Pengamat Sebut Percuma Batasi Medsos, Bisa Akses Lewat VPN

Jum'at, 14 Juni 2019 - 12:52 WIB
Pengamat Sebut Percuma...
Pengamat Sebut Percuma Batasi Medsos, Bisa Akses Lewat VPN
A A A
JAKARTA - Pengamat siber Pratama Persadha menilai bahwa wacana kebijakan pembatasan terhadap akses media sosial (medsos) dan aplikasi pesan WhatsApp jelang sidang Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa hasil Pilpres 2019 perlu dipertimbangkan secara matang.

Pasalnya kondisi sidang MK sengketa Pilpres berbeda dengan kondisi 21 dan 22 Mei yang lalu. Dimana Prabowo telah menghimbau pendukungnya agar tak datang ke sidang MK.

"Belajar dari pembatasan sebelumnya, dalam hitungan beberapa jam saja, mereka yang dianggap rusuh dapat mengakses medsos kembali dengan menggunakan Virtual Private Network (VPN)," kata Pratama melalui pesan singkat kepada SINDOnews, Jumat (14/6/2019).

Dengan pembatasan ini yang paling dirugikan adalah masyarakat luas, terutama pedagang online, atau masyarakat yang menjadikan WhatsApp sebagai bagian dari aktivitas bisnisnya.

Menurutnya, kebijakan pembatasan beberapa fitur medsos ini malah menjadi langkah yang blunder. Pasalnya masyarakat yang sebelumnya tidak mengetahui VPN, akhirnya mereka memanfaatkan VPN untuk mengakali pembatasan tersebut.

"Dari situ masyarakat akhirnya menjadi tahu bagaimana cara mengakali situs atau layanan lainnya yang diblokir pemerintah," tegasnya.

Kendati demikian, jika ingin mencegah peredaran hoaks, menurut Founder sekaligus Chairman Communication & Information System Security Research Center (CISSReC) ini, pemerintah sebaiknya mencari cara lain yang lebih efektif. Misalnya secara cepat memproduksi konten kontra hoaks, ini bisa bersama kolaborasi dengan selebgram maupun publik figur tanah air.

"Karena sebenarnya bermain isu di media sosial salah satu paling efektif dengan kontra narasi dan seharusnya pemerintah punya cukup resource yang sangat baik," ujarnya.

Selain itu untuk program jangka panjang, pemerintah perlu mengembangkan literasi digital agar masyarakat cerdas dalam mencerna informasi.

"Kita tentu berharap, kebijakan seperti ini tidak terulang. Ada ketakutan, bila pembatasan internet kurang efektif, akan dilakukan "pemadaman" internet, hal yang sebaiknya tidak terjadi. Karena sebenarya situasi nasional masih sangat kondusif, apalagi menurut Polri aktor kerusuhan sudah ditangkap, sehingga harusnya potensi chaos dan hoaks sudah bisa diminimalisir," tandasnya.
(wbs)
Berita Terkait
Berbekal eSIM Traveling...
Berbekal eSIM Traveling 5G, Liburan di Luar Negeri Makin Mudah Akses Internet
Indosat HiFi Air Hadirkan...
Indosat HiFi Air Hadirkan Internet Rumah Instan untuk Streaming hingga WFH
Antisipasi Hoaks dengan...
Antisipasi Hoaks dengan Memeriksa Fakta dan Berita di Internet
Tingkatkan Koneksi Internet...
Tingkatkan Koneksi Internet Saat Liburan, Passpod Luncurkan Program Internet KPK
Sinyal IM3 Terus Tersambung...
Sinyal IM3 Terus Tersambung Hingga ke Pulau Kecil
Menjaga Stabilitas Jaringan...
Menjaga Stabilitas Jaringan lewat Netmonk Internet Quality 
Berita Terkini
Teknologi Referee View...
Teknologi Referee View Ubah Pengalaman Menonton Piala Dunia FIFA 2026
4 jam yang lalu
Kapasitas Baterai iPhone...
Kapasitas Baterai iPhone Lipat Terungkap Secara Tak Terduga
13 jam yang lalu
Apakah AI Cukup Cerdas...
Apakah AI Cukup Cerdas Menjadi Wasit Piala Dunia 2026?
14 jam yang lalu
CEO Tampan yang Menyamar...
CEO Tampan yang Menyamar Xu Peng Jualan Sayur, Potret Nyata Aktor China Digusur AI
22 jam yang lalu
Heboh! Oppo Rilis TWS...
Heboh! Oppo Rilis TWS Enco Air5 Series dengan Fitur AI Gemini, Harga Cuma Segini
1 hari yang lalu
Apple Gugat OpenAI:...
Apple Gugat OpenAI: Rahasia Dagang Diduga Dibawa Kabur Lewat Mantan Karyawan
1 hari yang lalu
Infografis
5 Makanan yang Bisa...
5 Makanan yang Bisa Atasi Stres Akibat Kesepian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved