Tinggalkan China, Indonesia Jadi Sasaran Grab dan Uber
Selasa, 20 September 2016 - 23:17 WIB
Tinggalkan China, Indonesia Jadi Sasaran Grab dan Uber
A
A
A
JAKARTA - Keluar dari China, Grab, pesaing utama layanan angkutan Uber Technologies Inc [UBER.UL] beralih fokus memperluas pasar di kawasan Asia Tenggara. Di mana pasar utama yang mereka bidik adalah Indonesia.
Dilansir dari Reuters, Selasa (20/9/2016), Indonesia diyakini akan menjadi medan tempur raksasa layanan angkutan online tersebut. Di mana Grab telah menambah pendanaannya setelah mendapatkan kucuran USD750 juta, hanya sebulan setelah layanan angkutan lokal Go-Jek meraup USD550 juta. Sementara Uber menggeser fokusnya menyusul keputusan menjual operasional di China kepada Didi ChuXing.
Menurut sumber, sejak meninggalkan China pada Agustus lalu, Uber telah menambah kekuatan sumber daya, staf dan teknologi di Asia Tenggara sebanyak dua kali lipat.
Bahkan, secara khusus mereka memfokuskan kembali lebih dari 150 insinyur untuk bekerja pada operasi di kawasan ini. Adapun nilai pendanaan terbaru disebutkan lebih dari USD3 miliar. Hal ini meningkatkan posisi modal mereka lebih dari USD1 miliar, dengan sebagian investor berasal dari institusi Amerika Serikat dan China.
Di sisi lain, Grab berusaha memperluas layanannya di Asia Tenggara melalui pendanaan dari SoftBank Group dengan investor baru.
Indonesia diyakini akan menjadi medan pertempuran utama dalam bisnis angkutan online seiring kelas menengah yang sedang berkembang, dengan demografi internet-savvy.
Grab sendiri memiliki pangsa pasar 95% di jasa taksi, sementara bisnis mobil lebih dari setengah pasar Asia Tenggara.
Selain memperluas layanan angkutan online, Grab mengatakan akan berinvestasi dalam layanan pembayaran mobile di suatu wilayah dengan kondisi perbankan dan penetrasi kartu kredit yang terbatas.
"Dana tambahan dan diversifikasi akan memberikan Grab penyangga untuk menangkis serangan Uber," kata Rushabh Doshi, analis peneliti Canalys.
Sejak diluncurkan pada 2012, perusahaan telah berkembang ke layanan sepeda motor (Grab Bike), angkutan mobil (Grab Car) dan jasa pengiriman barang. Dalam ekspansinya mereka bekerja sama dengan konglomerat nasional Lippo Group pada platform pembayaran mobile di pasar Indonesia.
Dilansir dari Reuters, Selasa (20/9/2016), Indonesia diyakini akan menjadi medan tempur raksasa layanan angkutan online tersebut. Di mana Grab telah menambah pendanaannya setelah mendapatkan kucuran USD750 juta, hanya sebulan setelah layanan angkutan lokal Go-Jek meraup USD550 juta. Sementara Uber menggeser fokusnya menyusul keputusan menjual operasional di China kepada Didi ChuXing.
Menurut sumber, sejak meninggalkan China pada Agustus lalu, Uber telah menambah kekuatan sumber daya, staf dan teknologi di Asia Tenggara sebanyak dua kali lipat.
Bahkan, secara khusus mereka memfokuskan kembali lebih dari 150 insinyur untuk bekerja pada operasi di kawasan ini. Adapun nilai pendanaan terbaru disebutkan lebih dari USD3 miliar. Hal ini meningkatkan posisi modal mereka lebih dari USD1 miliar, dengan sebagian investor berasal dari institusi Amerika Serikat dan China.
Di sisi lain, Grab berusaha memperluas layanannya di Asia Tenggara melalui pendanaan dari SoftBank Group dengan investor baru.
Indonesia diyakini akan menjadi medan pertempuran utama dalam bisnis angkutan online seiring kelas menengah yang sedang berkembang, dengan demografi internet-savvy.
Grab sendiri memiliki pangsa pasar 95% di jasa taksi, sementara bisnis mobil lebih dari setengah pasar Asia Tenggara.
Selain memperluas layanan angkutan online, Grab mengatakan akan berinvestasi dalam layanan pembayaran mobile di suatu wilayah dengan kondisi perbankan dan penetrasi kartu kredit yang terbatas.
"Dana tambahan dan diversifikasi akan memberikan Grab penyangga untuk menangkis serangan Uber," kata Rushabh Doshi, analis peneliti Canalys.
Sejak diluncurkan pada 2012, perusahaan telah berkembang ke layanan sepeda motor (Grab Bike), angkutan mobil (Grab Car) dan jasa pengiriman barang. Dalam ekspansinya mereka bekerja sama dengan konglomerat nasional Lippo Group pada platform pembayaran mobile di pasar Indonesia.
(dmd)