YouTube Akan Tindak Tegas Tayangan Berita Bohong

Kamis, 12 Juli 2018 - 14:19 WIB
YouTube Akan Tindak...
YouTube Akan Tindak Tegas Tayangan Berita Bohong
A A A
NEW YORK - YouTube akan memberi label mana berita hoaks dan mana berita benar pada penggunanya. Youtube akan membuat sumber berita yang lebih terpercaya, terutama setelah peristiwa berita ketika informasi yang salah bisa menyebar dengan cepat.

YouTube berkolaborasi dengan Google News Initiative membangun tim penasihat yang beranggotakan organisasi dan pakar media. Saat ini, Vox Media, Jovem Pan, dan India Today sudah bergabung. Dalam beberapa pekan ke depan, jumlah anggotanya bakal ditambah.

Misalnya, hasil pencarian YouTube secara mencolok menunjukkan video-video yang mengaku "membuktikan" bahwa penembakan massal seperti yang menewaskan paling tidak 59 di Las Vegas adalah palsu, yang dilakukan oleh "aktor-aktor krisis".

Dalam kasus-kasus mendesak ini, video tradisional tidak akan berhasil, karena perlu waktu untuk outlet berita untuk memproduksi dan memverifikasi klip berkualitas tinggi. Jadi YouTube bertujuan untuk memendek lingkaran misinformasi dengan cerita teks yang dapat dengan cepat memberikan informasi yang lebih akurat. Para eksekutif perusahaan mengumumkan upaya di kantor YouTube di New York .

Dengan begitu, beberapa jam setelah terjadi peristiwa besar, pengguna YouTube bisa mencari informasi akurat melalui tautan artikel yang tersedia. Fitur ini akan menjadi pembanding yang akurat atas video yang beredar di platform-nya.

Tim penasihat dan grup kerja inilah yang bakal memberikan input terkait berita yang ditautkan di platform YouTube. "Mudah memproduksi secara cepat dan mengunggah video berkualitas rendah yang menyebarkan misinformasi tentang kejadian yang sedang berlangsung,” kata Chief Product Officer YouTube Neal Mohan dikutip dari The Verge.

YouTube juga memperbaharui fitur Top News dan Breaking News yang telah beroperasi di 17 negara di dunia, termasuk Amerika Serikat (AS), Inggris, Prancis, India, dan Meksiko.

Untuk menangani teori konspirasi, YouTube akan mencantumkan informasi dari sumber pihak ketiga seperti Wikipedia dan Encyclopedia Britannica. Langkah ini akan diaplikasikan pada video terkait topik yang kerap dilanda misinformasi, seperti serangan teroris atau misi pendaratan bulan.
(wbs)
Berita Terkait
Hary Tanoesoedibjo Hadiri...
Hary Tanoesoedibjo Hadiri YouTube Creator 
Kena Hack Siarkan Langsung...
Kena Hack Siarkan Langsung Judi Slot, Akun Youtube DPR RI Dibanjiri Komentar Kocak Netizen
Cukup Bersenandung,...
Cukup Bersenandung, Anda Bisa Cari Lagu atau Lirik di YouTube
Prioritas YouTube di...
Prioritas YouTube di 2023: Kreator Lebih Cuan, Penonton Lebih Aman
5 Cara Download Video...
5 Cara Download Video YouTube Shorts Tanpa Unduh Aplikasi Baru
Apa Bisa Youtuber Jadi...
Apa Bisa Youtuber Jadi Profesi Baru untuk Mendapatkan Cuan?
Berita Terkini
SpaceX Berganti Nama...
SpaceX Berganti Nama Jadi SpaceXAI Bukti Fokus pada AI
3 jam yang lalu
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
9 jam yang lalu
Kontroversi Meletus...
Kontroversi Meletus antara Apple dan OpenAI, Apakah Itu?
13 jam yang lalu
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
2 hari yang lalu
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
2 hari yang lalu
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
2 hari yang lalu
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved