Dewa Kekacauan Dipastikan Mendekati Bumi

Minggu, 30 Juni 2019 - 20:55 WIB
Dewa Kekacauan Dipastikan...
Dewa Kekacauan Dipastikan Mendekati Bumi
A A A
NEW YORK - NASA tengah kedatangan asteroid besar bernama God of Chaos atau Dewa Kekacauan. Asteroid tersebut berukuran sangat besar dengan lebar 340 meter sehingga dikategorikan ilmuwan sebagai Potentially Hazardous Asteroids (PHA) atau asteroid yang berpotensi membahayakan Bumi.

Membawa kode Apophis 99942, asteroid ini pertama kali ditemukan oleh para astronom Australia di Kitt Peak National Observatory pada Juni 2004. Awalnya, ilmuwan Australia menghitung bahwa kemungkinan asteroid God of Chaos menabrak Bumi adalah sebesar 2,7 persen.

Seperti namanya, God of Chaos akan sangat menimbulkan kekacauan bila menabrak Bumi dan bahkan ratusan ribu nyawa manusia bisa menjadi taruhannya. Namun tenang saja, NASA telah menghitungnya kembali dan mengatakan bahwa objek tersebut hanya akan melintas dekat dengan Bumi.

Hanya ada 1 dalam 100.000 kemungkinan bahwa asteroid akan menabrak Bumi. Asteroid akan melintas dekat Bumi di tahun 2029 dengan jarak 19 ribu mil atau 31 ribu kilometer dari Bumi. Meteorit yang lebih kecil dari 30 meter biasanya meledak di udara, seperti yang terjadi di Chelyabinsk, Rusia, pada tahun 2013.

Dampak ledakan energi (di udara) asteroid berukuran 30 meter adalah 0,01 MT (Metric Ton), atau 20-30 kali lebih besar dari ledakan bom atom Hiroshima. Bisa dibayangkan bagaimana ledakan God of Chaos apabila meledak di permukaan Bumi dengan potensi ledakan energi hampir 2.000 MT.

Namun ketika melintas mendekati Bumi, ilmuwan NASA dan ilmuwan internasional menganggapnya sebagai momentum tepat untuk mengamati dan menelitinya. Salah satu ilmuwan NASA bernama Marina Brozovi sangat bersemangat menanti kedatangan asteroid 10 tahun lagi.

Menurut Marina Brozović, ilmuwan radar di NASA’s Jet Propulsion Laboratory, Apophis yang mendekati Bumi pada 2029 akan menjadi fenomena menakjubkan bagi dunia sains.

“Kami akan mengamati asteroid dengan teleskop optik maupun radar. Dengan observasi radar, kita mungkin dapat melihat permukaannya dengan detail,” ungkap Marina seperti dilansir dari Express..

Asteroid Apophis pertama-tama bisa dilihat dengan mata telanjang saat tiba di langit malam Belahan Bumi Selatan–melintasi pantai timur hingga barat Australia. Selanjutnya, dia juga akan melanjutkan perjalanannya ke seluruh dunia, melintasi Samudra Hindia hingga Amerika Serikat.

Jarak terdekatnya adalah ketika Apophis berada di atas Samudra Atlantik. Dengan kecepatannya, ia mampu melintasi samudra dalam waktu satu jam sebelum kembali terbang ke luar angkasa.
(wbs)
Berita Terkait
Ilmuwan NASA Yakin Jupiter...
Ilmuwan NASA Yakin Jupiter Jadi Sarang Alien
NASA Tunda Peluncuran...
NASA Tunda Peluncuran Robot Penjelajah Mars
Siaga 1, NASA Siap Hancurkan...
Siaga 1, NASA Siap Hancurkan Asteroid Apolo di Luar Orbit Bumi
Pada 2022, NASA akan...
Pada 2022, NASA akan Tabrak Asteroid yang akan Menghantam Bumi
NASA Ingatkan Aktivitas...
NASA Ingatkan Aktivitas Anak Krakatau Masih Sangat Berbahaya
NASA Siap Kirim Helikopter...
NASA Siap Kirim Helikopter Pertamanya ke Mars Bulan Depan
Berita Terkini
Tiga Raja HP Konser...
Tiga Raja HP Konser Diadu: Samsung, Oppo, vivo Bertarung di Panggung Feast dan Hindia
27 menit yang lalu
Ternyata 5,16 Miliar...
Ternyata 5,16 Miliar Serangan Siber Terjadi di Indonesia 2025
1 jam yang lalu
Gandeng SAP, Strategi...
Gandeng SAP, Strategi Digital Geo Dipa Mengelola Potensi Panas Bumi Lebih dari 800 MW
1 hari yang lalu
Meta Menemukan Tambang...
Meta Menemukan Tambang Emas Baru
1 hari yang lalu
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
1 hari yang lalu
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
2 hari yang lalu
Infografis
Roket Milik Elon Musk...
Roket Milik Elon Musk Kembali Bikin Masalah bagi Penduduk Bumi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved