Gantikan Roket, Jepang Umumkan Bangun Lift ke Luar Angkasa

Senin, 02 Oktober 2017 - 14:45 WIB
Gantikan Roket, Jepang...
Gantikan Roket, Jepang Umumkan Bangun Lift ke Luar Angkasa
A A A
TOKYO - Usai SpaceX, yang digawangi Elon Musk pendiri Tesla. Inc mengumumkan akan membangun kota di Mars untuk menampung jutaan manusi kelak. Kini perusahaan konstruksi Jepang, Obayashi sukses memperlihatkan rancangan lift (Elevator) yang akan mengangkut orang menuju luar angkasa tanpa naik roket.

Jepang akan menggunakan langkah revolusioner untuk mengantikan peluncuran roket sebagai armada menuju antariksa. Lift ini akan mengandalkan penyeimbang 13.000 ton untuk menstabilkannya. Jika berhasil, maka bisa membawa hingga 100 ton orang dan kargo ke dalam ruang yang dalam.

Ini juga dapat mengurangi masalah energi di Bumi dengan memberikan sejumlah besar tenaga surya murah atau menyimpan limbah nuklir. Obayashi akan memulai pembangunan pada tahun 2025 dan proyek tersebut akan memakan waktu 20 tahun untuk menyelesaikannya.

"Tingkat teknologi saat ini belum cukup untuk mewujudkan konsep tersebut, namun rencana kami realistis, dan ini adalah batu loncatan menuju pembangunan lift ruang angkasa." tulis Obayasig seperti dilansir DailyStar, Senin (2/10/2017).

Elevator menuju luar angkasa tersebut akan siap untuk dioperasikan pada 2050. Jika rencana ini berhasil maka sebuah langkah revolusioner perjalanan luar angkasa serta berpotensi meningkatkan perekonomian global.

Obayashi mengatakan, mereka akan membangun elevator luar angkasa dengan ketinggian 96.000 kilometer. Sistem robotik bertenaga motor magnetik linear dapat membawa sejumlah orang ataupun kargo menuju stasiun luar angkasa, hanya akan membutuhkan waktu tujuh hari perjalanan untuk sampai ke sana.

Perusahaan mengatakan bahwa fantasi yang tampak mustahil ini akan terealisasikan karena adanya karbon nanoteknologi. “Daya tarik [karbon nanoteknologi] ribuan kali lebih kuat dibandingkan kabel yang selama ini ada,” kata Yoji Ishikawa, peneliti dan manajer pengembangan di Obayashi.

Ishikawa mengaku bahwa saat ini belum dapat membuat kabel yang cukup panjang, tapi ia berkeyakinan tahun 2030 semua semakin siap.

Penelitian internasional di tahun 2012 menyimpulkan bahwa elevator luar angkasa bisa dibangun tapi paling baik diwujudkan dengan kerja sama internasional dan hal ini disepakati oleh Yoji Ishikawa.

Saat ini seluruh universitas di Jepang tengah bekerjasama untuk menyelesaikan masalah tersebut. Tiap tahunnya universitas melakukan kompetisi sehingga ilmu dapat dibagikan dan belajar dari peserta lainnya.

Sebuah tim di Universitas Kanagawa telah bekerja membangun kendaraan robotik atau pendaki robotik.

Profesor Tadashi Egami mengatakan, ketegangan pada kabel akan bervariasi bergantung pada ketinggian dan gravitasi. “Kami sedang mempelajari mekanisme terbaik yang dibutuhkan dalam proses pengreman pada suatu ketinggian,” urai Egami.

Beberapa ahli berpendapat inovasi elevator ke luar angkasa merupakan salah satu langkah untuk meninggalkan penggunaan roket yang sangat mahal dan juga berbahaya karena dengan roket harus menggunakan tenaga nuklir.

Menggunakan pesawat ulang-alik untuk membawa kargo ke luar angkasa dibutuhkan biaya sekitar USD22.000 per kilogram. Sementara untuk elevator luar angkasa, perkiraan biaya sekitar USD200.

(wbs)
Berita Terkait
Staf Ahli Mendikdasmen:...
Staf Ahli Mendikdasmen: KOSSMI 2026 Jadi Bukti Pentingnya STEM dan AI untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia
Berebut Superpower Sains
Berebut Superpower Sains
Jokowi Akui Infrastruktur...
Jokowi Akui Infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan Buat Daya Saing Indonesia Lemah
Sains yang Nirmakna
Sains yang Nirmakna
Jaring Talenta Bidang...
Jaring Talenta Bidang Sains, Kemendikbud Gelar Kompetisi Sains Nasional 2020
Sains, Corona, dan Agama
Sains, Corona, dan Agama
Berita Terkini
Untuk pertama Kalinya...
Untuk pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
22 menit yang lalu
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
6 jam yang lalu
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
8 jam yang lalu
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
11 jam yang lalu
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
1 hari yang lalu
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
1 hari yang lalu
Infografis
Prabowo ke Luar Negeri,...
Prabowo ke Luar Negeri, Indonesia Dipimpin Gibran selama Dua Minggu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved