Amerika Serikat dan Inggris Gelar Penelitian Terbesar di Antartika

Selasa, 01 Mei 2018 - 17:01 WIB
Amerika Serikat dan...
Amerika Serikat dan Inggris Gelar Penelitian Terbesar di Antartika
A A A
LONDON - Amerika Serikat (AS) dan Inggris menggelar proyek gabungan terbesar di Antartika, khususnya wilayah Barat Antartika, Thwaites Glacier.

Proyek senilai USD27,5 juta ini melibatkan 100 ilmuwan dan teknisi dengan rekam jejak kerja yang memadai dari Natural Environment Research Council (NERC) Inggris dan National Science Foundation (NSF) AS. Para ilmuwan disebarkan ke salah satu wilayah yang paling tidak ramah untuk makhluk hidup di muka bumi.

Ilmuwan tersebut tergabung dalam The International Thwaites Glacier Collaboration (ITGC). ITGC merupakan proyek gabungan paling besar yang dilakukan AS dan Inggris di Antartika selama lebih dari 70 tahun terakhir. Tepatnya sejak berakhirnya proyek pemetaan di Semenanjung Antartika pada akhir 1940-an.

Para ilmuwan yang tergabung dalam ITGC bakal memeriksa stabilitas dari Thwaites Glacier yang meleleh dan mengalami kemunduran pesat. ITGC mencatat dan memetakan setiap aktivitas yang terjadi di Thwaies.

Mereka akan memantau pergerakan air laut yang bergerak di bawah dan es yang mencair setiap harinya. Gletser di Antartika sendiri berkontribusi terhadap kenaikan permukaan laut ketika lebih banyak es yang mencair ke laut.

Thwaites merupakan gletser yang mengarah langsung ke laut yang sebagai aliran es seluas wilayah Inggris. Gletser seharusnya seimbang antara jumlah es yang ada dipermukaan dengan jumlah es yang meleleh ke lautan.

Sedangkan Thwaiter jauh dari kata seimbang. Jumlah es yang mengalir kelautan diperkirakan sekitar 40 cm per tahun. Menurut catatan satelit, penipisan ini sudah dimulai sejak 2000-an.

Mengenai penyebab perubahan aliran glitser, hal ini membutuhkan studi tentang struktur es itu sendiri, lautan yang menjadi muara, dan iklim di wilayah tersebut. Proyek melibatkan berbagai macam peralatan dan juga tekhnik, termasuk kapal selam.

Mereka akan menggunakan kapal selam kuning yang dikenal dengan Boaty McBoatface. Pengiriman Boaty McBoatface kedalam lautan yang berisi lorong lorong es dengan tujuan untuk mencari tahu seberapa besar perubahan yang terjadi didalam sana, yang tidak dapat terjangkau oleh manusia.

Boaty akan membantu para ilmuan untuk mengumpulkan data tentang air yang bergerak melalui rongga tebing, mengukur suhu, merespons jika ada pencairan dari es di atasnya.
(mim)
Berita Terkait
Berebut Superpower Sains
Berebut Superpower Sains
Jokowi Akui Infrastruktur...
Jokowi Akui Infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan Buat Daya Saing Indonesia Lemah
Jaring Talenta Bidang...
Jaring Talenta Bidang Sains, Kemendikbud Gelar Kompetisi Sains Nasional 2020
Sains yang Nirmakna
Sains yang Nirmakna
Sains, Corona, dan Agama
Sains, Corona, dan Agama
Sains, Wabah dan Agama
Sains, Wabah dan Agama
Berita Terkini
Microsoft Disebut Menunda...
Microsoft Disebut Menunda Pembangunan Data Center Secara Global, Jakarta Ikut Terdampak?
1 jam yang lalu
Buntut Tarif Impor Baru,...
Buntut Tarif Impor Baru, Elon Musk dan Mark Zuckerberg Cs Rugi Rp3,48 Kuadriliun dalam Sehari
5 jam yang lalu
Gempa Myanmar Hancurkan...
Gempa Myanmar Hancurkan Kota Purba di Mandalay
11 jam yang lalu
Batas Waktu Berakhir...
Batas Waktu Berakhir Besok! TikTok Belum Laku Terjual
12 jam yang lalu
Mulai DJI, DeepSeek,...
Mulai DJI, DeepSeek, hingga TikTok, Inilah Fantastic Four Taipan Teknologi China yang Mengukir Jejak Inovasi Global
16 jam yang lalu
Bos Epic Games Sebut...
Bos Epic Games Sebut Apple dan Google Lakukan Monopoli dan Berbisnis ala Mafia
16 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Contraflow Arus...
Jadwal Contraflow Arus Mudik dan Balik Lebaran di Tol Jakarta-Cikampek
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved