Tiga Hal Ini Membuat Roadmap e-Commerce Tak Kunjung Rampung

Rabu, 10 Februari 2016 - 11:35 WIB
Tiga Hal Ini Membuat...
Tiga Hal Ini Membuat Roadmap e-Commerce Tak Kunjung Rampung
A A A
JAKARTA - Roadmap e-commerce sebenarnya telah dibahas sejak awal tahun 2015 oleh delapan kementerian dan lembaga setingkatnya. Aturan tersebut membahas berbagai masalah yang harus dibenahi oleh para pelaku e-commerce, seperti pendanaan dan investasi, logistik, perpajakan, infrastruktur ICT, perlindungan konsumen dan perizinan.‬

Aturan tersebut juga dibagi menjadi tiga bagian, yaitu untuk start up, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), serta perusahaan yang sudah established seperti BliBli, Zalora, dan Lazada. Namun entah mengapa sampai saat ini aturan tersebut tak kunjung rampung.

Head of Information Resillience Division pada Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Kun Arief Cahyantoro mengungkapkan, ada tiga hal yang masih perlu digodok agar aturannya matang.

"Roadmap e-commerce masih menunggu tiga hal lagi agar aturannya tidak berubah-ubah lagi. Diantaranya, harus menunggu RUU ITE, PP No 82/2012 tentang penyelenggaraan sistem dan dan transaksi elektronik serta RUU Perlindungan Data Pribadi," ujarnya kepada Sindonews belum lama ini.

Lebih lanjut, dirinya memprediksi, Roadmap tidak akan rampung sebelum ketiga hal tersebut dapat terselesaikan. Pasalnya, ketiga hal tersebut merupakan frame work untuk menyesuaikan regulasi Roadmap e-commerce yang akan mengatur, diantaranya keberadaan pemain e-commerce asing dan lokal di Tanah Air.

Dalam hal ini, dirinya tidak menampikan bahwa Roadmap e-commerce bisa saja diselesaikan dengan cepat tanpa harus molor dari waktu yang ditentukan.

"Roadmap e-commerce sebenarnya bisa saja segera rampung. Akan tetap kalau nantinya RUU ITE, PP No 82/2012 dan RUU Perlindungan Data Pribadinya dibuat belakangan dan ternyata tidak sesuai nantinya malah bisa berubah lagi, makanya kita menunggu ketiganya ini selesai dulu," ungkap Kun.

Baca:
e-Commerce Asing Akan Kena Pajak Khusus
(dyt)
Berita Terkait
Ramaikan Pasar e-commerce,...
Ramaikan Pasar e-commerce, Market America Worldwide | SHOP.COM Resmi Masuk Indonesia
Waspada, Social Commerce...
Waspada, Social Commerce Bakal Digerus AI Commerce
Ipsos 2025 Membedah:...
Ipsos 2025 Membedah: Bagaimana UMKM dan Brand Lokal Berjuang di Arena E-Commerce?
ABC Berdayakan Para...
ABC Berdayakan Para Ibu Melalui Social Commerce
Ganjar Pranowo Komentari...
Ganjar Pranowo Komentari Social Commerce TikTok Shop, Apa Bedanya dengan Ecommerce?
Terkuak, Ini E-Commerce...
Terkuak, Ini E-Commerce No.1 Pilihan Penjual dan Pembeli
Berita Terkini
PBB Menyerukan Penguatan...
PBB Menyerukan Penguatan Tata Kelola Kecerdasan Buatan
2 jam yang lalu
Ilmuwan Klaim Berhasil...
Ilmuwan Klaim Berhasil Menghitung Waktu Akhir Kehidupan Bumi
3 jam yang lalu
Mengapa Orbit Bumi Berputar...
Mengapa Orbit Bumi Berputar Tak Terkendali? Ternyata Ini Penyebabnya
6 jam yang lalu
Video Prototipe Project...
Video Prototipe Project Aion Ungkap Konsep Sistem Operasi AI Microsoft
11 jam yang lalu
Cdidel Sandy Harianto:...
Cdidel Sandy Harianto: dari Iseng Nonton Live Streaming, Kini Jadi Idola Pemain Car Driving Indonesia
1 hari yang lalu
Percepat Transformasi,...
Percepat Transformasi, Telkom Sukses Tuntaskan Restrukturisasi 10 Entitas Bisnis
1 hari yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved