Kaleidoskop Sains: 5 Badai Matahari yang Mengejutkan Tahun 2022

Selasa, 27 Desember 2022 - 09:22 WIB
loading...
A A A
Peristiwa ini, yang dikenal sebagai aurora proton terisolasi, terjadi ketika partikel matahari menabrak magnetosfer Bumi dan bergerak menuruni garis medan magnet. Hasilnya adalah aurora hijau redup dan tambal sulam yang terletak lebih jauh dari kutub daripada aurora normal.

Baca juga; Teleskop James Webb Rekam Penampilan Planet Jupiter dengan Aurora yang Indah

Aurora ini menghasilkan oksida nitrogen dan oksida hidrogen, yang bereaksi dengan ozon. Untungnya, selama badai ini, aurora terjadi di mesosfer, lapisan ketiga atmosfer, bukan di stratosfer, lapisan kedua atmosfer. Ini berarti bagian terbawah dari lapisan ozon tetap utuh dan terus memberikan penghalang yang efektif terhadap radiasi ultraviolet.

5. Badai Matahari dari Bintik Raksasa
Kaleidoskop Sains: 5 Badai Matahari yang Mengejutkan Tahun 2022


Bintik matahari masif, kira-kira berukuran sama dengan Bumi, tiba-tiba membesar dua kali lipat selama periode 24 jam awal tahun ini. Bintik matahari masif, yang disebut AR3038, tumbuh dengan diameter sekitar 19.800 mil atau 31.900 km.

Baca juga; Dalam 24 Jam Bintik Raksasa Matahari Ukurannya Jadi 31.900 Km, Posisi Mengarah ke Bumi

Para ilmuwan memperingatkan bahwa bintik hitam raksasa, yang terletak di dekat khatulistiwa matahari, memiliki kapasitas untuk menyemburkan beberapa suar kelas-M yang kuat. Meskipun bintik matahari mengarah ke Bumi selama sekitar dua minggu, namun Bumi terhindar dari serangan langsung badai matahari.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia dan China Siap...
Rusia dan China Siap Halau Badai Matahari
Keajaiban Tibet: Ribuan...
Keajaiban Tibet: Ribuan Panel Surya Ubah Tanah Mati Jadi Subur, Kok Bisa?
Ilmuwan Jepang Kembangkan...
Ilmuwan Jepang Kembangkan Kapal Pesiar untuk Hasilkan Energi Bersih dari Topan
NASA Deteksi Semburan...
NASA Deteksi Semburan Flare Matahari Kembali Normal
Badai Tropis Humberto...
Badai Tropis Humberto Terbentuk di Atlantik Ancam Kepulauan Azores
Badai Pasir Haboob Menelan...
Badai Pasir Haboob Menelan Arizona Langit Jadi Gelap
Peringatan Dini Badai...
Peringatan Dini Badai Monsun dari Thailand hingga Malaysia, Begini Penjelasan BMKG
Pantau Badai Monsun...
Pantau Badai Monsun di Teluk Benggala, BMKG Ungkap Dampaknya ke Indonesia
Hujan Badai di Bekasi,...
Hujan Badai di Bekasi, Pohon Tumbang hingga Atap Rumah Hancur
Rekomendasi
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Komisi XII Ingatkan Dampaknya terhadap Daya Beli
Tersangka Kasus Bea...
Tersangka Kasus Bea Cukai Gunakan 'Dana Operasional' untuk Beli iPhone Istri
Boni Hargens Apresiasi...
Boni Hargens Apresiasi Gagasan Resiprokalitas Kapolri
Berita Terkini
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved