Operator Inggris dan Jepang Tunda Peluncuran Ponsel 5G Huawei

Sabtu, 25 Mei 2019 - 06:01 WIB
Operator Inggris dan...
Operator Inggris dan Jepang Tunda Peluncuran Ponsel 5G Huawei
A A A
JAKARTA - Operator seluler Inggris, EE dan Vodafone, menunda peluncuran perangkat 5G Huawei. Ini adalah salah satu dari dampak masuknya Huawei ke dalam daftar hitam perusahaan oleh pemerintah Amerika Serikat.

Kedua operator tersebut akan menyertakan Huawei Mate 20 X 5G yakni salah satu smartphone yang memiliki dukungan 5G pertama di dunia, sebagai bagian dari jaringan 5G mereka.

EE, yang dimiliki oleh BT Group, menyatakan tak akan meluncurkan ponsel itu sampai mereka bisa meyakinkan konsumen mengenai penggunaan ponsel tersebut dalam jangka panjang.

"Sampai kami mendapat informasi dan kepercayaan diri ketika (Mate 20 X 5G) dipakai oleh konsumen atau saat mereka membeli perangkat tersebut, akan mendapat dukungan seumur hidup selama mereka menggunakan perangkat itu bersama kami. Kami akan menunda perangkat tersebut," kata Marc Allera, CEO BT Group consumer brand, dikutip dari The Verge, Jumat (24/5/2019).

EE dan Vodafone mengambil keputusan ini terkait dengan tindakan Google yang mencabut lisensi Android dari perangkat Huawei. Tanpa lisensi Android penuh dari Google, perangkat Huawei akan kehilangan akses ke Google Play Store dan aplikasi utama seperti Facebook, Instagram, Google Maps dan untuk pembaruan keamanan Google.

Keputusan dari para operator ini terbilang akan cukup signifikan. Lantaran, pada kuartal pertama 2019 Huawei mengirim lebih dari 59 juta smartphone, dengan sekitar setengahnya masuk ke Eropa. Itu berarti pasar Eropa menyumbang sekitar seperempat dari pengiriman tersebut.

Meski memang, huawei masih memiliki lisensi sementara untuk mengeluarkan pembaruan Android ke perangkat yang ada hingga 19 Agustus, tetapi setelah itu tidak jelas seperti apa masa depan ponsel perusahaan.

Selain di Eropa, operator Jepang juga turut mengumumkan akan menunda peluncuran ponsel 5G Huawei di jaringan mereka.

Seorang juru bicara untuk salah satu operator mengatakan perusahaan ingin pelanggan merasa aman menggunakan produknya.

Jika AS tidak menunjukkan tanda-tanda akan membatalkan larangannya pada Huawei, operator lain di seluruh dunia kemungkinan akan mengikutinya.
(wbs)
Berita Terkait
Jaringan Nirkabel 5G...
Jaringan Nirkabel 5G Berpotensi Ganggu Prakiraan Cuaca
Penyelenggaraan 5G Jadi...
Penyelenggaraan 5G Jadi Solusi Tingginya Trafik Internet
3 Fakta Internet 5.5G...
3 Fakta Internet 5.5G yang Sedang Dikembangkan
Berbekal eSIM Traveling...
Berbekal eSIM Traveling 5G, Liburan di Luar Negeri Makin Mudah Akses Internet
Begini Sejarah Perkembangan...
Begini Sejarah Perkembangan Internet sampai 5G
Datang Mengubah Masyarakat,...
Datang Mengubah Masyarakat, Begini Penjelasan Detail Teknologi 5G
Berita Terkini
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
41 menit yang lalu
Tragedi Bitcoin: Rp72...
Tragedi Bitcoin: Rp72 Triliun Hangus Terseret Tren Terburuk Sejak Agustus!
2 jam yang lalu
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
6 jam yang lalu
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
9 jam yang lalu
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
17 jam yang lalu
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
18 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved