Puluhan Perusahaan Teknologi AS Tolak Bantu Serangan Cyber

Minggu, 29 April 2018 - 17:08 WIB
Puluhan Perusahaan Teknologi...
Puluhan Perusahaan Teknologi AS Tolak Bantu Serangan Cyber
A A A
NEW YORK - 30 lebih perusahaan teknologi Amerika Serikata antara lain Microsoft dan Facebook mengumumkan sebuah ikrar bersama untuk tidak membantu pemerintah manapun dalam serangan cyber ofensif.

Cybersecurity Tech Accord, yang berjanji untuk melindungi semua pelanggannya dari serangan tidak peduli akan motif geopolitik atau kriminalnya, mengikuti tahun yang menjadi saksi dari tingkat serangan cyber destruktif yang belum terjadi sebelumnya, termasuk virus global WannaCry dan serangan NotPetya yang sangat merusak.

“Serangan yang merusak pada tahun lalu menunjukkan bahwa keamanan cyber bukan hanya tentang apa yang dapat diperbuat oleh sebuah perusahaan namun juga apa yang dapat kita lakukan secara bersama-sama,” ujar Presiden Microsoft Brad Smith dalam sebuah pernyataan. “Kesepakatan di antara sektor teknologi ini akan membantu kita mengambil jalur berprinsip ke arah langkah-langkah yang lebih efektif untuk bekerja bersama-sama dan melindungi para pelanggan di seluruh dunia.”

Smith, yang membantu memimpin beragam upaya untuk mengorganisir kesepakatan itu, diharapkan untuk mendiskusikan persekutuan dalam sebuah pidato hari Selasa pada konferensi keamanan cyber RSA di San Fransisco.

Kesepakatan tersebut juga menjanjikan untuk membangun sebuah kemitraan formal dan informal yang baru dalam industri tersebut dan dengan para peneliti bidang keamanan untuk berbagi informasi mengenai ancaman dan mengkoordinasikan pengungkapan-pengungkapan akan berbagai kerentanan.

Ikrar yang didasarkan atas berbagai gagasan yang disebut Digital Geneva Convention Smith yang diluncurkan saat konferensi RSA tahun lalu, sebuah proposal untuk membantu lembaga internasional yang melindungi masyarakat sipil dari peretasan yang disponsori negara.

Negara-negara, kata Smith saat itu, harus mengembangkan aturan global untuk serangan cyber serupa dengan yang dibentuk untuk konflik bersenjata pada Konvensi Jenewa 1949 setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua.

Selain Microsoft dan Facebook, 32 perusahaan lain menandatangani ikrar tersebut, termasuk Cisco, Juniper Networks, Oracles, Nokia, SAP, Dell, dan perusahaan keamanan cyber Symantec, FireEye, dan Trend Micro.

Daftar perusahaan tersebut tidak termasuk perusahaan asal Rusia, China, Iran, atau Korea Utara, yang secara luas dipandang sebagai pihak yang paling aktif dalam meluncurkan serangan cyber destruktif terhadap lawan-lawannya. Perusahaan-perusahaan teknologi utama AS seperti Amazon, Apple, Alphabet, dan Twitter juga tidak menandatangani ikrar tersebut.
(wbs)
Berita Terkait
Ancaman Kejahatan Siber...
Ancaman Kejahatan Siber Dinilai Harus Menjadi Perhatian Bersama
Marak Tuntutan Tebusan,...
Marak Tuntutan Tebusan, Serangan Pelumpuhan Website di Indonesia Melonjak 62%
Fitur Verifikasi Wajah,...
Fitur Verifikasi Wajah, Antisipasi Mitra Gojek agar Terhindar Cyber Crime
Selalu Waspada, Ancamanan...
Selalu Waspada, Ancamanan Keamanan Siber Meningkat Selama Pandemi Covid-19
Ketika Anak SMK di Didik...
Ketika Anak SMK di Didik Jadi Ahli Cyber Security
9 Ancaman Siber yang...
9 Ancaman Siber yang Jadi Favorit Hacker di 2023, Mulai Game, Streaming, hingga Metaverse
Berita Terkini
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
16 jam yang lalu
Perkuat Jaringan di...
Perkuat Jaringan di Jatim, XLSMART Perluas 5G Blanket Coverage di 8 Kabupaten/Kota
1 hari yang lalu
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
2 hari yang lalu
5 Rekomendasi Laptop...
5 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Kerja Kantoran di Tahun 2026
2 hari yang lalu
500 Pairs Aset Kripto...
500 Pairs Aset Kripto Bantu Menavigasi Ekosistem Digital
2 hari yang lalu
Perkuat Pasar Teknologi...
Perkuat Pasar Teknologi Nasional, Bachrum Lubis Siap Pimpin StratLogic.AI Akselerasi Transformasi AI Indonesia
2 hari yang lalu
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved