Beberapa Hal yang Diprediksi Terjadi Terkait Keamanan Cyber 2017
Kamis, 05 Januari 2017 - 21:11 WIB
Beberapa Hal yang Diprediksi Terjadi Terkait Keamanan Cyber 2017
A
A
A
JAKARTA - Trend Micro Incorporated, perusahaan yang bergerak di bidang solusi keamanan cyber menyoroti beberapa hal yang diprediksi terjadi pada 2017. Mereka memperkirakan serangan baru dalam merancang infeksi, ditambah makin beragamnya taktik serangan yang diciptakan penjahat cyber.
"Kami terus melihat terjadinya evolusi dalam tindak kejahatan cyber di tengah makin gencarnya perubahan yang terjadi di perpetaan teknologi saat ini. Seiring makin gencarnya ransomware di tahun 2016 lalu, pertumbuhan ini diperkirakan tidak akan berlanjut lama. Karena itu diperkirakan banyak penjahat dan otak pelaku serangan cyber yang gencar mencari cara-cara serta teknik serangan baru memanfaatkan family malware yang ada," ujar Ed Cabrera, chief cybersecurity officer for Trend Micro Incorporated, dalam siaran persnya, Kamis (5/1/2017).
Berikut beberapa hal yang diprediksi terjadi pada 2017, berdasarkan analisa Trend Micro Incorporated:
Pertama, angka kemunculan keluarga baru ransomware diprediksikan tidak akan lagi setinggi tahun lalu, pertumbuhannya diperkirakan hanya sekitar 25%. Namun, mereka akan makin getol menyasar ke perangkat-perangkat Internet of Things (IoT) dan terminal komputasi non-desktop lainnya, seperti sistem PoS atau mesin-mesin ATM.
Kedua, vendor diperkirakan belum disibukkan dan sadar untuk menerapkan perlindungan pada perangkat IoT dan IIoT mereka secepatnya dalam mencegah denial of service ataupun jenis serangan lainnya.
Ketiga, celah-celah vulnerability baru diperkirakan akan terus terungkap di Apple dan Adobe, yang kemudian akan ditambahkan ke exploit kits.
Keempat, dengan sekitar 46% penduduk dunia diperkirakan telah terkoneksi ke Internet, propaganda cyber akan terus gencar dilakukan seiring bergulirnya tampuk-tampuk baru kepemimpinan dunia dan berpotensi akan menggoyang opini publik dengan informasi-informasi yang tidak akurat.
Kelima, seperti yang bisa dilihat dari serangan terhadap Bangladesh Bank di awal 2016 lalu, jenis serangan BEC akan terus dilancarkan yang pada akhirnya akan mengganggu proses-proses bisnis yang tengah berjalan dan meraup keuntungan dari hal tersebut. Serangan-serangan BEC juga akan makin garang dalam melakukan serangan dan pemerasan ke bisnis-bisnis memanfaatkan karyawan-karyawan yang kurang teredukasi dengan benar soal keamanan.
Keenam, serangan tertarget menggunakan metode baru yang akan difokuskan pada bagaimana menghindari teknik-teknik deteksi modern yang memungkinkan penjahat menarget beragam organisasi atau perusahaan berbeda.
"Kami terus melihat terjadinya evolusi dalam tindak kejahatan cyber di tengah makin gencarnya perubahan yang terjadi di perpetaan teknologi saat ini. Seiring makin gencarnya ransomware di tahun 2016 lalu, pertumbuhan ini diperkirakan tidak akan berlanjut lama. Karena itu diperkirakan banyak penjahat dan otak pelaku serangan cyber yang gencar mencari cara-cara serta teknik serangan baru memanfaatkan family malware yang ada," ujar Ed Cabrera, chief cybersecurity officer for Trend Micro Incorporated, dalam siaran persnya, Kamis (5/1/2017).
Berikut beberapa hal yang diprediksi terjadi pada 2017, berdasarkan analisa Trend Micro Incorporated:
Pertama, angka kemunculan keluarga baru ransomware diprediksikan tidak akan lagi setinggi tahun lalu, pertumbuhannya diperkirakan hanya sekitar 25%. Namun, mereka akan makin getol menyasar ke perangkat-perangkat Internet of Things (IoT) dan terminal komputasi non-desktop lainnya, seperti sistem PoS atau mesin-mesin ATM.
Kedua, vendor diperkirakan belum disibukkan dan sadar untuk menerapkan perlindungan pada perangkat IoT dan IIoT mereka secepatnya dalam mencegah denial of service ataupun jenis serangan lainnya.
Ketiga, celah-celah vulnerability baru diperkirakan akan terus terungkap di Apple dan Adobe, yang kemudian akan ditambahkan ke exploit kits.
Keempat, dengan sekitar 46% penduduk dunia diperkirakan telah terkoneksi ke Internet, propaganda cyber akan terus gencar dilakukan seiring bergulirnya tampuk-tampuk baru kepemimpinan dunia dan berpotensi akan menggoyang opini publik dengan informasi-informasi yang tidak akurat.
Kelima, seperti yang bisa dilihat dari serangan terhadap Bangladesh Bank di awal 2016 lalu, jenis serangan BEC akan terus dilancarkan yang pada akhirnya akan mengganggu proses-proses bisnis yang tengah berjalan dan meraup keuntungan dari hal tersebut. Serangan-serangan BEC juga akan makin garang dalam melakukan serangan dan pemerasan ke bisnis-bisnis memanfaatkan karyawan-karyawan yang kurang teredukasi dengan benar soal keamanan.
Keenam, serangan tertarget menggunakan metode baru yang akan difokuskan pada bagaimana menghindari teknik-teknik deteksi modern yang memungkinkan penjahat menarget beragam organisasi atau perusahaan berbeda.
(dmd)