Cegah Kekerasan, Facebook Batasi Fitur Live

Kamis, 16 Mei 2019 - 10:41 WIB
Cegah Kekerasan, Facebook...
Cegah Kekerasan, Facebook Batasi Fitur Live
A A A
SAN FRANSISCO - Facebook Inc memperketat aturan pada fitur live streaming menjelang pertemuan para pemimpin dunia untuk membatasi kekerasan daring setelah serangan teror di Selandia Baru.

Seorang pria bersenjata menewaskan 51 orang di dua masjid di Kota Christchurch pada 15 Maret sambil menyiarkan lives treaming serangan itu di Facebook. Insiden itu menjadi aksi penembakan terburuk di Selandia Baru.

Publik pun mendesak perusahaanper usahaan teknologi bertindak lebih banyak untuk memerangi ekstremisme di layanan mereka.

Facebook menjelaskan pihaknya mengenakan kebijakan ”one strike” yang membatasi akses sementara pada orang yang menghadapi aksi pendisiplinan karena melanggar aturan paling serius di media sosial itu.

”Pelaku pelanggaran untuk pertama kali akan dihentikan dari layanan penggunaan Live untuk masa tertentu,” papar pernyataan Facebook.

Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern menyatakan bahwa perubahan itu merupakan komponen kunci inisiatif yang disebut ”Panggilan Christchurch” untuk menghentikan penyebaran kekerasan daring.

”Keputusan Facebook untuk membatasi live streaming merupakan langkah pertama yang bagus untuk membatasi aplikasi itu digunakan sebagai alat untuk para teroris dan menunjukkan Panggilan Christchurch berlaku,” ujar dia.

Facebook tidak secara khusus menyebutkan pelanggaran apa saja yang dapat diterapkan untuk kebijakan one strike dan berapa lama penghentian akses akan berlangsung.

Facebook juga berencana memperluas pembatasan ke bidang lain dalam beberapa pekan mendatang, dimulai dengan mencegah orang yang sama membuat iklan di Facebook.

Perusahaan itu juga akan mendanai riset di tiga universitas mengenai berbagai teknik mendeteksi media manipulasi yang sistem Facebook kesulitan mendeteksi setelah serangan itu terjadi.

Ardern menjelaskan, riset itu disambut. Dia mengatakan bahwa video-video manipulasi dan telah diedit terkait penembakan masjid 15 Maret itu terlalu lambat dihapus, sehingga banyak orang—termasuk dia, dapat melihatnya dimainkan di feed Facebook. (Muh Shamil)
(nfl)
Berita Terkait
HP Rilis 5 Laptop Sekaligus,...
HP Rilis 5 Laptop Sekaligus, Bukan untuk Tim Mendang Mending
Dunia Kerja Masa Depan...
Dunia Kerja Masa Depan Kian Menantang, HP Indonesia Gelar Edukasi STEM untuk Pelajar
Microsoft Jadi Pembeli...
Microsoft Jadi Pembeli Potensial Discord Inc
Milad 9 Tahun Berkarya,...
Milad 9 Tahun Berkarya, KHALIFA Canangkan #BangkitBersamaCorona
Ini Tampang 6 Tersangka...
Ini Tampang 6 Tersangka Grup Facebook Fantasi Sedarah
Facebook Tambahkan Tools...
Facebook Tambahkan Tools Parental Control Ke Messenger, Apa Fungsinya?
Berita Terkini
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
1 jam yang lalu
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
2 jam yang lalu
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
7 jam yang lalu
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
7 jam yang lalu
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
8 jam yang lalu
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
9 jam yang lalu
Infografis
AS Gunakan Segala Cara...
AS Gunakan Segala Cara Cegah Pengakuan Internasional atas Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved