Purnama Sebabkan Tinggi Tsunami Banten Melebihi Tsunami Palu ?

Minggu, 23 Desember 2018 - 20:30 WIB
Purnama Sebabkan Tinggi...
Purnama Sebabkan Tinggi Tsunami Banten Melebihi Tsunami Palu ?
A A A
BANTEN - Pengakuan korban selamat terjangan Tsunami Selat Sunda yang mengatakan tinggi tsunami mencapai 5 hingga 12 meter di atas permukaan laut sangat logis walaupun hal tersebut belum bisa dipastikan. Pasalnya NASA sendiri mengingatkan gelombang tinggi air laut akan meninggi akhir Desember ini.

Dan itu artinya tinggi Tsunami Banten melebihi Tsunami Palu yang terjadi akhir September 2018 lalu, yang mencapai setinggi 5 meter dan hal itu diakui telah BNPB kala itu.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut dan berdasarkan dari badan antariksa Amerika Serikat, NASA yang memperingatkan fenomena gelombang pasang akibat bulan purnama dan hujan meteor cukup bukti klaim jika tinggi Tsunami Selat Sunda melebihi di Palu. Baca: NASA Ingatkan Hujan Meteor dan Gelombang Pasang Air Laut

Berdasrkan data pengamatan NASA 22 Desember 2018, Purnama Solstis Desember, apa itu solstis Desember?

Solstis Desember adalah peristiwa ketika gerak tahunan Matahari melalui rasi bintang zodiak mencapai titik paling selatan di langit, tepatnya di depan rasi bintang Kaprikornus yang terletak pada deklinasi 23,5° S. Baca: Tsunami Banten Langka, Kombinasi Longsor Bawah Laut dan Purnama

Saat solstis Desember terjadi, wilayah-wilayah di belahan Bumi selatan akan mengalami siang hari yang lebih panjang dari biasanya. Sementara wilayah-wilayah di belahan Bumi utara akan mengalami malam hari yang lebih panjang. Solstis Desember juga seperti mengawali musim dingin di belahan utara dan musim panas di belahan selatan.

Peristiwa ini sendiri terjadi karena poros rotasi Bumi terhadap Matahari tidak tegak lurus, melainkan miring 23,5°. Kemiringan ini bisa menyebabkan salah satu belahan Bumi lebih condong tersinari Matahari daripada belahan Bumi lainnya, yang membuat Bumi memiliki musim yang bervariasi

23 Desember 2018, peristiwa Bulan purnama ketigabelas, mengingat pada Januari kemarin terjadi dua kali Bulan purnama di mana yang kedua adalah Supermoon sekaligus gerhana Bulan total. Baca: Ahli Sepakat Tsunami di Banten Dipicu Erupsi Anak Krakatau

Secara astronomis, Bulan purnama Desember ini akan terjadi pukul 00:50 WIB. Walau begitu, kamu sudah bisa mengamatinya selepas Matahari terbenam di tanggal 22 Desember hingga Matahari terbit tanggal 23 Desember 2018.

Pada saat mencapai fase purnama, Bulan akan terletak pada deklinasi +21°07', di depan rasi bintang Orion. Jaraknya dari Bumi diperkirakan akan mencapai 363.000 kilometer jauhnya, sehingga akan muncul dengan diameter sudut selebar 32'52".
(wbs)
Berita Terkait
Sindonews Update 19...
Sindonews Update 19 Sept 2020, Rusia dan Amerika Berebut Venus
NASA Berencana Suntik...
NASA Berencana Suntik Jutaan Ton Es ke Atmosfer untuk Melawan Perubahan Iklim
Berencana Jelajahi Mars,...
Berencana Jelajahi Mars, NASA Mulai Uji Coba Roket Baru
NASA Kembangkan Ventilator...
NASA Kembangkan Ventilator untuk Pasien COVID-19
Ilmuwan NASA Temukan...
Ilmuwan NASA Temukan Indikasi bahwa Parallel Universe Benar-Benar Ada
NASA Cari Orang yang...
NASA Cari Orang yang Mau Diisolasi di Pesawat Ruang Angkasa
Berita Terkini
ChatGPT Jadi Aplikasi...
ChatGPT Jadi Aplikasi Tercepat Mencapai 1 Miliar Pengguna di Seluruh Dunia
1 jam yang lalu
Microsoft Klaim Chip...
Microsoft Klaim Chip Kuantum Baru 1.000 Kali Lebih Stabil
6 jam yang lalu
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
20 jam yang lalu
Fokus Penataan Portofolio,...
Fokus Penataan Portofolio, TelkomMetra Gandeng Fullerton Health untuk Ekspansi AdMedika Group
22 jam yang lalu
Spesies Hewan Abadi...
Spesies Hewan Abadi Ditemukan di Dasar Laut
1 hari yang lalu
Teknologi AI Chip 500Hz...
Teknologi AI Chip 500Hz Akan Mengubah Permainan Sepak Bola di Piala Dunia 2026
1 hari yang lalu
Infografis
10 Perguruan Tinggi...
10 Perguruan Tinggi Paling Banyak Sumbang PNS, Kampus Negeri Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved