Teka-teki Penyebar Ransomware WannaCry Korut Ikut Dicurigai

Rabu, 17 Mei 2017 - 15:27 WIB
Teka-teki Penyebar Ransomware...
Teka-teki Penyebar Ransomware WannaCry Korut Ikut Dicurigai
A A A
JAKARTA - Serangan brutal virus Ransomware WannaCry di beberapa negara hingga kini belum terungkap siapa pelaku sebenarnya. Meski ada beberapa pihak yang mengklaim, pakar keamanan dunia maya mendapatkan bukti teknis lemah yang menghubungkan Korea Utara (Korut).

Pyongyang diyakini memiliki kemampuan dan motif untuk melakukan pemerasan dengan mengirim virus untuk menuntut uang tebusan ransomware itu sebagai kompensasi atas hilangnya pendapatan karena sanksi ekonomi Dewan Keamanan PBB.

Sejak Jumat, virus perangkat lunak "WannaCry" telah menginfeksi lebih dari 300.000 komputer di 150 negara, melumpuhkan pabrik, bank, instansi pemerintah, rumah sakit dan sistem transportasi di berbagai negara di dunia.

Para analis dari perusahaan keamanan dunia maya Symantec and Kaspersky Lab yang berbasis di California mengatakan, beberapa kode dalam versi awal perangkat lunak "WannaCry" juga muncul dalam program yang digunakan oleh Lazarus Group, yang telah diidentifikasi para pakar industri sebagai operasi peretasan milik Korea Utara.

“Saat ini kami telah menemukan beberapa hal yang kami sebut indikator lemah atau hubungan lemah antara 'WannaCry' dan kelompok ini yang sebelumnya dikenal sebagai Lazarus, periset Symantec Eric Chien seperti dilansir dari Autopro.

Dia menyebutkan, Lazarus berada di balik serangan terhadap Sony dan bank-bank Bangladesh. Tapi, indikator ini sama sekali tidak cukup untuk secara definitif mengatakan bahwa pelaku serangan ini adalah Lazarus.

Sebelumnya diberitakan, sang peretas yang menginfeksi WannaCry meminta pembayaran uang tebusan USD300 ribu senilai bitcoin. Namun, hingga hari Jumat sampai Senin, para peretas hanya mendapat uang USD50.000 setara bitcoin.

Disebutkan pula, WannaCry memanfaatkan tool senjata cyber milik dinas intel Amerika Serikat, NSA (National Security Agency), yang pada April lalu dicuri dan dibocorkan kelompok hacker bernama Shadow Broker. Tool bernama “EnternalBlue” tersebut memanfaatkan celah keamanan di sistem operasi Windows lewat eksekusi remote code SMBv1.

Lalu siapa sebenarnya, mereka? Para peneliti hingga kini masih melakukan penyelidikan dan mengantisipasi serangan kedua.
(dmd)
Berita Terkait
Ancaman Kejahatan Siber...
Ancaman Kejahatan Siber Dinilai Harus Menjadi Perhatian Bersama
Marak Tuntutan Tebusan,...
Marak Tuntutan Tebusan, Serangan Pelumpuhan Website di Indonesia Melonjak 62%
Fitur Verifikasi Wajah,...
Fitur Verifikasi Wajah, Antisipasi Mitra Gojek agar Terhindar Cyber Crime
Selalu Waspada, Ancamanan...
Selalu Waspada, Ancamanan Keamanan Siber Meningkat Selama Pandemi Covid-19
Ketika Anak SMK di Didik...
Ketika Anak SMK di Didik Jadi Ahli Cyber Security
9 Ancaman Siber yang...
9 Ancaman Siber yang Jadi Favorit Hacker di 2023, Mulai Game, Streaming, hingga Metaverse
Berita Terkini
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
9 jam yang lalu
Motorola Razr Fold Diluncurkan,...
Motorola Razr Fold Diluncurkan, Lipatan Smartphone Tidak Terlihat
18 jam yang lalu
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
20 jam yang lalu
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
1 hari yang lalu
Perkuat Gerbang Digital...
Perkuat Gerbang Digital Indonesia, TelkomGroup, NDP, dan BW Digital Hadirkan Sistem Kabel Laut NCC
1 hari yang lalu
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
1 hari yang lalu
Infografis
Kim Jong-un: Korut Lanjutkan...
Kim Jong-un: Korut Lanjutkan Pengembangan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved