Bikin Para Gamers Tambah Kreatif, BIGO Hadirkan Cube TV
A
A
A
JAKARTA - BIGO resmi meluncurkan Cube TV, aplikasi ini berfokus pada mobile gaming live-stream, arena eSports, dan sebuah pusat perbelanjaan game. Aplikasi ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi para pengguna untuk menjadi Pro (dalam industri gaming).
Perusahaan induk dari BIGO LIVE, aplikasi live-streaming yang berbasis di Singapura, menghadirkan Cube TV yang merupakan sebuah aplikasi yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan para gamer untuk mobile game live streaming di Indonesia.
Aswin Atonie, Kepala Pemasaran Global Cube TV menjelaskan Cube TV menawarkan teknologi canggih yang memungkinkan real-time video streaming berkualitas tinggi dengan latensi yang sangat singkat. Cube TV juga memungkinkan para penggunanya untuk menonton live-stream dan video dalam kualitas Blue-Ray. Kualitas 8M Blue Ray dan 20M Full HD untuk video dan live-streaming juga akan segera tersedia di aplikasi tersebut.
“Ide di balik aplikasi ini adalah untuk menciptakan sebuah lingkungan gaming yang dinamis di mana kami menyediakan kesempatan bagi para pengguna kami untuk berinteraksi dan mengadu kehebatan mereka di arena permainan. Selain itu, aplikasi ini juga akan memungkinkan mereka untuk memperluas lingkaran pertemanan serta bertukar pikiran dengan para pengguna yang lain. Fitur pusat perbelanjaan akan memuaskan kebutuhan para gamer yang mencari produk game dan bahkan memungkinkan mereka untuk mendapatkan penghasilan,” ungkap Aswin Atonie, di sebuah Hotel Bilangan jalan Jendral Sudirman
Sementara itu, James Wang, Vice President BIGO menyatakan, BIGO LIVE telah berkembang pusat dan memiliki lebih dari 200 juta pengguna di lebih dari 100 negara, termasuk Jepang, India, dan Amerika Serikat. Bisnis ini telah meraup pendapatan sebesar USD300 juta pada tahun 2017 dan sudah menguntungkan.
" Ini terjadi karena BIGO LIVE hanya membutuhkan 2-5% pengguna berbayar untuk mencapai titik impas (break even point) dan mendukung pengembangan lebih lanjut. Dengan bangga saya mengumumkan bahwa Cube TV adalah produk terbaru kami dalam melakukan ekspansi lebih jauh dan memenuhi kebutuhan para pengguna kami.” tutur James.
Menurut James, menyediakan konten yang membuat para pengguna rela membeli merupakan model bisnis live-streaming yang paling berkelanjutan. Ia dan timnya bertujuan untuk terus mengembangkan bisnis baru ini dengan tujuan yang ambisius.
“Cube TV telah memiliki lebih dari 2 juta pengguna aktif setiap bulan sebelum peluncuran resminya di wilayah Asia Tenggara, Timur Tengah, Amerika Selatan, dan Rusia. Kami juga sedang bertujuan untuk mempertajam kerja sama strategis dalam membentuk industry internet bagi seluruh dunia melalui keahlian kami dalam teknologi Artificial Intelligent (AI). Menyediakan lingkungan yang aman dan sehat bagi semua pengguna akan terus menjadi prioritas kami,” jelas James.
Dalam kesempatan yang sama, Teguh Arifiyadi, Kasubdit Penyidikan dan Penindakan KOMINFO yang turut hadir dalam acara peluncuran tersebut menyatakan, “Kami telah melihat upaya BIGO LIVE, perusahaan berbasis Singapore, di Indonesia. BIGO telah menjadi teladan yang sangat baik di industri live-streaming Indonesai dan melalui kunjungan kami ke kantor mereka, BIGO telah membantu kami dalam menentukan standar peraturan praktik live-streaming.”
Teguh juga menyatakan bahwa BIGO selalu proaktif dan siap memberikan bantuan. “Mereka juga sangat berkomitmen dalam mendukung program Internet Positif untuk memerangi kejahatan dunia maya”, tandas Teguh.
Perusahaan induk dari BIGO LIVE, aplikasi live-streaming yang berbasis di Singapura, menghadirkan Cube TV yang merupakan sebuah aplikasi yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan para gamer untuk mobile game live streaming di Indonesia.
Aswin Atonie, Kepala Pemasaran Global Cube TV menjelaskan Cube TV menawarkan teknologi canggih yang memungkinkan real-time video streaming berkualitas tinggi dengan latensi yang sangat singkat. Cube TV juga memungkinkan para penggunanya untuk menonton live-stream dan video dalam kualitas Blue-Ray. Kualitas 8M Blue Ray dan 20M Full HD untuk video dan live-streaming juga akan segera tersedia di aplikasi tersebut.
“Ide di balik aplikasi ini adalah untuk menciptakan sebuah lingkungan gaming yang dinamis di mana kami menyediakan kesempatan bagi para pengguna kami untuk berinteraksi dan mengadu kehebatan mereka di arena permainan. Selain itu, aplikasi ini juga akan memungkinkan mereka untuk memperluas lingkaran pertemanan serta bertukar pikiran dengan para pengguna yang lain. Fitur pusat perbelanjaan akan memuaskan kebutuhan para gamer yang mencari produk game dan bahkan memungkinkan mereka untuk mendapatkan penghasilan,” ungkap Aswin Atonie, di sebuah Hotel Bilangan jalan Jendral Sudirman
Sementara itu, James Wang, Vice President BIGO menyatakan, BIGO LIVE telah berkembang pusat dan memiliki lebih dari 200 juta pengguna di lebih dari 100 negara, termasuk Jepang, India, dan Amerika Serikat. Bisnis ini telah meraup pendapatan sebesar USD300 juta pada tahun 2017 dan sudah menguntungkan.
" Ini terjadi karena BIGO LIVE hanya membutuhkan 2-5% pengguna berbayar untuk mencapai titik impas (break even point) dan mendukung pengembangan lebih lanjut. Dengan bangga saya mengumumkan bahwa Cube TV adalah produk terbaru kami dalam melakukan ekspansi lebih jauh dan memenuhi kebutuhan para pengguna kami.” tutur James.
Menurut James, menyediakan konten yang membuat para pengguna rela membeli merupakan model bisnis live-streaming yang paling berkelanjutan. Ia dan timnya bertujuan untuk terus mengembangkan bisnis baru ini dengan tujuan yang ambisius.
“Cube TV telah memiliki lebih dari 2 juta pengguna aktif setiap bulan sebelum peluncuran resminya di wilayah Asia Tenggara, Timur Tengah, Amerika Selatan, dan Rusia. Kami juga sedang bertujuan untuk mempertajam kerja sama strategis dalam membentuk industry internet bagi seluruh dunia melalui keahlian kami dalam teknologi Artificial Intelligent (AI). Menyediakan lingkungan yang aman dan sehat bagi semua pengguna akan terus menjadi prioritas kami,” jelas James.
Dalam kesempatan yang sama, Teguh Arifiyadi, Kasubdit Penyidikan dan Penindakan KOMINFO yang turut hadir dalam acara peluncuran tersebut menyatakan, “Kami telah melihat upaya BIGO LIVE, perusahaan berbasis Singapore, di Indonesia. BIGO telah menjadi teladan yang sangat baik di industri live-streaming Indonesai dan melalui kunjungan kami ke kantor mereka, BIGO telah membantu kami dalam menentukan standar peraturan praktik live-streaming.”
Teguh juga menyatakan bahwa BIGO selalu proaktif dan siap memberikan bantuan. “Mereka juga sangat berkomitmen dalam mendukung program Internet Positif untuk memerangi kejahatan dunia maya”, tandas Teguh.
(wbs)