ISS Tuding NASA Sembunyikan Kejadian yang Akan Terjadi di Bumi

Jum'at, 28 Desember 2018 - 15:52 WIB
ISS Tuding NASA Sembunyikan...
ISS Tuding NASA Sembunyikan Kejadian yang Akan Terjadi di Bumi
A A A
LONDON - Stasiun Luar Angkasa Internasional Inggris (ISS) menuding NASA menyembunyikan sesuatu yang akan terjadi di Bumi. Pasalnya ISS telah berada di atmosfer kita selama hampir 20 tahun dan mengetahui apa yang dilakukan NASA.

Dan selama waktu itu, pemirsa bermata elang telah melihat serangkaian benda aneh yang bersembunyi di atas langit kita.

Namun pemotongan pakan langsung yang tepat waktu telah membuat para ahli teori konspirasi bertanya-tanya apakah NASA benar-benar menyembunyikan sesuatu. BACA: NASA Ungkap Laut Indonesia Hasilkan Tsunami Tertinggi dan Tercepat

Pada awal tahun 2018, para penggemar ruang angkasa melihat cahaya keemasan terang melayang di atas Bumi ketika ISS mengorbit di atas kepala mereka.

Objek misterius - yang diperkirakan beberapa "panjangnya ratusan mil" - hanya tersisa di layar selama beberapa detik sebelum dipotong secara tak terduga oleh NASA.

" Benda misterius itu muncul hampir seperti awan yang melayang di angkasa," tulis ISS seperti dilansir DailyStar, Jumat (28/12/2018)

Sudut lain kemudian menunjukkan apa yang tampak seperti UFO yang mendekati planet ini.

Tapi, sekali lagi, hal itu dipotong secara misterius "Sebuah bola yang mirip terlihat menyaksikan Matahari belum lama ini."

Bahkan ISS mengatakan awal bulan ini Desember menemukan cuplikan dari apa yang diyakini sebagian orang sebagai "ruang-bola es" yang berubah bentuk di atmosfer kita.

Namun NASA membantah, NASA menjelaskan bahwa bentuk es itu menunjukkan kemungkinan es tersebut membalik setelah calving.

NASA menangkap gambar es biru itu pada November lalu. Warna biru pada es itu dinilai NASA tidak biasa. Menurut lembaga antariksa tersebut es di Antartika itu biasanya tampil dalam warna biru dan hijau cemerlang.

Gunung es biasanya terlihat terlihat putih karena gelembung udara kecil dan partikel reflektif lainnya yang cenderung memantulkan cahaya dari semua panjang gelombang yang sama.

Ketika dibawah air, gunung es itu dikompres oleh gelembung udara dan udara menyatu hingga keluar dari es. Partikel reflektif lainnya juga tersingkirkan, sehingga hanya menyisakan es murni.

Saat sinar matahari menyinari mereka, warna panjang gelombang yang lebih pendek seperti biru dan hijau menerobos. Sementara panjang gelombang yang lebih panjang, seperti warna merah dan kuning terserap.
(wbs)
Berita Terkait
Sindonews Update 19...
Sindonews Update 19 Sept 2020, Rusia dan Amerika Berebut Venus
NASA Berencana Suntik...
NASA Berencana Suntik Jutaan Ton Es ke Atmosfer untuk Melawan Perubahan Iklim
Berencana Jelajahi Mars,...
Berencana Jelajahi Mars, NASA Mulai Uji Coba Roket Baru
NASA Kembangkan Ventilator...
NASA Kembangkan Ventilator untuk Pasien COVID-19
Ilmuwan NASA Temukan...
Ilmuwan NASA Temukan Indikasi bahwa Parallel Universe Benar-Benar Ada
NASA Cari Orang yang...
NASA Cari Orang yang Mau Diisolasi di Pesawat Ruang Angkasa
Berita Terkini
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
3 jam yang lalu
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
14 jam yang lalu
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
20 jam yang lalu
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
21 jam yang lalu
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
22 jam yang lalu
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
22 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved