Trump Minta Google, Twitter dan Facebook Waspada

Kamis, 30 Agustus 2018 - 06:01 WIB
Trump Minta Google,...
Trump Minta Google, Twitter dan Facebook Waspada
A A A
NEW YORK - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan peringatan pada Google, Twitter dan Facebook, agar mereka waspada. Trump merasa ada bias dalam kebijakan media sosial, dan akan ditumpangi untuk kepentingan politik.

"Saya pikir Google benar-benar telah memanfaatkan banyak orang. Dan saya pikir itu adalah hal yang sangat serius dan itu adalah tuduhan yang sangat serius," kata Trump kepada wartawan di Oval Office, dikutip Washington Examiner.

"Saya pikir Google dan Twitter dan Facebook, mereka benar-benar menginjak wilayah yang sangat, sangat bermasalah. Dan mereka harus berhati-hati. Ini tidak adil bagi sebagian besar penduduk," katanya.

Trump tidak mengatakan apakah dia akan merekomendasikan kebijakan baru atau penalti untuk perusahaan teknologi teknologi tersebut. Tapi seorang pembantu presiden mengatakan bahwa pemerintah sedang "mencari" masalah regulasi.

Facebook sendiri telah menghapus 652 akun, grup, dan laman palsu yang diklaim terkait dengan Rusia dan Iran. Alasannya, akun-akun tersebut dianggap menyebarkan berperilaku yang tak berdasarkan fakta secara terkoordinasi atau coordinated inauthentic behaviour.

Akun-akun tersebut diduga sebagai bagian dari trik dua negara tersebut untuk mempengaruhi politik di Amerika Serikat, Inggris, Timur Tengah dan Amerika Latin.

Seluruh akun dan laman yang dihapus tersebut terbagi dalam empat kampanye, yang tiga di antaranya diduga dilancarkan dari Iran, demikian seperti diungkapkan oleh raksasa jejaring sosial itu pada hari ini.

"Masalah keamanan bukanlah sesuatu yang bisa dipecahkan secara keseluruhan. Untuk itu, kami harus konsisten untuk menjaganya," kata CEO Facebook, Mark Zuckerberg, seperti dikutip dari The Guardian).

Kampanye pertama dilaporkan melibatkan jaringan laman Facebook dan akun di platform lain dengan nama "Liberty Front Press". Pengelola dan anggotanya memposisikan diri sebagai pihak yang independen, tetapi mereka kemudian diketahui memiliki hubungan dengan media pemerintah Iran.

Sebanyak 74 laman, 70 akun dan tiga grup di Facebook, termasuk 76 akun Instagram --beberapa di antaranya dibuat pada tahun 2013-- memposting konten politik yang berfokus di Timur Tengah, Inggris, Amerika Serikat dan Amerika Latin.

Penasihat ekonomi top Trump, Larry Kudlow, mengatakan bahwa pemerintah sedang memikirkan apakah itu harus diatur dan akan melakukan beberapa penyelidikan dan beberapa analisis.

Dalam sebuah postingan tweet baru-baru menuduh Google memprioritaskan beritas negatif di hasil pencariannya, dan menyebutnya sebagai "media sayap kiri nasional".

Di lain pihak, Google membantah menggunakan sudut pandang politik untuk membentuk hasil pencariannya.

"Pencarian tidak digunakan untuk mengatur agenda politik dan hasilnya pencarian kami tidak bias terhadap ideologi politik," kata Facebook, dikutip BBC.

"Saat pengguna mengetikkan teks ke dalam bilah Google Penelusuran, sasaran kami adalah memastikan mereka menerima jawaban yang paling relevan dalam hitungan detik."

"Kami terus bekerja untuk meningkatkan pencarian Google dan kami tidak pernah menentukan peringkat hasil pencarian untuk memanipulasi sentimen politik."

Twitter dan Facebook belum berkomentar secara langsung.
(wbs)
Berita Terkait
Berbekal eSIM Traveling...
Berbekal eSIM Traveling 5G, Liburan di Luar Negeri Makin Mudah Akses Internet
Indosat HiFi Air Hadirkan...
Indosat HiFi Air Hadirkan Internet Rumah Instan untuk Streaming hingga WFH
Antisipasi Hoaks dengan...
Antisipasi Hoaks dengan Memeriksa Fakta dan Berita di Internet
Tingkatkan Koneksi Internet...
Tingkatkan Koneksi Internet Saat Liburan, Passpod Luncurkan Program Internet KPK
Sinyal IM3 Terus Tersambung...
Sinyal IM3 Terus Tersambung Hingga ke Pulau Kecil
Menjaga Stabilitas Jaringan...
Menjaga Stabilitas Jaringan lewat Netmonk Internet Quality 
Berita Terkini
Awas Kaget! Segini Bedanya...
Awas Kaget! Segini Bedanya Harga HP Spek Setara 3 Tahun Lalu vs Sekarang
1 jam yang lalu
Bandar Antariksa di...
Bandar Antariksa di Biak: Kenapa Papua Jadi Pilihan BRIN untuk Peluncuran Satelit?
2 jam yang lalu
Mengapa Waktu Seolah...
Mengapa Waktu Seolah Melambat ketika Bahaya Datang?
7 jam yang lalu
PBB Menyerukan Penguatan...
PBB Menyerukan Penguatan Tata Kelola Kecerdasan Buatan
19 jam yang lalu
Ilmuwan Klaim Berhasil...
Ilmuwan Klaim Berhasil Menghitung Waktu Akhir Kehidupan Bumi
20 jam yang lalu
Mengapa Orbit Bumi Berputar...
Mengapa Orbit Bumi Berputar Tak Terkendali? Ternyata Ini Penyebabnya
23 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved