Ilmuwan Google Bikin Lubang Cacing Holografik, Dapat Dilintasi Komputer Kuantum
Kamis, 01 Desember 2022 - 23:59 WIB
loading...
A
A
A
Maria Spiropulu profesor fisika di Caltech dalam pernyataan pers, mengatakan bahwa penelitian ini merupakan langkah penting bagi para ilmuwan dalam menggunakan komputer kuantum untuk lebih memahami aspek sains tentang lubang cacing yang disebut gravitasi kuantum. Deskripsi gravitasi seperti itu dapat membantu para ilmuwan menyatukan mekanika kuantum dan dunia fisika yang klasik.
Pendekatan komputasi ini menawarkan wawasan yang melengkapi pengamatan dari, misalnya, proyek Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory (LIGO) MIT dan CalTech. Proyek ini berupaya mendeteksi dan menyelidiki gelombang gravitasi di alam semesta.
Baca juga; Teleskop Luar Angkasa Hubble Rekam Bintang Mati yang Mengkanibal Kosmik, Jadi Bukti Proses Pembentukan Planet
“Itu tidak menggantikan penyelidikan langsung gravitasi kuantum seperti yang direncanakan LIGO atau eksperimen lain menggunakan penginderaan kuantum. Namun, ini menawarkan testbed yang kuat untuk melatih gagasan teori string dan gravitasi kuantum,” kata Spiropulu dikutip dari laman vice, Kamis (1/12/2022).
Jadi, apakah para ilmuwan membuka lubang hitam pemakan cahaya yang berbahaya di laboratorium untuk mendemonstrasikan sains ini? Tentu saja tidak. Menurut Spiropulu, eksperimen ini tidak menciptakan pemecah ruang waktu.
Untuk memahami perbedaan ini, penting untuk terlebih dahulu memahami apa yang dimaksud Spiropulu dan rekannya saat mereka mengatakan "holografik". Dalam kehidupan sehari-hari, istilah tersebut mungkin mengingatkan kita pada trik cahaya murah yang menghasilkan gambar 3D virtual.
Pendekatan komputasi ini menawarkan wawasan yang melengkapi pengamatan dari, misalnya, proyek Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory (LIGO) MIT dan CalTech. Proyek ini berupaya mendeteksi dan menyelidiki gelombang gravitasi di alam semesta.
Baca juga; Teleskop Luar Angkasa Hubble Rekam Bintang Mati yang Mengkanibal Kosmik, Jadi Bukti Proses Pembentukan Planet
“Itu tidak menggantikan penyelidikan langsung gravitasi kuantum seperti yang direncanakan LIGO atau eksperimen lain menggunakan penginderaan kuantum. Namun, ini menawarkan testbed yang kuat untuk melatih gagasan teori string dan gravitasi kuantum,” kata Spiropulu dikutip dari laman vice, Kamis (1/12/2022).
Jadi, apakah para ilmuwan membuka lubang hitam pemakan cahaya yang berbahaya di laboratorium untuk mendemonstrasikan sains ini? Tentu saja tidak. Menurut Spiropulu, eksperimen ini tidak menciptakan pemecah ruang waktu.
Untuk memahami perbedaan ini, penting untuk terlebih dahulu memahami apa yang dimaksud Spiropulu dan rekannya saat mereka mengatakan "holografik". Dalam kehidupan sehari-hari, istilah tersebut mungkin mengingatkan kita pada trik cahaya murah yang menghasilkan gambar 3D virtual.
Lihat Juga :