Digitalisasi Mulai Terbukti 'Mematikan' Pekerjaan yang Ada

Selasa, 20 November 2018 - 01:36 WIB
Digitalisasi Mulai Terbukti...
Digitalisasi Mulai Terbukti 'Mematikan' Pekerjaan yang Ada
A A A
JAKARTA - Era digitalisasi di semua bidang terbukti mulai menghilangkan banyak pekerjaan. Tapi hal itu sekaligus juga membuka peluang kerja baru.

"Revolusi Industri 4.0 menempatkan teknologi informasi (TI) sebagai basis dalam kehidupan manusia. Segala hal menjadi tanpa batas (borderless) terkait penggunaan daya komputasi dan data yang tidak terbatas. Di dunia perdagangan misalnya, kita banyak sekali terbantu dalam membeli barang keperluan atau jasa secara online lewat perusahaan-perusahaan e-commerce yang kian menjamur dewasa ini," kata Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Mercu Buana (UMB), Harwikarya di sela-sela Seminar Nasional Pengaplikasian Telematika ke-10 (SINAPTIKA) bertema "Trend Aplikasi Multi-Platform Dalam Transformasi Digital untuk Meningkatkan Perdagangan di Era Ekonomi Digital" di Aula Rektorat UMB, Meruya, Jakarta.

Dikatakan Harwikarya, selain sisi positif memang ada sisi negatif dari era transformasi digital yang belakangan terjadi. Contohnya ada beberapa jenis pekerjaan yang terancam hilang, seperti kasir tiket bioskop, teller bank, tukang pos, dan lain sebagainya.

Memesan tiket misalnya, kini tak membutuhkan jasa karyawan di meja pembelian karcis masuk sebab bisa dipesan secara online. Dan tak menutup kemungkinan pemesanan makanan di bioskop bisa langsung melalui aplikasi.

"Di sisi lain, fenomena tersebut justru menjadi semacam berkah bagi pakar TI atau alumni Fakultas Ilmu Komputer. Karena mereka yang memegang sistemnya, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pengontrolan aplikasi sebuah e-commerce," paparnya.

Karena itu, Harwikarya menilai pentingnya sistem pembelajaran yang lebih inovatif di perguruan tinggi. Misalnya penyesuaian kurikulum pembelajaran dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam hal data TI, operational technology, Internet of Things (IoT), dan Big Data Analitic, guna menghasilkan yang kompetitif dan terampil.

Ketua Panitia SINAPTIKA 2018, Ratna Mutu Manikam, menambahkan, seminar nasional tahun ini diikuti oleh sekitar 2.500 peserta yang tersebar di dua lokasi, yakni Aula Rektorat dan Gedung Tower Lantai 7. Selain itu, ada pula 120 peserta workshop, 73 mahasiswa peserta lomba, serta 120 pemakalah yang telah mengirimkan makalah melalui easychair.

"Mereka berasal dari berbagai kota, antara lain Bali, Surabaya, Yogyakarta, Tegal, Karawang, Jakarta, Bandar Lampung dan Riau," sebutnya.
(mim)
Berita Terkait
Langkah E-commerce Dorong...
Langkah E-commerce Dorong UMKM Memaksimalkan Teknologi Digital
Aplikasi Lemomo Rilis!...
Aplikasi Lemomo Rilis! Fitur Titip Jual 24 Jam Bikin Semua Orang Berani Coba Blind Box
Dapatkan Bonus 10.000...
Dapatkan Bonus 10.000 Koin Lewat Program Referral Aplikasi ShopeePay!
Snapcart Rilis Survei...
Snapcart Rilis Survei Belanja Ramadhan, Ini Dia E-commerce Juaranya!
Teknologi Live Streaming...
Teknologi Live Streaming Huawei Manjakan Pedagang E-Commerce
Jangan Asal Belanja...
Jangan Asal Belanja Online, Inilah Tips Menjalankan Black Friday
Berita Terkini
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
4 jam yang lalu
Biznet Gio dan IMV Hadirkan...
Biznet Gio dan IMV Hadirkan Solusi Hybrid Cloud, Dukung Transformasi Smart Manufacturing
11 jam yang lalu
Rumor Nintendo Switch...
Rumor Nintendo Switch 2: Remake Ocarina of Time dengan Kontroler Zelda Pro
12 jam yang lalu
AI Buatan China Meraih...
AI Buatan China Meraih Skor Sempurna di Olimpiade Matematika Dunia
17 jam yang lalu
Akankah iPhone 20 Pro...
Akankah iPhone 20 Pro Max Memiliki Layar Terbesar dalam Sejarah?
1 hari yang lalu
Meta Kembangkan Aplikasi...
Meta Kembangkan Aplikasi Prediksi Pasar Mirip Polymarket
1 hari yang lalu
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved