ISS Selidiki Penampakan Cahaya Misterius di Langit

Sabtu, 05 Januari 2019 - 16:31 WIB
ISS Selidiki Penampakan...
ISS Selidiki Penampakan Cahaya Misterius di Langit
A A A
LONDON - Penampakan cahaya misterius 'lightsaber' di langit Edmonton, di Alberta Kanada terlihat dengan mata telanjang dan pernah terdeteksi oleh Stasiun Antriksa Inggris (ISS).

Melihat sinar cahaya MISTERI itu warga langsung dilaporkan Stasiun Luar Angkasa Internasional. Penampakan itu berbentuk satu garis merah dan satu hijau yang pernah terlihat di dekat ISS pada 2016 dan 2017.

Mereka yang telah menyaksikan cahaya Kanada mengakui bahwa mereka tidak tahu apa itu atau dari mana asalnya.

"Apa-apaan itu?" Tanya seorang penonton yang ketakutan ketika dia melihat fenomena langit yang sangat cerah seperti dilansir dari The SUN, Sabtu (5/1/2019).

Dan yang lain percaya cahaya seperti "laser" itu terkait dengan HAARP - program militer AS yang dikabarkan untuk memanipulasi cuaca.

Meskipun mereka sangat mirip aurora, mereka tidak terkait dengan Cahaya Utara, yang disebabkan oleh partikel bermuatan listrik dari ruang angkasa.

Sebaliknya, pilar cahaya terjadi pada suhu beku ketika kristal es heksagonal datar terbentuk lebih rendah di atmosfer daripada biasanya.
Fenomena ini diketahui pertama kali di wilayah Marfa, Texas, pada tahun 1957. Saat itu, satu artikel di sebuah majalah menceritakan adanya fenomena misterius berupa penampakan bola cahaya aneh pada malam hari di dekat wilayah tersebut.Kadang bola cahaya ini terlihat berjumlah lebih dari satu, dan juga kadang bola cahaya ini membelah dan bertambah banyak. Biasanya bola-bola cahaya ini berwarna putih, merah, kuning, atau oranye dan bergerak naik turun.
Meski fenomena ini baru dipublikasikan pada tahun 1957, ternyata fenomena ini sudah ada sejak lama. Tahun 1883, penduduk Texas bernama Robert Ellison sedang berkemah di sebelah barat Paisano Pass, Texas. Tak lama kemudian ia mulai menyaksikan cahaya-cahaya aneh berbentuk bola di kejauhan.

Pada mulanya ia mengira kalau cahaya itu adalah sinyal dari suku Indian Apache. Namun setelah memandangnya selama beberapa saat, ia menyadari bahwa cahaya itu bukan seperti yang dipikirkannya. Robert melihat bola cahaya aneh itu menari-menari di atas permukaan tanah.Penasaran, ia pulang ke rumah dan menceritakan penampakan itu kepada teman-temannya. Salah seorang dari teman Robert kemudian mengatakan kepadanya bahwa cahaya itu memang sering terlihat di tempat itu dan tidak ada seorangpun yang tahu darimana asalnya.
Yang aneh adalah, di dekat munculnya penampakan bola cahaya ini, tak ada ada bangunan, api unggun, aktifitas manusia atau deposit mineral yang bisa menghasillkan cahaya serupa.
(wbs)
Berita Terkait
Sindonews Update 19...
Sindonews Update 19 Sept 2020, Rusia dan Amerika Berebut Venus
NASA Berencana Suntik...
NASA Berencana Suntik Jutaan Ton Es ke Atmosfer untuk Melawan Perubahan Iklim
Berencana Jelajahi Mars,...
Berencana Jelajahi Mars, NASA Mulai Uji Coba Roket Baru
NASA Kembangkan Ventilator...
NASA Kembangkan Ventilator untuk Pasien COVID-19
Ilmuwan NASA Temukan...
Ilmuwan NASA Temukan Indikasi bahwa Parallel Universe Benar-Benar Ada
NASA Cari Orang yang...
NASA Cari Orang yang Mau Diisolasi di Pesawat Ruang Angkasa
Berita Terkini
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
3 jam yang lalu
Motorola Razr Fold Diluncurkan,...
Motorola Razr Fold Diluncurkan, Lipatan Smartphone Tidak Terlihat
11 jam yang lalu
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
13 jam yang lalu
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
19 jam yang lalu
Perkuat Gerbang Digital...
Perkuat Gerbang Digital Indonesia, TelkomGroup, NDP, dan BW Digital Hadirkan Sistem Kabel Laut NCC
19 jam yang lalu
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
1 hari yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved