatan siber akhirnya banyak menggunakan pemasangan pembersih palsu untuk mengunduh atau menyamarkan malware seperti Trojan atau ransomware.

Negara-negara yang paling terkena dampak serangan dengan pembersih palsu pada paruh pertama 2019 diduduki oleh Jepang dengan 12% pengguna yang terkena dampak, diikuti oleh Jerman (10%), Belarus (10%), Italia (10%) dan Brasil (9%).
(wbs)
Berita Terkait
Berbekal eSIM Traveling...
Berbekal eSIM Traveling 5G, Liburan di Luar Negeri Makin Mudah Akses Internet
Indosat HiFi Air Hadirkan...
Indosat HiFi Air Hadirkan Internet Rumah Instan untuk Streaming hingga WFH
Antisipasi Hoaks dengan...
Antisipasi Hoaks dengan Memeriksa Fakta dan Berita di Internet
Tingkatkan Koneksi Internet...
Tingkatkan Koneksi Internet Saat Liburan, Passpod Luncurkan Program Internet KPK
Sinyal IM3 Terus Tersambung...
Sinyal IM3 Terus Tersambung Hingga ke Pulau Kecil
Menjaga Stabilitas Jaringan...
Menjaga Stabilitas Jaringan lewat Netmonk Internet Quality 
Berita Terkini
TikTok Bukan Lagi Aplikasi...
TikTok Bukan Lagi Aplikasi Video: Evolusi Menjadi Super App yang Mengancam Google, Amazon, hingga Bank
1 jam yang lalu
Geger Robot Humanoid...
Geger Robot Humanoid Siap Gantikan Buruh Pabrik, Biaya Kerjanya Cuma Rp35 Ribu per Jam!
2 jam yang lalu
Modernisasi Infrastruktur...
Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital
11 jam yang lalu
iPhone 18 Pro Max Kapasitas...
iPhone 18 Pro Max Kapasitas Baterai Diklaim Jauh Melampaui Samsung S26 Ultra
12 jam yang lalu
Setelah GTA 6 Dijual...
Setelah GTA 6 Dijual Rp1,4 Juta, Game Lain Ikut-Ikutan Naik!
12 jam yang lalu
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
13 jam yang lalu
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved