Amerika Serikat Restui Peredaran Pil Digital yang Super Canggih

Kamis, 16 November 2017 - 14:06 WIB
Amerika Serikat Restui...
Amerika Serikat Restui Peredaran Pil Digital yang Super Canggih
A A A
NEW YORK - Food and Drug Administration (FDA) alias Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat resmi menyetujui peredaran pil digital, Abilify MyCite. Pil cerdas pertama yang dilengkapi dengan sensor, sehingga bisa dilacak secara digital dalam tubuh.

Seperti dilansir dari nytimes, pengumuman tertulis FDA dan keterangan Science Alert, Abilify MyCite merupakan obat antipsikotik berupa pil aripiprazole, yang digunakan untuk mengobati skizofrenia, gangguan bipolar, serta depresi pada orang dewasa.

Begitu pasien menelan pil, asam lambung akan mengaktifkan sensor kecil seukuran butiran pasir yang disebut Ingestible Event Marker (IEM). Sensor ini terbuat dari tembaga, magnesium, serta silikon yang aman dan biasa ditemui dalam makanan.

Setelahnya, sensor mengirim sinyal listrik ke patch (alat serupa plester penutup luka) yang dikenakan di dada pasien. Alat tersebut akan mencatat tanggal dan waktu pil tertelan, dan meneruskan informasi tadi ke aplikasi yang bisa terpantau dari ponsel pintar. Dokter dan keluarga bisa ikut melacak penggunaan obat tersebut, atas izin pasien.

Patch juga mencatat tingkat aktivitas, pola tidur, jejak langkah, dan detak jantung, dan harus diganti setiap tujuh hari. Dokter pasien dan empat orang lain yang terpilih oleh pasien, termasuk anggota keluarganya, dapat mengakses informasi tersebut. Pasien juga bisa mencabut akses kapan saja ia inginkan.

Pil ini akhirnya hadir setelah perusahaan farmasi Jepang – Otsuka dan layanan obat digital Proteus Digital Health melakukan penelitian. Temuan ini turut menjadi salah satu cara bagi pasien yang tidak meminum obat mereka dengan benar.

Meski terbilang canggih, pil ini hadir bukan tanpa kontroversi. Para ahli sekalipun menyatakan keprihatinannya atas privasi pasien. Muncul kekhawatiran bahwa pil itu akan menjadi cara untuk menghukum pasien yang tidak patuh.

FDA sendiri mengantisipasi kemungkinan permintaan izin pil digital lainnya, seperti dilaporkan The Wall Street Journal. Salah satu juru bicara mengatakan bahwa FDA berencana untuk mempekerjakan lebih banyak staf dengan pemahaman yang mendalam terkait pengembangan software yang terhubung dengan medis dan terlibat dengan pengusaha dengan pedoman yang baru.

Bagi pasien yang peduli dengan privasi, mereka harus menandatangani formulir persetujuan yang memungkinkan dokter dan sampai empat orang lainnya, seperti anggota keluarga, untuk menerima informasi yang menunjukkan waktu dan tanggal pil itu tertelan.
(wbs)
Berita Terkait
Staf Ahli Mendikdasmen:...
Staf Ahli Mendikdasmen: KOSSMI 2026 Jadi Bukti Pentingnya STEM dan AI untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia
Berebut Superpower Sains
Berebut Superpower Sains
Jokowi Akui Infrastruktur...
Jokowi Akui Infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan Buat Daya Saing Indonesia Lemah
Sains yang Nirmakna
Sains yang Nirmakna
Jaring Talenta Bidang...
Jaring Talenta Bidang Sains, Kemendikbud Gelar Kompetisi Sains Nasional 2020
Sains, Wabah dan Agama
Sains, Wabah dan Agama
Berita Terkini
Kontroversi Meletus...
Kontroversi Meletus antara Apple dan OpenAI, Apakah Itu?
1 jam yang lalu
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
1 hari yang lalu
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
1 hari yang lalu
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
2 hari yang lalu
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
2 hari yang lalu
Samsung dan Google Mulai...
Samsung dan Google Mulai Serang Apple dengan Fitur Ini
3 hari yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved