Misteri Pisau Belati Raja Tutakhamun, Terbuat dari Logam Meteorit Langka

Rabu, 02 November 2022 - 08:51 WIB
loading...
Misteri Pisau Belati...
Satu set bilah besi yang menyerupai PeseshKaf yang mirip pisau belati milik Raja Tutankhamun ditemukan saat penggalian makam raja mesir kuno pada 1922. Foto/AncientOrigins
A A A
KAIRO - Penemuan makam Raja Tutankhamun atau King Tut oleh tim excavator Mesir dipimpin oleh Howard Carter pada November 1922 menghebohkan dunia. Penemuan ini juga mengungkapkan 5.398 item benda purbakala meliputi peti mati emas murni, topeng wajah, singgasana, busur panahan, dan masih banyak lainnya.

Makam Raja Tutankhamun terletak di Lembah Para Raja di tepi barat Sungai Nil di seberang Thebes (Luxor modern). Makam King Tut yang diberi kode KV62, dikuburkan di gundukan puing-puing dari pemotongan KV9 untuk Firaun Ramses V lebih dari 150 tahun setelah kematian Tutankhamun.

Raja Tutankhamun, adalah Firaun Mesir yang terakhir dari keluarga kerajaannya yang berkuasa selama akhir dinasti ke-18. Di antara ribuan artefak yang ditemukan, ada satu set bilah besi yang menyerupai PeseshKaf yang mirip pisau belati.

Baca juga; 99 Tahun Penemuan Makam Raja Tutankhamun dan Kisah Misteri Kutukannya

PeseshKaf merupakan alat yang digunakan dalam “upacara pembukaan mulut”, sebuah ritual yang dilakukan untuk orang yang sudah meninggal agar mereka dapat bernapas, berbicara, makan, dan minum di alam baka. Salah satu bilah ini adalah belati besi dengan sarung emas hias, yang diproduksi secara ahli oleh seorang pandai besi kuno.

Arsip Howard Carter menggambarkan belati itu memiliki bilah yang halus terbuat dari logam homogen. Sedangkan pegangannya terbuat dari emas murni dan dihiasi dengan cloisonne dan pekerjaan granulasi, diakhiri dengan palu kristal batu.

Di satu sisi sarung emas bermotif bunga lily, sedangkan di sisi lain bermotif bulu yang diakhiri dengan kepala serigala. Contoh di Mesir peleburan kontemporer selama Dinasti ke-18 sangat jarang untuk menghasilkan kerajinan Besi.

Karena bilah lain yang ditemukan di makam relatif kasar, banyak ahli berpendapat bahwa belati hias ini diimpor ke Mesir mungkin sebagai hadiah kerajaan dari wilayah atau kerajaan tetangga. Dokumen diplomatik (surat Amarna), yang berasal dari abad ke-14 SM menyebutkan hadiah kerajaan yang terbuat dari besi yang diberikan kepada firaun Mesir dari sebelum pemerintahan Raja Tutankhamun.

Baca juga; Misteri Kutukan Firaun Tutankhamun yang Membunuh 10 Ilmuwan dan Jutawan Terungkap

Menariknya, salah satu dokumen ini mencatat bahwa Tushratta, Raja Mitanni, mengirim benda besi ke Amenhotep III (mungkin kakek Tutankhamun), yang menyebutkan bilah besi dalam daftar.

Sejak tahun 1960-an, para peneliti menduga bahwa kandungan nikel dalam bilah itu menunjukkan berasal dari batu meteorik. Dengan studi yang lebih baru pada tahun 2016 berasal dari analisis spektrometer fluoresensi sinar-x, yang menunjukkan bahwa komposisi bilah terutama adalah besi (Fe), 10,8% nikel (Ni) dan 0,58% kobalt (Co).
Misteri Pisau Belati Raja Tutakhamun, Terbuat dari Logam Meteorit Langka


Studi ini membandingkan komposisi bilah dengan 11 meteorit dengan komposisi terkenal dan 11 bahan referensi baja bersertifikat. Disimpulkan, bahwa komposisi bilah dan homogenitasnya, berkorelasi erat dengan komposisi meteorit dan homogenitas dari sumber yang berasal dari luar bumi.

Baca juga; Misteri Belati Hitam Firaun, Tak Berkarat Setelah 3.300 Tahun Dikubur Bersama Raja Tutankhamun

Ini lebih lanjut didukung oleh sebuah penelitian yang diterbitkan pada Februari 2022, yang melakukan analisis kimia dua dimensi non-destruktif. Hasilnya menunjukkan bahwa sumber meteorit bilahnya adalah oktahedrit, salah satu kelas struktural paling umum dari meteorit besi.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bikin Teler Parah, Narkoba...
Bikin Teler Parah, Narkoba Zaman Firaun Ditemukan
Ilmuwan Selalu Mencium...
Ilmuwan Selalu Mencium Mumi Mesir Kuno, Ini Alasannya
Struktur Misterius di...
Struktur Misterius di Samping Piramida Agung Giza Jadi Tanda Tanya Besar
Asal-usul Kawat Gigi...
Asal-usul Kawat Gigi Ternyata Berasal dari Zaman Firaun, Ini Buktinya
Teliti Tempat Nabi Musa...
Teliti Tempat Nabi Musa Membelah Lautan, Fakta di Luar Nalar Ini Terungkap
Rusak Parah, Mesir Merakit...
Rusak Parah, Mesir Merakit Kembali Perahu Raja Firaun
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
Israel Terus Bombardir...
Israel Terus Bombardir Gaza, Mesir Marah Besar!
Agen Mata-mata Israel...
Agen Mata-mata Israel Isyaratkan Mesir dan Turki sebagai Target Perang Berikutnya
Rekomendasi
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Berita Terkini
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved