Fosil Paus Berkaki Empat Ditemukan di Peru

Jum'at, 05 April 2019 - 15:07 WIB
Fosil Paus Berkaki Empat...
Fosil Paus Berkaki Empat Ditemukan di Peru
A A A
JAKARTA - Penemuan hewan prasejarah kembali diungkap, kali ini Fosil paus berkaki empat (Peregocetus) yang diyakini berumur 43 juta tahun ditemukan di Peru.

Ahli paleontologi percaya bahwa mamalia sepanjang empat meter dan mereka yang memiliki paku dapat bergerak di laut dan berjalan di darat.

Seperti dilansir dari BBC Report menjelaskan dengan empat kaki, paus semi-akuatik itu mampu mengangkat tubuh dan ekornya seperti berang-berang dan berang-berang.

Seorang ilmuwan dari Institut Ilmu Pengetahuan Alam di Royal Belgian, Dr. Olivier Lambert percaya penemuan paus menjelaskan evolusi spesies di dunia.

Sebelumnya, Fosil monyet yang telah punah berhasil ditemukan oleh ahli di tanah tandus padang pasir yang berada di barat laut Kenya, dekat Danau Turkana. Di masanya, populasi primata ini sangat sangat sedikit, sehingga saat pertama kali ditemukan, dikira babi.

Profesor Ellen Miller, dari Wake Forest University di Winston-Salem, North Carolina, menjelaskan, "Gigi-gigi ini sangat primitif ketika kita pertama kali menunjukkannya kepada ilmuwan lain, mereka mengatakan kepada kita, itu bukan monyet akan tetapi babi," kata Miler seperti dilansir dari DailyStar.

Gigi monyet yang baru diidentifikasi lebih primitif daripada fosil yang lebih muda secara geologis.

Ini menunjukkan bahwa ia menjalani "kehidupan yang baik" memakan secara sempurna berbagai macam buah, biji dan kacang-kacangan yang tumbuh di hutan.

Mereka tidak memiliki apa yang disebut para peneliti sebagai sepasang lambang molar yang disebut "lophs" yang mendapatkan namanya Alophia - yang berarti "tanpa lophs."

Ini memberi teori baru pada misteri bagaimana monyet prasejarah memperluas jangkauan mereka di Dunia Lama.

Gigi-gigi Alophia metios digali di bebatuan yang terpapar di tanah tandus padang pasir di Kenya barat laut dekat Danau Turkana.

Yang paling penting, mereka diperkirakan tinggal 19 dan 25 juta tahun lalu, jauh lebih lama dari fosil gigi monyet yang ditemukan di Uganda dan Tanzania.
(wbs)
Berita Terkait
KSTI 2025 Resmi Ditutup,...
KSTI 2025 Resmi Ditutup, 48 Peta Jalan Prioritas Riset Nasional Siap Digarap
Cetak Ahli Farmasi Baru,...
Cetak Ahli Farmasi Baru, Berbagi Inovasi Sains Diperkuat
Peneliti Virginia Temukan...
Peneliti Virginia Temukan Sumber Energi Terbarukan
Konsep Student Mobility...
Konsep Student Mobility Langkah Ilmiah Gabungkan Sains dan Budaya
Sajikan Sains dari Sudut...
Sajikan Sains dari Sudut Berbeda, SINDO Media Kunjungi Menristek
Ilmuwan Temukan Cara...
Ilmuwan Temukan Cara Uji Sampel Covid-19 Secara Massal
Berita Terkini
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
10 jam yang lalu
Motorola Razr Fold Diluncurkan,...
Motorola Razr Fold Diluncurkan, Lipatan Smartphone Tidak Terlihat
19 jam yang lalu
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
21 jam yang lalu
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
1 hari yang lalu
Perkuat Gerbang Digital...
Perkuat Gerbang Digital Indonesia, TelkomGroup, NDP, dan BW Digital Hadirkan Sistem Kabel Laut NCC
1 hari yang lalu
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
1 hari yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved