Mobile Masih Akan Menjadi Tren E-commerce Travel
Kamis, 24 November 2016 - 20:08 WIB
Mobile Masih Akan Menjadi Tren E-commerce Travel
A
A
A
JAKARTA - Sepanjang 2016 Tiket.com telah memfokuskan diri untuk mengembangkan website mobile demi memudahkan para konsumen. Pasalnya mobile menjadi salah satu tren yang tidak dapat terelakkan sepanjang tahun ini.
Meski begitu, Chief Communication Officer & Co-Founder Tiket.com, Gaery Undarsa melihat kedepannya tren mobile masih akan terus berlanjut meski 2016 telah berakhir.
"Kita lihat, 2017 tren mobile masih akan terus berlanjut. Jadi kita masih akan terus dikembangkan," ujar Gaery, di Jakarta, Kamis (24/11/2016).
Selain itu, sepanjang 2017 e-Commerce yang terintegrasi dalam bidang perjalanan ini juga akan memfokuskan diri pada industri hotel. Setelah dilihat industri perhotelan di Indonesia memiliki pertumbuhan yang paling tinggi di kawasan Asia Tenggara.
"Satu yang kita fokuskan pada 2017 adalah hotel. Kita sekarang cuma terhubung dengan sekitar 3500 - 5000 hotel. Sedangkan jumlah property hotel di Indonesia itu ada sekitar 20 ribuan yang berbintang. Jadi kalau di hotel kita bisa dibilang masih culun banget," ungkapnya.
Dalam hal ini, Gaery mengungkapkan e-Commerce travel di beberapa negara memang lebih fokus pada penawaran hotel. Sedangkan layanan pesawat hanya menjadi penunjang.
"Jadi kita rasa tantangannya akan begitu besar di industri ini. Selain itu dari segi bisnis dan dari segi komisi peluangnya juga masih sangat besar. Bahkan kalau dari segi komisi hotel masih double digit," tutup Gaery.
Meski begitu, Chief Communication Officer & Co-Founder Tiket.com, Gaery Undarsa melihat kedepannya tren mobile masih akan terus berlanjut meski 2016 telah berakhir.
"Kita lihat, 2017 tren mobile masih akan terus berlanjut. Jadi kita masih akan terus dikembangkan," ujar Gaery, di Jakarta, Kamis (24/11/2016).
Selain itu, sepanjang 2017 e-Commerce yang terintegrasi dalam bidang perjalanan ini juga akan memfokuskan diri pada industri hotel. Setelah dilihat industri perhotelan di Indonesia memiliki pertumbuhan yang paling tinggi di kawasan Asia Tenggara.
"Satu yang kita fokuskan pada 2017 adalah hotel. Kita sekarang cuma terhubung dengan sekitar 3500 - 5000 hotel. Sedangkan jumlah property hotel di Indonesia itu ada sekitar 20 ribuan yang berbintang. Jadi kalau di hotel kita bisa dibilang masih culun banget," ungkapnya.
Dalam hal ini, Gaery mengungkapkan e-Commerce travel di beberapa negara memang lebih fokus pada penawaran hotel. Sedangkan layanan pesawat hanya menjadi penunjang.
"Jadi kita rasa tantangannya akan begitu besar di industri ini. Selain itu dari segi bisnis dan dari segi komisi peluangnya juga masih sangat besar. Bahkan kalau dari segi komisi hotel masih double digit," tutup Gaery.
(wbs)