Remaja India Tewas Karena Nokia Meledak, HMD Tolak Tanggung Jawab
Rabu, 21 Maret 2018 - 15:30 WIB
Remaja India Tewas Karena Nokia Meledak, HMD Tolak Tanggung Jawab
A
A
A
NEW DELHI - Seorang gadis remaja berusia 18 tahun di India bernama Uma Oram meregang nyawa saat menelepon kerabatnya dengan Nokia 5233. Informasi yang berhasil dihimpun, korban menyambungkan perangkat ke stopkontak untuk mengisi baterai.
Dan sontak tragedi memilukan itu terjadi. Telepon itu tiba-tiba meledak dan membunuh remaja malang tersebut. Menurut media lokal, Selasa (20/3/2018), "Uma, pingsan dan menderita luka di tangan, kaki, dan dadanya langsung dibawa ke rumah sakit setempat. Namun nyawanya tidak bisa tertolong."
Laman Phone Arena menyebutkan, Nokia 5233 yang diluncurkan pada Januari 2010 adalah smartphone layar sentuh yang menggunakan teknologi resistif tekanan-sensitif. Ponsel ini masih dijual di Amazon India seharga USD46.
Merespons kejadian ini, pemegang lisensi Nokia yakni HMD Global merilis sebuah pernyataan yang memperjelas bahwa model lama ini tidak ada hubungannya dengan handset yang saat ini mereka buat dalam program Nokia branding.
Karena Nokia tidak lagi memproduksi handset dan tidak mendukung model lama. Karena itu tidak jelas siapa yang bertanggung jawab atas kematian gadis itu.
"Meskipun kami belum dapat memverifikasi secara independen fakta-fakta dari salah satu laporan ini, kami dapat mengonfirmasi bahwa ponsel yang dipermasalahkan tidak dibuat atau dijual oleh HMD Global, rumah baru ponsel Nokia, yang disiapkan pada 2017 untuk membuat berbagai perangkat Nokia baru. Di HMD Global, kami berkomitmen untuk memproduksi handset berkualitas tinggi yang menghadirkan pengalaman pengguna yang kuat dan memenuhi harapan pelanggan yang tinggi," demikian pernyataan resmi HMD Global.
Polisi setempat telah memulai penyelidikan atas kasus tersebut. Petugas forensik Distrik Kheriakani diketahui tengah menjalani autopsi terhadap korban.
Dan sontak tragedi memilukan itu terjadi. Telepon itu tiba-tiba meledak dan membunuh remaja malang tersebut. Menurut media lokal, Selasa (20/3/2018), "Uma, pingsan dan menderita luka di tangan, kaki, dan dadanya langsung dibawa ke rumah sakit setempat. Namun nyawanya tidak bisa tertolong."
Laman Phone Arena menyebutkan, Nokia 5233 yang diluncurkan pada Januari 2010 adalah smartphone layar sentuh yang menggunakan teknologi resistif tekanan-sensitif. Ponsel ini masih dijual di Amazon India seharga USD46.
Merespons kejadian ini, pemegang lisensi Nokia yakni HMD Global merilis sebuah pernyataan yang memperjelas bahwa model lama ini tidak ada hubungannya dengan handset yang saat ini mereka buat dalam program Nokia branding.
Karena Nokia tidak lagi memproduksi handset dan tidak mendukung model lama. Karena itu tidak jelas siapa yang bertanggung jawab atas kematian gadis itu.
"Meskipun kami belum dapat memverifikasi secara independen fakta-fakta dari salah satu laporan ini, kami dapat mengonfirmasi bahwa ponsel yang dipermasalahkan tidak dibuat atau dijual oleh HMD Global, rumah baru ponsel Nokia, yang disiapkan pada 2017 untuk membuat berbagai perangkat Nokia baru. Di HMD Global, kami berkomitmen untuk memproduksi handset berkualitas tinggi yang menghadirkan pengalaman pengguna yang kuat dan memenuhi harapan pelanggan yang tinggi," demikian pernyataan resmi HMD Global.
Polisi setempat telah memulai penyelidikan atas kasus tersebut. Petugas forensik Distrik Kheriakani diketahui tengah menjalani autopsi terhadap korban.
(mim)