Mengenal Sesar Opak yang Aktif dan Punya Karakter Unik
Selasa, 13 Desember 2022 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
Mencari lokasi Sesar Opak secara tepat, menurut jurnal Irham Nurwidyanto, Kirbani Sri Brotopuspito, Waluyo dan Sismanto yang diterbitkan Jurusan Fisika FMIPA UGM, sulit untuk diketahui.
Diperkirakan Sesar Opak membentang sepanjang aliran Sungai Opak dari Prambanan sampai muaranya di sebelah barat Parangtritis. Muara Sungai Opak sendiri merupakan bagian dari dataran rendah Yogyakarta.
Daerah ini terbentuk dari susunan endapan fluvio volkanik Gunung Merapi. Sebelah timur Sungai Opak tersusun batuan sedimen dan dataran tinggi di Wonosari terdiri dari batu gamping terumbu dan lain-lain.
Baca juga; 6.000 Orang Lebih Meninggal, BMKG Kenang Gempa Yogya dan Jateng
Dalam jurnal UGM milik Egie Wijaksono, Sesar Opak diperkirakan memiliki kedalaman rata-rata sekitar 55 meter sampai 82 meter dengan pergeseran berkisar antara 5 meter sampai 10 meter. Sampai saat ini penelitian terkait Sesar Opak terus dilakukan guna memahami sifat alami dari patahan tektonik ini.
Terbaru, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan penyisiran jalur Sesar Opak guna memitigasi potensi gempa di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 10 Januari 2021. Survei dan kajian geologi tersebut mengambil lokasi di enam titik, yaitu Kalidadap, Goa Cerme, Lenteng Satu, Kedungrejo, Kedung Tolok, dan Sungai Kaliurang.
“Keenam lokasi tersebut dipilih karena termasuk dalam jalur Sesar Opak,” ungkap Kepala BMKG. Dwikorita Karnawati dikutip dari laman resmi BMKG.
Diperkirakan Sesar Opak membentang sepanjang aliran Sungai Opak dari Prambanan sampai muaranya di sebelah barat Parangtritis. Muara Sungai Opak sendiri merupakan bagian dari dataran rendah Yogyakarta.
Daerah ini terbentuk dari susunan endapan fluvio volkanik Gunung Merapi. Sebelah timur Sungai Opak tersusun batuan sedimen dan dataran tinggi di Wonosari terdiri dari batu gamping terumbu dan lain-lain.
Baca juga; 6.000 Orang Lebih Meninggal, BMKG Kenang Gempa Yogya dan Jateng
Dalam jurnal UGM milik Egie Wijaksono, Sesar Opak diperkirakan memiliki kedalaman rata-rata sekitar 55 meter sampai 82 meter dengan pergeseran berkisar antara 5 meter sampai 10 meter. Sampai saat ini penelitian terkait Sesar Opak terus dilakukan guna memahami sifat alami dari patahan tektonik ini.
Terbaru, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan penyisiran jalur Sesar Opak guna memitigasi potensi gempa di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 10 Januari 2021. Survei dan kajian geologi tersebut mengambil lokasi di enam titik, yaitu Kalidadap, Goa Cerme, Lenteng Satu, Kedungrejo, Kedung Tolok, dan Sungai Kaliurang.
“Keenam lokasi tersebut dipilih karena termasuk dalam jalur Sesar Opak,” ungkap Kepala BMKG. Dwikorita Karnawati dikutip dari laman resmi BMKG.
Lihat Juga :