Google Sajikan Pengalaman Nikmati Museum Melalui Ruang Digital
Kamis, 27 Oktober 2016 - 16:44 WIB
Google Sajikan Pengalaman Nikmati Museum Melalui Ruang Digital
A
A
A
JAKARTA - Indonesia terkenal dengan begitu banyak peninggalan budaya dan sejarah. Namun sayangnya hal ini baru bisa dinikmati setelah melakukan kunjungan ke museum.
Sebagai upaya untuk melestarikan warisan budaya tersebut, hari ini 7 museum dan institusi di Indonesia ditambahkan kedalam platform Google Arts dan Culture lewat sebuah teknologi bernama Art Camera dan Google Cardboard. Dimana pada dasarnya teknologi ini dapat menangkap objek dengan lebih detail.
"Ada begitu banyak kekayaan dan material penting dari kultur Indonesia yang sebelumnya hanya dapat dikunjungi oleh mereka yang cukup beruntung dapat mengunjungi museum. Google Arts dan Culture adalah usaha kami untuk membuat material budaya teesedia dan dapat diakses oleh siapa saja, melestarikannya secara digital untuk kepentingan edukasi dan menginspirasi generasi mendatang," ujar Program Manager, Google Culture Institute, Dennis Dizon, di Jakarta, Kamis (27/10/2016).
Sementara itu, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid mengatakan, "Kami menyambut baik upaya digitalisasi warisan tradisi budaya yang dilakukan atas inisiatif Google Arts dan Culture. Ke depannya usaha seperti ini tentu perlu terus dikembangkan agar kekayaan warisan budaya Indonesia dapat masuk dalam imajinasi warga dunia."
Adapun 7 museum tersebut adalah museum Tekstil dan Museum Seni Rupa dan Keramik, Galeri Batik, Monumen Nasional, Museum Purbakala Sanhiran, Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Yayasan Biennale Yogyakarta, dan Agung Rai Museum of Art.
Dengan peluncuran ini, semua koleksi dari total 8 museum dan tempat bersejarah di Indonesia secara reami dapat diakses dan dijelajahi oleh siapapun yang memiliki koneksi internet aplikasi Google Arts dan Culture di perangkat Android dan iOS.
Sebagai upaya untuk melestarikan warisan budaya tersebut, hari ini 7 museum dan institusi di Indonesia ditambahkan kedalam platform Google Arts dan Culture lewat sebuah teknologi bernama Art Camera dan Google Cardboard. Dimana pada dasarnya teknologi ini dapat menangkap objek dengan lebih detail.
"Ada begitu banyak kekayaan dan material penting dari kultur Indonesia yang sebelumnya hanya dapat dikunjungi oleh mereka yang cukup beruntung dapat mengunjungi museum. Google Arts dan Culture adalah usaha kami untuk membuat material budaya teesedia dan dapat diakses oleh siapa saja, melestarikannya secara digital untuk kepentingan edukasi dan menginspirasi generasi mendatang," ujar Program Manager, Google Culture Institute, Dennis Dizon, di Jakarta, Kamis (27/10/2016).
Sementara itu, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid mengatakan, "Kami menyambut baik upaya digitalisasi warisan tradisi budaya yang dilakukan atas inisiatif Google Arts dan Culture. Ke depannya usaha seperti ini tentu perlu terus dikembangkan agar kekayaan warisan budaya Indonesia dapat masuk dalam imajinasi warga dunia."
Adapun 7 museum tersebut adalah museum Tekstil dan Museum Seni Rupa dan Keramik, Galeri Batik, Monumen Nasional, Museum Purbakala Sanhiran, Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Yayasan Biennale Yogyakarta, dan Agung Rai Museum of Art.
Dengan peluncuran ini, semua koleksi dari total 8 museum dan tempat bersejarah di Indonesia secara reami dapat diakses dan dijelajahi oleh siapapun yang memiliki koneksi internet aplikasi Google Arts dan Culture di perangkat Android dan iOS.
(wbs)