Europol Sebut Semua Unsur Kejahatan gunakan Teknologi Canggih
Kamis, 16 Maret 2017 - 09:02 WIB
Europol Sebut Semua Unsur Kejahatan gunakan Teknologi Canggih
A
A
A
JAKARTA - Europol badan kepolisian Eropa memastikan kejahatan di seluruh dunia yang menggunakan teknologi tinggi, telah masuk dikejahatan penipuan dokumen, pencucian uang dan perdagangan barang-barang ilegal di internet.
"Ancaman-ancaman kriminal ini memungkinkan dan memfasilitasi sebagian besar, kalau tidak bisa dibilang semua, jenis kejahatan serius dan terorganisir lainnya, seperti narkoba dan perdagangan manusia," tulis Europol dalam website resmi mereka.
Istilah "ransomware," yang menghalangi seseorang atau sebuah perusahaan menggunakan komputer mereka sampai tebusan dibayar, telah menjadi keprihatinan besar.
Namun kejahatan-kejahatan tradisional juga sekarang semakin bergantung pada teknologi baru, seperti penggunaan pesawat nirawak untuk perdagangan narkoba, dan perampok yang menggunakan komputer untuk memantau suatu daerah dan melacak media sosial untuk melihat kapan orang-orang tidak di rumah.
Europol mengatakan ada sekitar 5.000 kelompok kejahatan internasional yang sedang diselidiki, dengan para anggota dari lebih dari 180 kewarganegaraan.
Perdagangan narkoba masih menjadi pasar kriminal terbesar di Uni Eropa, meraup laba sekitar 24 miliar euro (USD25 miliar) per tahun.
Penyelundupan manusia telah menjadi lebih menguntungkan akibat perang dan konflik di Timur Tengah dan Afrika, yang mendorong jumlah mencapai rekor dari orang-orang yang mencoba mencapai Eropa, dengan 510.000 migran ilegal menyeberang ke Uni Eropa tahun 2016.
"Hampir semua migran ilegal yang tiba di Uni Eropa di sepanjang rute-rute ini menggunakan layanan yang ditawarkan jaringan-jaringan kriminal selama perjalanan mereka," ujar Europol.
"Ancaman-ancaman kriminal ini memungkinkan dan memfasilitasi sebagian besar, kalau tidak bisa dibilang semua, jenis kejahatan serius dan terorganisir lainnya, seperti narkoba dan perdagangan manusia," tulis Europol dalam website resmi mereka.
Istilah "ransomware," yang menghalangi seseorang atau sebuah perusahaan menggunakan komputer mereka sampai tebusan dibayar, telah menjadi keprihatinan besar.
Namun kejahatan-kejahatan tradisional juga sekarang semakin bergantung pada teknologi baru, seperti penggunaan pesawat nirawak untuk perdagangan narkoba, dan perampok yang menggunakan komputer untuk memantau suatu daerah dan melacak media sosial untuk melihat kapan orang-orang tidak di rumah.
Europol mengatakan ada sekitar 5.000 kelompok kejahatan internasional yang sedang diselidiki, dengan para anggota dari lebih dari 180 kewarganegaraan.
Perdagangan narkoba masih menjadi pasar kriminal terbesar di Uni Eropa, meraup laba sekitar 24 miliar euro (USD25 miliar) per tahun.
Penyelundupan manusia telah menjadi lebih menguntungkan akibat perang dan konflik di Timur Tengah dan Afrika, yang mendorong jumlah mencapai rekor dari orang-orang yang mencoba mencapai Eropa, dengan 510.000 migran ilegal menyeberang ke Uni Eropa tahun 2016.
"Hampir semua migran ilegal yang tiba di Uni Eropa di sepanjang rute-rute ini menggunakan layanan yang ditawarkan jaringan-jaringan kriminal selama perjalanan mereka," ujar Europol.
(wbs)