Jaga Keamanan, Indonesia Harus Segera Perhitungkan Teknologi Enkripsi

Kamis, 03 Agustus 2017 - 23:27 WIB
Jaga Keamanan, Indonesia...
Jaga Keamanan, Indonesia Harus Segera Perhitungkan Teknologi Enkripsi
A A A
JAKARTA - Adopsi enkripsi di berbagai perusahaan secara global telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam satu dekade terakhir. Permintaan untuk kontrol dan proteksi pada aset informasi dan data perusahaan melonjak secara drastis.

Menurut penelitian yang dilakukan Ponemon Institute, jumlah perusahaan yang menerapkan enkripsi meningkat dari 15% menjadi 37% antara 2005-2016. Sementara, jumlah perusahaan yang tidak menggunakan enkripsi mengalami penurunan cukup signifikan dari 38% menjadi 15% selama periode tersebut.

Tren penggunaan enkripsi ini meningkat seiring dengan semakin tingginya angka ancaman siber setiap tahun. Di mana kesalahan karyawan menempati urutan pertama sebagai ancaman utama terhadap data penting dan rahasia, diikuti kerusakan sistem dan peretas.

Tuntutan penggunaan enkripsi semakin besar mengingat Uni Eropa akan menetapkan General Data Protection Regulation (GDPR) mulai Mei 2018 yang memaksa semua entitas bisnis di Eropa menggunakan enkripsi sebagai syarat perlindungan keamanan data.

Regulasi ini turut berlaku bagi perusahaan-perusahaan di luar Eropa apabila menjalin hubungan bisnis atau memiliki cabang usaha di benua biru tersebut. Bagi pebisnis di Tanah Air mau tidak mau harus menerapkan enkripsi jika ingin dapat berbisnis atau mempertahankan jalinan usaha mereka dengan negara-negara Eropa.

Perusahaan pengguna enkripsi memanfaatkan teknologi ini untuk berbagai keperluan. Penerapan yang paling umum adalah database, komunikasi internet, hard drive laptop dan backup server. Data yang paling sering disimpan mencakup data karyawan dan SDM, data terkait pembayaran, kekayaan intelektual serta catatan keuangan.

Adopsi enkripsi paling banyak tersebar di jasa keuangan, kesehatan dan farmasi, serta industri teknologi dan perangkat lunak.

Di tanah air, masih banyak perusahaan yang belum mengimplementasikan enkripsi sebagai bagian dari sistem keamanan mereka. Jadi tidak mengherankan jika menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika bahwa hampir setiap hari Indonesia menerima 1.225 juta serangan siber dari berbagai negara seperti dalam kasus WannaCry, Fireball dan yang terbaru Petya.

“Indonesia harus segera memperhitungkan teknologi enkripsi untuk menjawab kebutuhan keamanan perusahaan melindungi data, seperti di laptop atau komputer desktop, media penyimpanan removable, PDA, server email, atau jaringan perusahaan, termasuk melindungi data dalam transfer seperti email," ujar Technical Consultant PT Prosperita - ESET Indonesia, Yudhi Kukuh dalam siaran persnya, Kamis (8/3/2017).

"Pengguna tidak akan lagi kuatir mengakses file dari mana pun dengan aman seperti dari kantor, rumah atau di jalan. Enkripsi akan melindungi data yang dicuri atau hilang, agar tidak dapat dibaca karena dikodekan oleh mekanisme enkripsi,” jelasnya.

Yudhi menuturkan, kombinasi enkripsi data dengan penggunaan cloud storage atau external drive yang semakin marak digunakan dapat menjadi solusi ampuh dalam melakukan backup data. Setiap kali terkoneksi dengan cloud storage saat menghidupkan komputer, file yang ada hanya dapat dibaca bila tahu kunci yang digunakan untuk membukanya.

"Di sinilah peran enkripsi sangat berguna menangkal serangan dan human error yang sering terjadi.” tambah Yudhi.
(dmd)
Berita Terkait
Ancaman Kejahatan Siber...
Ancaman Kejahatan Siber Dinilai Harus Menjadi Perhatian Bersama
Fitur Verifikasi Wajah,...
Fitur Verifikasi Wajah, Antisipasi Mitra Gojek agar Terhindar Cyber Crime
Ketika Anak SMK di Didik...
Ketika Anak SMK di Didik Jadi Ahli Cyber Security
Selalu Waspada, Ancamanan...
Selalu Waspada, Ancamanan Keamanan Siber Meningkat Selama Pandemi Covid-19
9 Ancaman Siber yang...
9 Ancaman Siber yang Jadi Favorit Hacker di 2023, Mulai Game, Streaming, hingga Metaverse
Penjara di New Mexico...
Penjara di New Mexico Lumpuh Total Diserang Ransomware
Berita Terkini
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
2 jam yang lalu
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
2 jam yang lalu
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
10 jam yang lalu
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
11 jam yang lalu
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
11 jam yang lalu
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
23 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved