Peritel Elektronik Siap Genjot Penjualan di Akhir Tahun
Minggu, 08 Oktober 2017 - 19:17 WIB
Peritel Elektronik Siap Genjot Penjualan di Akhir Tahun
A
A
A
SEMARANG - Menjelang akhir tahun dan menyambut Natal serta Tahun Baru 2018, pelaku industri elektronik dan gadget siap menggenjot penjualan. Mereka optimistis penjualan tahun ini lebih baik.
Managing Director Superstore Global Elektronik Semarang, Gouw Andy Siswanto mengatakan, penjualan perangkat elektronik dan ponsel pintar (smartphone) tahun ini diyakini akan lebih baik dibandingkan tahun lalu.
"Pasar domestik diperkirakan akan tumbuh sebesar 5% pada semester II 2017. Boleh jadi, semester ini akan mencapai pertumbuhan hingga 10%," ujarnya, Minggu (8/10/2017).
Dia menyatakan, saat ini menjadi momen tepat pembelian audio video, ponsel pintar, digital home appliances, white good, kitchen appliances dan small appliances, karena banyak produsen meluncurkan produk baru tren 2018 dan harganya masih stabil.
Selain itu, lanjut Gouw, produk -produk elektronik seperti TV, audio video, digital home appliances, white goods, kitchen appliances, small appliances dan ponsel harganya lebih terjangkau dan stabil. "Kurs rupiah stabil terhadap valuta asing, sehingga harga sampai sekarang masih stabil, sebaliknya jika rupiah melemah harga perangkat elektronik langsung melejit," katanya.
Dia memprediksi, menjelang akhir tahun dan perayaan Natal 2017, penjualan elektronik akan mengalami peningkatan. Sebab itu, banyak pelaku bisnis ritel elektronik mulai gencar promosi untuk meningkatkan penjualan.
Salah satu yang dilakukan untuk meningkatkan penjualan di akhir tahun adalah dengan menggelar berbagai promo melalui pameran. Seperti yang dilakukan Global Elektronik. Dalam pameran yang berlangsung sampai 22 Oktober mendatang, dijadikan sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan penjualan.
Untuk terus meningkatkan daya beli masyarakat, salah satu yang dilakukan adalah dengan rutin menggelar pameran yang menawarkan program khusus dan memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mendapat perangkat elektronik. "Kami rutin menggelar pameran, dan terbukti mampu meningkatkan penjualan. Dan untuk pameran kali ini kita targetkan peningkatan penjualan sekitar 8%," tandas Guow.
Managing Director Superstore Global Elektronik Semarang, Gouw Andy Siswanto mengatakan, penjualan perangkat elektronik dan ponsel pintar (smartphone) tahun ini diyakini akan lebih baik dibandingkan tahun lalu.
"Pasar domestik diperkirakan akan tumbuh sebesar 5% pada semester II 2017. Boleh jadi, semester ini akan mencapai pertumbuhan hingga 10%," ujarnya, Minggu (8/10/2017).
Dia menyatakan, saat ini menjadi momen tepat pembelian audio video, ponsel pintar, digital home appliances, white good, kitchen appliances dan small appliances, karena banyak produsen meluncurkan produk baru tren 2018 dan harganya masih stabil.
Selain itu, lanjut Gouw, produk -produk elektronik seperti TV, audio video, digital home appliances, white goods, kitchen appliances, small appliances dan ponsel harganya lebih terjangkau dan stabil. "Kurs rupiah stabil terhadap valuta asing, sehingga harga sampai sekarang masih stabil, sebaliknya jika rupiah melemah harga perangkat elektronik langsung melejit," katanya.
Dia memprediksi, menjelang akhir tahun dan perayaan Natal 2017, penjualan elektronik akan mengalami peningkatan. Sebab itu, banyak pelaku bisnis ritel elektronik mulai gencar promosi untuk meningkatkan penjualan.
Salah satu yang dilakukan untuk meningkatkan penjualan di akhir tahun adalah dengan menggelar berbagai promo melalui pameran. Seperti yang dilakukan Global Elektronik. Dalam pameran yang berlangsung sampai 22 Oktober mendatang, dijadikan sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan penjualan.
Untuk terus meningkatkan daya beli masyarakat, salah satu yang dilakukan adalah dengan rutin menggelar pameran yang menawarkan program khusus dan memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mendapat perangkat elektronik. "Kami rutin menggelar pameran, dan terbukti mampu meningkatkan penjualan. Dan untuk pameran kali ini kita targetkan peningkatan penjualan sekitar 8%," tandas Guow.
(dmd)