Ingin Abadi di Dunia, Gadis Ini Tuntut Gunakan Metode Cryonic

Selasa, 22 November 2016 - 06:04 WIB
Ingin Abadi di Dunia,...
Ingin Abadi di Dunia, Gadis Ini Tuntut Gunakan Metode Cryonic
A A A
LONDON - Seorang gadis Inggris yang sudah meninggal, yang saat masih hidup meminta untuk diawetkan kini menjadi kenyataan. Dia memenangkan kasusnya yang menuntut supaya mayatnya dibekukan dengan metode Cryonic

Seperti dilansir dari Cryonic, gadis itu yang tidak disebutkan namanya, meninggal bulan lalu akibat kanker namun dia sempat menghadiri sidang menuntut supaya mayatnya diawetkan dan dibekukan.

Ibu dari gadis itu berhak melakukan apa saja prosedur terhadap mayat anaknya yang telah diterbangkan ke Amerika Serikat (AS) setelah meninggal dunia di London.

Dalam sidang yang berlangsung sebelum kematiannya, gadis itu ingin jasadnya dibekukan melalui metode cryonics dengan harapan dia bisa kembali pada masa depan.

Remaja itu juga dikatakan sempat browsing internet untuk mendapatkan informasi tentang metode cryonics ketika bulan-bulan terakhir hidupnya. Dalam wasiatnya, remaja itu menjelaskan kepada hakim bahwa dia ingin hidup lama dan tidak ingin dikubur di dalam kubur.

"Saya percaya teknik pembekuan ini memberi kesempatan kepada saya untuk pulih dan hidup kembali meskipun selama ratusan tahun lagi," katanya.

Hakim, Justice Peter Jackson mengatakan, keputusannya dalam kasus itu bukan tentang hak atau kesalahan metode cryonics namun ia adalah tentang perselisihan antara orang tua gadis tersebut yang telah berpisah.

Cryonic merupakan teknik pembekuan mayat agar selnya tidak rusak, sehingga bisa dibangkitkan lagi suatu saat nanti. Penemunya adalah Robert Ettinger, yang baru-baru ini meninggal dunia dan menjadi pasien ke-106 yang memanfaatkan teknologi ini.

Saat ini terdapat fasilitas pengawetan tubuh dengan metode kriogenik di Amerika Serikat dan Rusia di mana tubuh diawetkan dalam nitrogen cair dalam suhu sangat rendah (lebih rendah dari 130 derajat Celcius).

Biaya pengawetan tubuh untuk waktu yang tak terhingga pada kasus ini ditetapkan sebesar £37.000 atau setara Rp 610,45 juta yang ditanggung keluarga ibu pemohon. Ketika ini, hanya AS dan Rusia memiliki fasilitas cryonics yang memungkinkan
(wbs)
Berita Terkait
Staf Ahli Mendikdasmen:...
Staf Ahli Mendikdasmen: KOSSMI 2026 Jadi Bukti Pentingnya STEM dan AI untuk Masa Depan Pendidikan Indonesia
Berebut Superpower Sains
Berebut Superpower Sains
Jokowi Akui Infrastruktur...
Jokowi Akui Infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan Buat Daya Saing Indonesia Lemah
Sains yang Nirmakna
Sains yang Nirmakna
Jaring Talenta Bidang...
Jaring Talenta Bidang Sains, Kemendikbud Gelar Kompetisi Sains Nasional 2020
Sains, Corona, dan Agama
Sains, Corona, dan Agama
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
1 hari yang lalu
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
1 hari yang lalu
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
1 hari yang lalu
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
1 hari yang lalu
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
1 hari yang lalu
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
1 hari yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved