Godwit, Burung yang Pecahkan Rekor Dunia Terbang 11 Jam Nonstop Sepanjang 13.560 Km
Jum'at, 25 November 2022 - 07:33 WIB
loading...
A
A
A
Bulan lalu, Godwit ekor belang muda, lepas landas dari Alaska dalam perjalanan ke Selandia Baru untuk musim dingin. Namun, entah bagaimana, pada satu titik selama perjalanannya yang melelahkan, burung itu mengambil jalan memutar kecil yang menambahkan tambahan 500 kilometer dari rencana perjalanan awalnya.
Menurut Eric Woehler dari Birdlife Tasmania, Burung pencicit ekor pendek dan burung kambing dapat hinggap di air untuk mencari makan. Sedangkan burung Godwit akan mati bila mendarat di air.
“Burung itu tidak memiliki jaring di kakinya, tidak memiliki cara untuk keluar dari air. Jadi jika jatuh ke air karena kelelahan, terutama saat menghadapi cuaca buruk," tutur Eric tentang burung Godwit.
![Godwit, Burung yang Pecahkan Rekor Dunia Terbang 11 Jam Nonstop Sepanjang 13.560 Km]()
Para ilmuwan bisa melacak rekor penerbangan godwit dengan bantuan alat pelacak kecil yang beratnya hanya 5 gram. Teknologi tersebut memungkinkan para peneliti untuk melacak spesies burung kecil tanpa membahayakan mereka.
Karena, bila ilmuwan memberikan alat dengan bobot signifikan pada hewan yang beratnya hanya sekitar 300-400 gram, karena bisa membahayakan nyawanya.
“Menempatkan tag satelit pada albatros yang beratnya 5 kg atau lebih mungkin mudah, tapi lain hal dengan memasang pelacak pada burung yang beratnya hanya 300 atau 400 gram saja," tutur Woehler.
Menurut Eric Woehler dari Birdlife Tasmania, Burung pencicit ekor pendek dan burung kambing dapat hinggap di air untuk mencari makan. Sedangkan burung Godwit akan mati bila mendarat di air.
“Burung itu tidak memiliki jaring di kakinya, tidak memiliki cara untuk keluar dari air. Jadi jika jatuh ke air karena kelelahan, terutama saat menghadapi cuaca buruk," tutur Eric tentang burung Godwit.

Para ilmuwan bisa melacak rekor penerbangan godwit dengan bantuan alat pelacak kecil yang beratnya hanya 5 gram. Teknologi tersebut memungkinkan para peneliti untuk melacak spesies burung kecil tanpa membahayakan mereka.
Karena, bila ilmuwan memberikan alat dengan bobot signifikan pada hewan yang beratnya hanya sekitar 300-400 gram, karena bisa membahayakan nyawanya.
“Menempatkan tag satelit pada albatros yang beratnya 5 kg atau lebih mungkin mudah, tapi lain hal dengan memasang pelacak pada burung yang beratnya hanya 300 atau 400 gram saja," tutur Woehler.
Lihat Juga :