Inggris Peringatkan Ransomware WannaCry Incar Sistem Pertahanan Semua Negara

Senin, 15 Mei 2017 - 11:40 WIB
Inggris Peringatkan...
Inggris Peringatkan Ransomware WannaCry Incar Sistem Pertahanan Semua Negara
A A A
LONDON - Serangan cyber dengan menggunakan ransomware WannaCry terjadi hampir di seluruh negara termasuk Inggris dan Indonesia. Bahkan Inggris menegaskan tidak menutup kemungkinan serangan ini telah mengincar sistem pertahanan negara termasuk sistem persenjataan nuklir.

Menteri Pertahanan Inggris, Michael Fallon mengakui tidak akan mengesampingkan bahwa serangan itu bisa mengincar sistem militer termasuk kapal selam nuklir Inggris yang menggunakan perangkat lunak usang dapat saja mudah diretas oleh serangan cyber massal tersebut.

Ransomware WannaCry yang menargetkan sistem komputer usang, Windows XP, membuat beberapa NHS dipercaya lumpuh pada Jumat malam. Michael Fallon saat ditanya apakah sistem tersebut digunakan di kapal selam nuklir Brill, ia bersikeras bahwa kapal selam itu aman, namun dia tidak dapat menyangkal mereka menggunakan sistem yang rentan.

"Kami mengidentifikasi ancaman cyber sebagai salah satu dari tiga ancaman utama. Kami tidak pernah mengomentari sistem pertahanan, untuk alasan keamanan, yang digunakan kapal selam kami," kata Fallon seperti dilansir dari Dailystar, Senin (15/5/2017).

"Tapi kapal selam Vanguard kami, benar-benar aman dan beroperasi walau dalam isolasi. Saya memiliki keyakinan penuh terhadap pencegah nuklir kita, saya dapat meyakinkan Anda bahwa pencegah nuklir sepenuhnya dilindungi." Dia menyimpulkan.

Sebelumnya, Rumah- rumah sakit di seluruh Inggris dilanda oleh serangan lewat internet Jumat, melumpuhkan sistem komputer mereka dan membatalkan pendaftaran pasien untuk memperoleh pelayanan kesehatan.

Menurut Dinas Pelayanan Kesehatan Nasional Inggris atau NHS, komputer-komputer rumah-sakit terkena serangan sejenis virus yang disebut “ransomware” yang menghalangi penggunaan komputer sampai para korban setuju untuk membayar uang tebusan untuk mengatasinya.

Insiden-insiden serupa sekarang telah dilaporkan di Amerika Serikat, China, Rusia, Portugal, Italia dan beberapa negara lain.

Costin Raiu, direktur Riset dan Analisis Global Kaspersky Labs, pembuat piranti lunak anti virus Rusia mengatakan telah mencatat lebih dari 45 ribu serangan di 74 negara yang menggunakan virus itu. Dikatakannya, jumlah itu terus bertambah dengan pesat.

(wbs)
Berita Terkait
5 Langkah agar Microsoft...
5 Langkah agar Microsoft Defender Antivirus Tak Aktif Sementara
Berbekal eSIM Traveling...
Berbekal eSIM Traveling 5G, Liburan di Luar Negeri Makin Mudah Akses Internet
Indosat HiFi Air Hadirkan...
Indosat HiFi Air Hadirkan Internet Rumah Instan untuk Streaming hingga WFH
Antisipasi Hoaks dengan...
Antisipasi Hoaks dengan Memeriksa Fakta dan Berita di Internet
Jerman Minta Pengguna...
Jerman Minta Pengguna Internet Tak Pakai Anti-virus Buatan Rusia
Tingkatkan Koneksi Internet...
Tingkatkan Koneksi Internet Saat Liburan, Passpod Luncurkan Program Internet KPK
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
15 jam yang lalu
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
17 jam yang lalu
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
17 jam yang lalu
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
17 jam yang lalu
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
17 jam yang lalu
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
18 jam yang lalu
Infografis
Sistem Pertahanan S-400...
Sistem Pertahanan S-400 India Dihancurkan oleh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved