Google Sikat Apple sebagai Merek Paling Berharga di Dunia
Kamis, 02 Februari 2017 - 12:58 WIB
Google Sikat Apple sebagai Merek Paling Berharga di Dunia
A
A
A
NEW YORK - Appel jatuh ke tempat kedua setelah lima tahun berada di nomor satu, disusul dengan Facebook, Samsung dan Microsoft yang berada di top 10.
Seperti dilansir dari Businessinsider, Kamis (2/1/2017), berdasarkan data penelitian Global 500 penelitian, disusun setiap tahun oleh perusahaan bisnis Brand Finance, melihat berapa banyak merek perusahaan yang akan bernilai dalam hal uang dan kekuasaan selama beberapa bulan mendatang, berdasarkan kategori termasuk hubungan emosional, dan stabilitas keuangan
Nilai Google telah melonjak 24% pada tahun lalu, sementara Apple turun 27%, yang memungkinkan Google untuk mengambil posisi teratas.
Bahkan nilai merek Google diperkirakan sebesar USD109 miliar, sementara Apple hanya di belakang di USD107 miliar.
Sementara perusahaan analitik SensorTower baru saja merilis laporan terbaru mereka mengenai pendapatan aplikasi (di luar game) di toko aplikasi App Store dan Play Store. Baik Google dan Apple rupanya meraup keuntungan besar dari toko aplikasinya.
Total pendapatan aplikasi dari Apple App Store mencapai USD 5,4 miliar di Q4 2016. Artinya naik 60% dari USD 3,4 miliar di periode yang sama tahun 2015.
Sementara Google Play Store meraih persentase yang lebih besar, yakni 82% dibandingkan tahun lalu dengan total pendapatan USD 3,3 miliar.
Jika digabungkan perkiraan total masing-masing platform adalah USD8,7 miliar, naik 67% dari tahun ke tahun.
Sedangkan total aplikasi yang diinstal di Q4 2016 diperkirakan mencapai 19,2 miliar, naik 17% dari periode yang sama di tahun 2015 lalu.
Laporan ini khusus aplikasi dan di luar games, dan pemegang rekor untuk pendapatan dari gabungan kedua platform di Q2 adalah LINE, diikuti Netflix dan Tinder. Tapi, secara keseluruhan untuk 2016, Spotify memimpin di atas LINE dan Netflix.
Pendapatan iklan Google naik 20% dari tahun lalu. Iklan desktop relatif lebih menguntungkan daripada iklan mobile. Sementara itu, Amazon berada di tempat ketiga dengan nilai merek 53%.
Perusahaan ini tumbuh dengan kuat karena terus membentuk kembali pasar ritel dan menangkap bagian yang lebih besar dari itu. Amazon Fresh, layanan kelontong perusahaan, masih terbatas skalanya namun tahun ini memperluas operasi di luar negeri untuk pertama kalinya. Amazon mengatakan akan menciptakan 100 ribu pekerjaan di Amerika Serikat selama 18 bulan ke depan.
Seperti dilansir dari Businessinsider, Kamis (2/1/2017), berdasarkan data penelitian Global 500 penelitian, disusun setiap tahun oleh perusahaan bisnis Brand Finance, melihat berapa banyak merek perusahaan yang akan bernilai dalam hal uang dan kekuasaan selama beberapa bulan mendatang, berdasarkan kategori termasuk hubungan emosional, dan stabilitas keuangan
Nilai Google telah melonjak 24% pada tahun lalu, sementara Apple turun 27%, yang memungkinkan Google untuk mengambil posisi teratas.
Bahkan nilai merek Google diperkirakan sebesar USD109 miliar, sementara Apple hanya di belakang di USD107 miliar.
Sementara perusahaan analitik SensorTower baru saja merilis laporan terbaru mereka mengenai pendapatan aplikasi (di luar game) di toko aplikasi App Store dan Play Store. Baik Google dan Apple rupanya meraup keuntungan besar dari toko aplikasinya.
Total pendapatan aplikasi dari Apple App Store mencapai USD 5,4 miliar di Q4 2016. Artinya naik 60% dari USD 3,4 miliar di periode yang sama tahun 2015.
Sementara Google Play Store meraih persentase yang lebih besar, yakni 82% dibandingkan tahun lalu dengan total pendapatan USD 3,3 miliar.
Jika digabungkan perkiraan total masing-masing platform adalah USD8,7 miliar, naik 67% dari tahun ke tahun.
Sedangkan total aplikasi yang diinstal di Q4 2016 diperkirakan mencapai 19,2 miliar, naik 17% dari periode yang sama di tahun 2015 lalu.
Laporan ini khusus aplikasi dan di luar games, dan pemegang rekor untuk pendapatan dari gabungan kedua platform di Q2 adalah LINE, diikuti Netflix dan Tinder. Tapi, secara keseluruhan untuk 2016, Spotify memimpin di atas LINE dan Netflix.
Pendapatan iklan Google naik 20% dari tahun lalu. Iklan desktop relatif lebih menguntungkan daripada iklan mobile. Sementara itu, Amazon berada di tempat ketiga dengan nilai merek 53%.
Perusahaan ini tumbuh dengan kuat karena terus membentuk kembali pasar ritel dan menangkap bagian yang lebih besar dari itu. Amazon Fresh, layanan kelontong perusahaan, masih terbatas skalanya namun tahun ini memperluas operasi di luar negeri untuk pertama kalinya. Amazon mengatakan akan menciptakan 100 ribu pekerjaan di Amerika Serikat selama 18 bulan ke depan.
(wbs)