Diperangi Amerika Serikat dan Sekutu, Saham Huawei Melorot

Senin, 24 Desember 2018 - 19:27 WIB
Diperangi Amerika Serikat...
Diperangi Amerika Serikat dan Sekutu, Saham Huawei Melorot
A A A
BEIJING - Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya ngotot tidak ingin Huawei perusahaan teknologi China lainnya meningkatkan pengaruhnya di pasar AS. Saham perusahaan teknologi itu dikabarkan melorot.

Seperti dilansir dari ‘Wall Street Journal’, bahwa Bank HSBC dan Bank Standard Chartered yang memiliki Huawei bisnis dengan Huawei memutuskan untuk tidak menyediakan layanan perbankan baru setelah kajian resiko berurusan bisnis dengan Huawei terlalu tinggi.

Tak hanya HSBC, Standard Chartered Bank yang melakukan transaksi bisnis dengan Huawei pada tahun 2000, memutuskan untuk berhenti memberikan layanan kepada Huawei setelah media AS melaporkan bahwa Kementerian Kehakiman AS meluncurkan penyelidikan terhadap Huawei pada tahun ini.

Menurut sumber bahwa bank besar lainnya yang bertransaksi dengan Huawei yakni Citigroup Inc, yang berada di Meksiko, Pakistan dan Bangladesh saat ini masih menyediakan layanan perbankan harian kepada Huawei. Tetapi untuk layanan perbankan baru akan ditinjau lagi dan Citigroup menyatakan akan terus memantau perkembangan investigasi terhadap Huawei yang sedang dilakukan pemerintah AS.

Meskipun perbankan China juga memberikan layanan keuangan kepada Huawei, mereka tidak dapat memberikan layanan yang dapat disediakan oleh bank internasional dalam skala global.

Sementra itu, CEO Huawei Ken Hu menantang Amerika dan sekutu untuk memberi bukti atas tudingan-tudingan bahwa bahwa raksasa teknologi China itu menawarkan risiko keamanan.

Berbicara dengan para wartawan yang diundang ke kantor pusat Huawei Technologies Ltd. Selasa (19/12/2018), Ken Hu mengeluhkan, " Tuduhan AS terhadap Huawei tidak bersumber itu hanya dari “ideologi dan geopolitik.'' keluh Ken Hu

Dia memperingatkan, tidak melibatkan Huawei dalam jaringan 5G di Australia dan pasar-pasar lainnya akan merugikan konsumen karena akan menaikkan harga dan memperlambat inovasi.
(wbs)
Berita Terkait
Talenta Teknologi Indonesia...
Talenta Teknologi Indonesia Ukir Prestasi di Huawei AP Partner Skill Competition 2025
Balap Kambing Hago Bisa...
Balap Kambing Hago Bisa Dapet Huawei P40 Pro, Gimana Caranya?
Fitur Andalan Huawei...
Fitur Andalan Huawei Mate XT, HP Layar Lipat 3
Huawei Cuma Bawa P40...
Huawei Cuma Bawa P40 Pro ke Indonesia, Kenapa?
Di Tengah Sanksi AS,...
Di Tengah Sanksi AS, Pendapatan Huawei Tahun 2020 Naik 3,8%
Bermitra dengan ITB,...
Bermitra dengan ITB, Huawei Beri Pemahaman Teknologi Terkini ke Mahasiswa
Berita Terkini
Heboh! Oppo Rilis TWS...
Heboh! Oppo Rilis TWS Enco Air5 Series dengan Fitur AI Gemini, Harga Cuma Segini
1 jam yang lalu
Apple Gugat OpenAI:...
Apple Gugat OpenAI: Rahasia Dagang Diduga Dibawa Kabur Lewat Mantan Karyawan
2 jam yang lalu
Aksesoris Ponsel yang...
Aksesoris Ponsel yang Dianggap Punah Akan segera Kembali
4 jam yang lalu
Titik Balik yang Mengubah...
Titik Balik yang Mengubah Ukuran Manusia Purba Ditemukan
16 jam yang lalu
SpaceX Berganti Nama...
SpaceX Berganti Nama Jadi SpaceXAI Bukti Fokus pada AI
19 jam yang lalu
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
1 hari yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved