Pemerintah Tidak Kasih Izin Google Uji Proyek di Tanah Air
Selasa, 17 November 2015 - 17:44 WIB
Pemerintah Tidak Kasih Izin Google Uji Proyek di Tanah Air
A
A
A
JAKARTA - Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia, membuat kita tidak dapat menutup diri dari sebuan konten asing. Bahkan, perusahaan teknologi seperti Google siap melakukan proyek uji coba bersama tiga operator asal Indonesia.
Hal ini tentu saja butuh kejelian Pemerintah, guna mengantisipasi apa saja yang tidak diinginkan, seperti kebocoran data negara. Ditanyai mengenai hal ini, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara menjelaskan, tujuan Google bersama ketiga operator tersebut sifatnya hanya uji coba teknis.
"Akan tetapi, pada prinsipnya Pemerintah tidak akan memberikan izin penyelenggaraan kepada Google. Sebab, Pemerintah mau melakukan efisisensi, jadi tidak ada alasan untuk menambah frekuensi lagi. Lagi pula frekuensi yang kita miliki sudah habis," terangnya.
Menkominfo menjabarkan, Indonesia memiliki akses terhadap perkembangan teknologi. Dan tidak ada sisi komersial terkait proyek ini.
"Untuk pelanggan juga tetap akan jadi pelanggan operator bukan menjadi pelanggan google. Jadi ke khawatiran akan data yang bisa diambil itu tidak ada, sebab semuanya akan tetap terecord di operator, paparnya.
Diberitakan sebelumnya, Google bersama tiga operator seluler tanah air yaitu Indosat, Telkomsel, dan XL Axiata telah melakukan kesepakatan untuk memulai pengujian Project Loon pada 2016. Loon merupakan menara telepon seluler yang nantinya akan mengangkasa dengan angin stratosferik di ketinggian dua kali lipat dari ketinggian pesawat komersial atau 20 km di atas bumi, di mana masing-masing balon ini memancarkan koneksi Internet ke permukaan bumi. Bila salah satu balon ini keluar jalur, yang baru akan menggantikannya.
Hal ini tentu saja butuh kejelian Pemerintah, guna mengantisipasi apa saja yang tidak diinginkan, seperti kebocoran data negara. Ditanyai mengenai hal ini, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara menjelaskan, tujuan Google bersama ketiga operator tersebut sifatnya hanya uji coba teknis.
"Akan tetapi, pada prinsipnya Pemerintah tidak akan memberikan izin penyelenggaraan kepada Google. Sebab, Pemerintah mau melakukan efisisensi, jadi tidak ada alasan untuk menambah frekuensi lagi. Lagi pula frekuensi yang kita miliki sudah habis," terangnya.
Menkominfo menjabarkan, Indonesia memiliki akses terhadap perkembangan teknologi. Dan tidak ada sisi komersial terkait proyek ini.
"Untuk pelanggan juga tetap akan jadi pelanggan operator bukan menjadi pelanggan google. Jadi ke khawatiran akan data yang bisa diambil itu tidak ada, sebab semuanya akan tetap terecord di operator, paparnya.
Diberitakan sebelumnya, Google bersama tiga operator seluler tanah air yaitu Indosat, Telkomsel, dan XL Axiata telah melakukan kesepakatan untuk memulai pengujian Project Loon pada 2016. Loon merupakan menara telepon seluler yang nantinya akan mengangkasa dengan angin stratosferik di ketinggian dua kali lipat dari ketinggian pesawat komersial atau 20 km di atas bumi, di mana masing-masing balon ini memancarkan koneksi Internet ke permukaan bumi. Bila salah satu balon ini keluar jalur, yang baru akan menggantikannya.
(dyt)