Avast Temukan 2 Dari 5 Smart Home Berisiko Diserang Siber

Kamis, 28 Februari 2019 - 11:02 WIB
Avast Temukan 2 Dari...
Avast Temukan 2 Dari 5 Smart Home Berisiko Diserang Siber
A A A
LONDON - Avast, perusahaan produk keamanan terkemuka di dunia, hari ini mengungkapkan bahwa 2 dari 5 rumah dengan perangkat digital rentan terhadap serangan siber.

The Avast Smart Home Report 2019 memiliki informasi lebih dari 16 juta jaringan smart home, menunjukan bahwa 40.3% rumah di seluruh dunia mempunyai lebih dari 5 perangkat yang tersambung (Amerika Serikat.: 62.0%, Spanyol: 45.6%), dan 40.8% dari rumah tangga digital di seluruh dunia tersebut (U.S.: 35.2%, Spanyol: 35.1%) mempunyai setidaknya satu perangkat rentan yang terhubung.

Hal ini menunjukan sebanyak apa rumah yang rentan terhadap perangkat Internet of Things, walau hanya 1 perangkat yang rentan, namun hal tersebut dapat membahayakan seluruh jaringan di rumah.

Hasil scan dari 16 juta jaringan rumah menunjukan kerentanan baru di smart home di seluruh dunia.

MOBILE WORLD CONGRESS, Barcelona, Spain, February 2019 – Avast, perusahaan produk keamanan terkemuka di dunia, hari ini mengungkapkan bahwa 2 dari 5 rumah dengan perangkat digital rentan terhadap serangan siber.

The Avast Smart Home Report 2019 memiliki informasi lebih dari 16 juta jaringan smart home, menunjukan bahwa 40.3% rumah di seluruh dunia mempunyai lebih dari 5 perangkat yang tersambung (Amerika Serikat.: 62.0%, Spanyol: 45.6%), dan 40.8% dari rumah tangga digital di seluruh dunia tersebut (U.S.: 35.2%, Spanyol: 35.1%) mempunyai setidaknya satu perangkat rentan yang terhubung. Hal ini menunjukan sebanyak apa rumah yang rentan terhadap perangkat Internet of Things, walau hanya 1 perangkat yang rentan, namun hal tersebut dapat membahayakan seluruh jaringan di rumah.

“Orang menggunakan smart TV untuk menonton series Netflix favorit atau melihat monitor bayi mereka, namun seringkali mereka tidak mengetahui bagaimana menjaga keamanan perangkat tersebut,” kata Ondrej Vlcek, Presiden Konsumer dari Avast. “Hanya membutuhkan satu perangkat yang lemah untuk seorang hacker dapat masuk, dan ketika mereka sudah masuk kedalam jaringan, mereka dapat mengakses perangkat lainnya, data personal tentang apa yang mereka tonton dan miliki, seperti video dan rekaman suara. Langkah keamanan yang simpel seperti meng-install password yang kuat dan unik dan two-factor authentication untuk semua akses ke perangkat, dan memastikan memperbaharui perangkat lunak. Hal tersebutakan secara signifikan memperbaiki integritas smart home.”

Kredensial yang lemah dan out-of-date perangkat lunak.

Mayoritas (69.2%) dari perangkat yang rentan di rumah dari seluruh dunia (Amerka Serikat.: 60.9%, Spanyol: 65.0%) ditemukan rentan karena kredensial yang lemah, seperti password yang hanya menggunakan one-factor authentication. 31.8% dari perangkat ini di seluruh dunia (Amerika Serikat.: 39.4%, Spanyol: 35.6%) rentan karena tidak diperbaharui.

Avast juga men-scan 11 juta router dari seluruh dunia dan menemukan bahwa lebih dari setengah router (59.7%) mempunyai kredensial yang lemah atau perangkat lunak yang rentan. Di Amerika Serikat, lebih dari 2/3 (69.8%), dan di Spanyol, dua dari tiga (40.4%) router mempunyai kerentanan. Out-of-date software seringkali menjadi titik terlemah dalam rangakaian keamanan, membuat lebih mudah bagi para kriminal siber mencari akses ke perangkat lainnya.

Perangkat yang paling rentan

Riset menemukan 5 perangkat paling rentan adalah:

Seluruh dunia:

1. Printer, 32,9%

2. Perangkat jaringan (titik koneksi yang dapat mengirim dan menerima data), 28,9%

3. Kamera keamanan, 20,8%

4. NAS (Network Attached Storage), 7,8%

5. Alat streaming media (Chromecasts, TiVos), 5,3%

Amerika Serikat:

1. Printer, 40,8%

2. NAS, 17,7%

3. Kamera Keamanan, 14,7%

4. Perangkat jaringan, 14,6%

5. Alat streaming media, 3,7%

Spanyol:

1. Perangkat jaringan, 25,9%

2. Printer, 25,1%

3. NAS, 21,0%

4. Kamera keamanan, 20,1%

5. Alat streaming media, 4,6%

Printer ditemukan sebagai perangkat rentan yang paling lazim di seluruh dunia, terdapat di peringkat tiga teratas di setiap negara yang di scan dan teratas di Amerika Serikat, Kanada, Australia, Singapura, Korea Selatan dan Jepang. Alat streaming media (Chromecasts, TiVos) juga berada di peringkat lima teratas, dan kebetulan adalah perangkat IoT yang seringkali ditemukan di rumah selain TV dan Printe

Metodologi

Data di dokumen ini didapat dari hasil scan oleh pengguna Avast dari komputer mereka menggunakan Avast WiFi Inspector pada September 2018. Total, 16 juta perangkat jaringan yang berbeda dari seluruh dunia berada di studi ini dari negara di seluruh dunia. 56 juta perangkat telah di scan. Laporan ini berfokus pada perangkat yang sedang berkembang, bukan seperti komputer dan smartphone.
(wbs)
Berita Terkait
Waspada Malware Berkedok...
Waspada Malware Berkedok Pengiriman Paket Palsu
Cara Menjaga Keamanan...
Cara Menjaga Keamanan Akses Jaringan Perusahaan saat WFH
Mengenal Eucalyptus,...
Mengenal Eucalyptus, Pohon Kayu Putih yang Kaya Manfaat Kesehatan
ESET Indonesia Ajak...
ESET Indonesia Ajak Bedakan Meeting Online dan Webinar
Pandemi COVID-19 Picu...
Pandemi COVID-19 Picu Serangan DDos Melonjak di Q1 2020
Gawat! Terminator, Alat...
Gawat! Terminator, Alat Penjebol Antivirus dan Ransomware Dijual Bebas
Berita Terkini
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
47 menit yang lalu
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
3 jam yang lalu
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
11 jam yang lalu
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
12 jam yang lalu
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
16 jam yang lalu
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
16 jam yang lalu
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved